
Humas IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional yang menghadirkan para pakar, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara. Kegiatan akademik bergengsi ini berlangsung selama dua hari, pada 8–9 Maret 2026, dan menjadi wadah diskusi ilmiah untuk membahas berbagai isu strategis serta berbagi temuan penelitian terbaru.
Konferensi ini merupakan wujud komitmen IAIN Sorong dalam mendorong dialog ilmiah global sekaligus memperkuat jaringan kerja sama internasional. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi IAIN Sorong untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan global.
Di tengah dinamika global saat ini, pendidikan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kuat secara spiritual, kompeten secara intelektual, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan inovasi yang dapat memperkuat pengembangan riset serta meningkatkan kontribusi akademik IAIN Sorong di tingkat internasional.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Minggu (8/3/2026), diawali dengan sesi keynote speech yang berlangsung pukul 08.00–11.40 WIT. Sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri turut hadir untuk berbagi wawasan, di antaranya:
- Tabrani ZA (UIN Ar-Raniry, Indonesia)
- Noorhayati (Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam)
- Madya Dr. Hadenan Towpek (UiTM Sarawak, Malaysia)
- Salih Yousif Sharf (Universitas Ghezira, Sudan)
Selain itu, empat dosen IAIN Sorong juga turut memberikan kontribusi ilmiah pada sesi pembuka. Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi makalah secara oral yang menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan hasil riset mereka serta mendiskusikannya secara konstruktif.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Senin (9/3/2026) melalui Upacara Pembukaan Resmi konferensi. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Menteri Agama Republik Indonesia yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting, Rektor IAIN Sorong, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Bupati Kabupaten Sorong, serta perwakilan Pemerintah Kota Sorong.
Selain itu, turut hadir para kepala sekolah dari Kota dan Kabupaten Sorong serta pimpinan berbagai organisasi, seperti KKSS, DMI, ICMI, PCNU, dan IKADI Papua Barat Daya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi internasional ini merupakan bentuk nyata komitmen IAIN Sorong dan Kementerian Agama dalam membangun ekosistem akademik yang dinamis dan berwawasan global. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, beliau secara resmi membuka Konferensi Internasional IAIN Sorong 2026, dengan harapan kegiatan ini dapat melahirkan pemikiran segar, solusi inovatif, serta kolaborasi akademik yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian pembukaan juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta penyerahan cinderamata sebagai simbol penguatan kerja sama antar lembaga.
Setelah seremoni pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan sesi keynote lanjutan yang menghadirkan sejumlah akademisi ternama, di antaranya:
- Suparto Iribaram (IAIN Sorong)
- Dr. H. Zaenuddin Prasojo (IAIN Pontianak)
- Dr. Tomas Lindgren (Umea University, Swedia)
- Dr. Azman dan Prof. Dr. Abd. Rauf Amin (UIN Alauddin Makassar)
- Dr. Nestor Bunda (Central Philippine University, Filipina)
Kehadiran para akademisi tersebut semakin menegaskan cakupan global dan kualitas ilmiah konferensi ini.

Rektor IAIN Sorong dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya konferensi internasional ini di kampus IAIN Sorong, yang berada di tanah Papua yang kaya akan keberagaman.
Menurutnya, konferensi ini merupakan bukti nyata komitmen IAIN Sorong untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka bagi kolaborasi internasional. Ia berharap pertukaran gagasan, penelitian, dan pengalaman antar akademisi dari berbagai negara dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik berskala internasional tersebut di Kota Sorong. Pemerintah Provinsi menilai keberadaan IAIN Sorong tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak peradaban dan pusat kajian keislaman yang toleran dan moderat di wilayah timur Indonesia.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan di daerah, serta berharap konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan kemitraan strategis bagi kemajuan Papua Barat Daya yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Penulis : nir/humas
Dokumentasi :nir/humas
Editor : wi/humas