Sorong, iainsorong.ac.id – Nama Ismail Wekke di dunia pendidikan dan riset cukup familiar. Pria kelahiran Camba, Sulawesi Selatan tersebut sudah mengoleksi berbagai macam penghargaan dalam bidang penelitian dan pendidikan. Khususnya dalam bidang penelitian, peraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari University Kebangsaan Malaysia tersebut sudah seringkali mengikuti workshop, seminar, konferensi, dan forum-forum ilmiah lainnya, baik skala nasional maupun internasional.

Kali ini, pemilik nama lengkap Ismail Suardi Wekke, M.A., Ph.D., dilantik menjadi ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (PPs STAIN) Sorong. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Lantai III Rektorat STAIN Sorong, Rabu, 11 Maret 2020.

Pelantikan kaprodi PAI Pascasarjana yang sekaligus saat ini sedang menjabat sebagai ketua Forum Dosen Indonesia (FDI) wilayah Papua Barat menjadi momentum berharga bagi PPs STAIN Sorong agar mampu bersanding dengan PPs kampus lain. Pasalnya, jam terbang yang dimiliki oleh Ismail Suardi Wekke terbilang cukup gemilang. Dari kondisi tersebut, Ketua STAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., dalam sambutannya berharap kepada pejabat prodi yang dilantik untuk mampu mengangkat derajat STAIN Sorong.

“Saya juga percaya kepada Saudara yang baru dilantik Saudara Ismail Suardi Wekke, M.A., Ph.D., untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi yang selanjutnya Pascasarjana STAIN Sorong akan menghasilkan sesuatu yang istimewa, yakni prosfek yang tinggi dan mampu mengangkat martabat pascasarjana STAIN Sorong ke arah yang lebih baik” harapnya.

Permasalahan pendidikan di Papua, terlebih pendidikan dan pengetahuan tentang agama Islam masih menjadi pekerjaan rumah bagi para akademisi dan ilmuan untuk terus melakukan cipta karya, guna mencetuskan solusi terhadap problematika pendidikan agama islam. Ketua STAIN Sorong tidak luput menyampaikan permintaan terhadap kaprodi yang dilantik untuk mampu menjadikan alumni pascasarjana sebagai solusi bagi setiap permasalahan yang timbul tentang pendidikan agama islam, mengingat pejabat yang dilantik tersebut merupakan ahli di bidang penddikan.

“maka, satu permintaan saya, tidak dua, tidak juga tiga, cukup satu saja. Jadikanlah alumni pascasarjana itu menjadi konsultan ilmu, dia harus memahami kondisi terkini. Problematika pendidikan agama islam di Papua, dan pada saat yang sama mereka juga harus bisa memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut” pintanya.

Pasca pelantikan, Ismail Suardi Wekke mengungkap pengakuannya saat diwawancarai oleh tim TIPD STAIN Sorong, bahwa ia mengaku pelantikan ini bagian dari sikap profesionalisme sebagai abdi negara, yaitu harus siap dan patuh ketika institusi membutuhkan.

“kalau saya sih sebenarnya tidak punya perasaan, tapi karena ini sudah perintah pimpinan, ya kita lakukan saja. Kalau masalah jabatan, saya 8 tahun, pernah di P2M, TIPD, sehingga rasa jabatan itu sudah selesai lah, dan saatnya untuk mengembangkan diri. tetapi, karena ini perintah pimpinan, sudah saya laksanakan” ungkapnya.

Pemilik jurnal berjudul “Kristen Muhammadiyah” tersebut menambahkan mengenai harapannya ke depan dalam mengemban amanat sebagat kaprodi.

“Harapan saya, saya hanya ingin bahwa mahasiswa pascasarjana kita, mahasiswa dan alumninya bisa bersanding dengan perguruan tinggi yang lain, tidak hanya di Papua, di Indonesia, tapi bahkan di tingkat dunia. Karena tentu mahasiswa pascasarjana kita ya memiliki kemampuan yang sama, bahkan dalam soal-soal tertentu bisa lebih unggul dibandingkan mereka” tuturnya.

Hal terakhir yang disampaikan oleh Ismail Suardi Wekke adalah tentang program kerja yang menurutnya mampu menunjukkan keeksistensian mahasiswa pasca di kancah internasional.

“kalau saya tidak ada program apa-apa ya, tentu harus mendengar pihak semua orang, tetapi yang ingin saya lakukan ialah paling tidak, saya punya prakarsa saya tahun 2016 yang lalu, namanya IPRC (Interational Postgraduate Research Conference) yang memang tentang penelitian, tentu saya akan memberikan informasi sebanyak mungkin kepada mahasiswa pasca kita untuk turut serta, dan tahun ini akan diakadakan di Malaysia”. Tutupnya. *L