Recent Posts

Rencana Strategis

RENCANA STRATEGIS (RENSTA)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) SORONG

PENDAHULUAN
          Dalam rangka mewujudkan program pendidikan yang lebih baik, terarah, terukur, terencana dan akomodir maka diperlukan sebuah rencana strategis. Rencana Strategis ini dibuat lima tahun kedepan, yaitu tahun 2018 – 2022. Dengan adanya rencana tersebut maka akan ada patokan dan arah yang jelas tentang apa yang akan dicapai dan diraih.
          Dalam lima tahun kedepan program pendidikan, baik bidang akademik, administrasi umum, perencanaan dan keuangan serta kemahasiswaan akan direncanakan secara matang dan terukur. Dalam program akademik akan diberi landasan yang jelas tentang program dan langkah yang akan dicapai, dalam administrasi umum, perencanaan dan keuangan akan mempunyai patokan dan perencanaan yang jelas sehingga apa yang diprogramkan dalam bidang ini sesuai yang dibutuhkan sehingga tercipta administrasi umum dan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan, efisien dan efektif. Begitu pula pada bidang kemahasiswaan akan mempunyai arah kebijakan yang jelas tentang apa yang akan dicapai dalam program kemahasiswaan, baik dari segi peningkatan kuantitas dan kualitas kemahasiswaan maupun dengan kelembagaannya. Bahkan sampai kepada pendataan mahasiswa dan alumni adalah hal yang akan menjadi target dari bidang ini.

  1. STID dan STAIS Al-Hikmah sebagai embrio STAIN Sorong

    Berdirinya STAIN Sorong tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Hikmah Sorong atau Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Al-Hikmah, karena STAIN Sorong tidak lain adalah perubahan status dari Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Swasta menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN).
    Secara historis, pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Hikmah Sorong dipelopori oleh Drs. H. Noer Hasjim Gandhi, seorang eks tentara sukarelawan Trikora yang ditugaskan ke Irian Barat tahun 1962 oleh Departemen Agama RI. Dengan semangat dan idealisme tinggi, serta keyakinan dan keikhlasan pengabdian ingin memajukan pendidikan dan syiar Islam bagi masyarakat muslim Papua, maka diajaklah sejumlah tokoh muslim yang ada di Kota Sorong untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita luhur tersebut. Salah satu tokoh agama yang merespon rencana itu, adalah bapak Drs. H. Uso. Beliau selain tokoh agama Islam, ia juga tokoh pendidik yang saat itu menjabat sebagai kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang kini menjadi MAN Model Sorong.
    Kedua tokoh sentral di atas mengajak para tokoh agama (Islam) lokal, tokoh masyarakat, dan pengusaha muslim Sorong lainnya untuk membicarakan pendirian lembaga perguruan tinggi Islam di Papua. Pada prosesnya, setelah dimusyawarahkan dengan para tokoh muslim tersebut, maka disepakati pendirian lembaga pendidikan Islam di Sorong ini dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID). Selain itu, dalam musyawarah juga dibicarakan dan disepakati lembaga pendidikan ini sebaiknya dinaungi oleh satu yayasan yang fokus terhadap pendidikan. Akhirnya, dibentuklah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dengan nama Yayayan Al-Hikmah. Nama ini pula sekaligus diabadikan menjadi nama sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Hikmah.
    Dalam mengorganisasikan lembaga baru ini, para tokoh tersebut sepakat membagi bidang kerja mereka dalam dua bagian, yaitu di Yayasan dan Lembaga Pendidikan. Tokoh yang dianggap representatif mengorganisir di Yayasan diserahkan kepada tokoh-tokoh masyarakat dan pengusaha, seperti di antaranya, Bapak Joko Susilarjo (Direktur EMKL Bina Tirta), H. A. ST. Alamsyah (Hotel Pilihan), Abd. Rahman Andrias (Hotel Indah), H. Abd. Muthalib Silehu, BA (Ketua MUI 1990-2001), H. Zarkasi Iskandar Alam (Direktur PT. WIFI) dan Drs. H. Imam Muchlis, (Departemen Agama Sorong).
    Sementara di bidang Pendidikan selain diorganisir oleh Bapak Drs. H. Noer Hasjim Gandhi dan Drs. H. Uso, juga dilibatkan sejumlah tokoh pendidik dan Intelektual lainnya, seperti Ir. Salim Mas’ud, Drs. Najamuddin (Departemen Penerangan), dan Drs. Arbangi (Guru SMEA). Bahkan posisi Ketua STID pertama secara aklamasi diserahkan dan diamanahkan kepada Ir. Salim Mas’ud yang memimpin mulai tahun 1990 hingga 1994, kemudian dilanjutkan oleh Drs. H. Uso selama 12 tahun (1995-2006). Menurut, H. Noer Hasjim Gandhi dan H. Uso, eksistensi SekolahTInggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Hikmah Sorong diawali menjadi mitra Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin cabang Ambon. Karenanya, secara personal Dekan Fakultas Syariah IAIN Ambon memediasi eksistensi STID ini, bahkan sebagian Dosennya diberi kesempatan menjadi tenaga pengajar atau Dosen luar biasa di lembaga tersebut. Untuk legalitas formalnya, pihak Yayasan merespon dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Yayasan Al-Hikmah No: 04/SK/YAH/VI/1990 tertanggal 18 Mei 1990. Dan saat itu, STID Al-Hikmah telah memiliki dua jurusan, yaitu Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
    Setelah berjalan selama tiga bulan eksistensi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Hikmah Sorong dilegalisasi secara formal oleh Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VIII, Prof. Dr. Hj. Rasdiyanah pada tanggal 26 Agustus 1990. Momentum tersebut dijadikan tonggak awal berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Hikmah Sorong, sekaligus dirangkaikan dengan Kuliah Umum Perdana bersama Ibu Prof. Dr. Hj. Rasdiyanah yang saat itu juga menjabat sebagai Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang. Pada perkembangannya satu tahun kemudian, STID Al-Hikmah Sorong resmi mendapat status terdaftar berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 172 Tahun 1991. Dan delapan tahun kemudian, status terdaftarnya diperbaharui sebagaimana Surat Keputusan (SK) Menteri Agama RI No: E/314/1998, tertanggal 1 Oktober 1998.
    Pada perkembangan selanjutnya, beberapa tahun setelah STID Al-Hikmah berjalan diwacanakan sebuah ide penggabungan tiga perguruan tinggi dari daerah yang berbeda untuk mendirikan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) khusus Indonesia bagian Timur. STID Al-Hikmah Sorong misalnya dengan representasi Fakultas Dakwah, IAIN Ternate dengan Fakultas Tarbiyah, dan IAIN Ambon merepresentasikan Fakultas Syariah dan Ushuluddin. Dengan pertimbangan jurusan dan fakultas yang berbeda, ketiga pimpinan perguruan tinggi ini sepakat ingin mendirikan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di wilayah Timur dengan sistem satu manajerial. Namun, wacana itu kemudian tidak terealisasikan karena terbentur dengan sejumlah regulasi baru dalam internal Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Agama Islam Departemen Agama RI. Implikasinya kemudian, dihadirkan satu program pendidikan (prodi) Tarbiyah di STAI Al-Hikmah sebagai respon tuntutan sosial pada saat itu.
    Secara kontekstual, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah merupakan lembaga perguruan tinggi Islam yang kedua di Provinsi Papua, setelah perguruan tinggi sebelumnya telah ada di ibu kota Papua (Jayapura). Namun, setelah dilakukan pemekaran wilayah Provinsi Papua menjadi dua bagian, maka wilayah geografi Sorong masuk dalam wilayah Papua Barat. Karenanya, di Provinsi Papua Barat, STAI Al-Hikmah Sorong menjadi perguruan tinggi Islam pertama eksis di wilayah tersebut.

     

  2. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong

    Sejalan dengan semangat otonomi khusus (otsus) yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 di wilayah Papua dan Papua Barat dituntut adanya peningkatan sumber daya manusia yang handal dan kompetitif. Untuk merespon hal itu, dibutuhkan lembaga pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pendidikan. Karenanya, ketika Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah dalam operasionalisasinya selama 16 tahun (1990-2006) berupaya membenahi segala keterbatasan, kelemahan, atau bahkan kekurangan yang terjadi dalam internal kampus. Saat itu, salah satu kelemahan dapat dilihat dalam membangun networking secara eksternal di tingkat lokal. Di sisi lain, secara faktual STAI Al-Hikmah dihadapkan pada dua persoalan atau keterbatasan internal dalam penataan bidang akademik. Kedua keterbatasan yang dimaksud, yaitu dukungan finansial (financial supporting) yang tidak normal dan infrastruktur pendidikan yang kurang memadai. Keduanya tentu berimplikasi pada output yang dihasilkan dan akhirnya, kualitas yang diharapkan relatif jauh dari harapan.
    Dalam konteks lokal, kehadiran sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Kota Sorong, baik lembaga pendidikan tinggi agama maupun umum secara tidak langsung mempengaruhi eksistensi STAI Al-Hikmah untuk selalu membenahi diri dan merefleksi segala kelemahan dan keterbatasan yang dialaminya. Karena itu, dengan kepemimpinan Drs. H. Uso yang saat itu menjadi Ketua STAI Al-Hikmah berupaya semaksimal mungkin melakukan pembenahan dan penataan internal agar STAIAl-Hikmah ini senantiasa eksis dan survive. Menurut, Drs. H. Uso salah satu yang dapat dilakukan agar Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah bisa bertahan dan berkembang harus memiliki sumber finansial yang permanen agar dapat menopang segala aktivitas akademik, termasuk pembenahan infrastruktur pendidikan. Berdasarkan pengamatan itu, beliau bersama dengan H. Nur Hasyim Gandi, setelah dimusyawarahkan dengan pihak yayasan, maka disepakati pengusulan perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam(STAI) Al-Hikmah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri atau disingkat STAINSorong.
    Dalam waktu yang relatif singkat, keinginan peralihan STAI Al-Hikmah Sorong yang berstatus swasta ke Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri berhasil diwujudkan setelah diperoleh respon positif atau rekomendasi dari pihak Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VIII Makassar, kemudian ditindaklanjuti pengusulan tersebut ke tingkat Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama RI. Kurang lebih setahun dalam proses pengurusannya, maka pada tahun 2006 secara resmi peralihan status STAI Al-Hikmah menjadi STAIN berhasil direalisasikan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 2006, tertanggal 20 Juli 2006 M, atau bertepatan dengan tanggal 25 Jumadil Akhir 1427 H. Peresmian alih status tersebut ditandai dengan ditunjuknya Dr. H. Saifuddin, MA. sebagai pejabat sementara atau Pgs. Ketua STAIN Sorong selama setahun, 2006-2007. Setelah resmi dilantik pada pertengahan tahun 2007 oleh Menteri Agama RI di Jakarta, maka Dr. H. Saifuddin, MA secara defenitif menjabat sebagai Ketua STAIN Sorong periode 2007-2011. Sebelum masa jabatan Dr. H. Saifuddin, MA berakhir, beliau meninggal dunia dan akhirnya diputuskan untuk dijadikan Pgs Ketua STAIN Sorong adalah Pembantu Ketua III yang saat itu dijabat oleh Dr. Muhammad Yusuf, M.Agsampai tiba masa pemilihan ketua STAIN Sorong yang definitif yaitu pada bulan Maret 2012. Setelah pemilihan Ketua STAIN Sorong melalui rapat Senat perguruan tinggi akhirnya terpilihlah Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag tahun 2012- 2016.
    Dengan berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag, pemilihan Ketua STAIN Sorong melalui rapat Senat perguruan tinggi untuk memberikan pertimbangan kepada beberapa calon ketua yang diusulkan ke Kementerian Agama RI untuk dilakukan Fit and Proper test yang akhirnya terpilihlah Dr. Hamzah, M.Ag. melalui keputusan Menteri Agama untuk periode 2016-2020.

    Kini, ketika peralihan status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, tidak berarti persoalan yang akan dihadapi tidak ada. Justru, tantangan ke depannya semakin berat, sebab persoalannya bisa lebih kompleks. Kondisi sosial yang majemuk dan meningkatnya populasi masyarakat terhadap tuntutan pekerjaan merupakan aspek penting untuk diperhatikan dalam konteks Kota Sorong dan secara umum Provinsi Papua Barat. Karenanya, STAIN Sorong akan lebih meningkatkan tiga Jurusan yang dibina sekarang, yaitu Tarbiyah, Dakwah dan Komunikasi serta Syariah.

  1. Bidang Akademik
    STAIN Sorong saat ini memiliki 3 Jurusan, 7Program studi Strata Satu (S1) dan 1 Pascasarjana (S2) dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1.075 orang.
  2. Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, Perencanaan Dan Keuangan
    a. Kepegawaian terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 37 Dosen dan tenaga kependidikan sebanyak 53 orang;
    b. Keuangan bersumber dari APBN, PNBP, BOPTN dan SBSN.
  3. Bidang Kemahasiswaan
    Mahasiswa STAIN Sorong adalah lulusan MA/SMA/SMK/Pondok Pesantren dan Pendidikan sederajat dari berbagai Provinsi di Indonesia. Lembaga intra kemahasiswaan terdiri atas SEMA (Senat Mahasiswa), DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) dan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan meliputi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan UKK (Unit Kegiatan Khusus). Mahasiswa ditunjang dengan beasiswa yang bersumber dari Pemerintah, BUMN dan Lembaga Swasta.

  • Visi
    Mewujudkan STAIN Sorong sebagai lokomotif yang unggul dalam pembinaan sumber daya manusia di Indonesia Timur.
  • Misi 
    1. Meningkatan Sumber Daya Manusia melalui penyelenggaraan pendidikan yang berasaskan lima budaya kerja Kementerian Agama (Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab, dan Keteladanan).
    2. Menguatkan kualitas aspek kelembagaan dalam peningkatan mutu layanan administrasi dan transformasi pendidikan
    3. Meningkatan kualitas manajemen dan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel dan terprogram secara berkelanjutan.
    4. Meningkatkan kualitas dan pemanfaatan hasil-hasil penelitian.
    5. Meningkatan kemitraan dengan stakeholders dalam pengembangan aspek pengabdian masyarakat
  • Tujuan
    1. Peningkatan kualitas lulusan untuk menjadi anggota masyarakat yang profesional dan memiliki kemampuan akademik dalam menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
    2. Penguatan kualitas kelembagaan, sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan yang mendukung mutu layanan administrasi.
    3. Peningkatkan kualitas aspek tata pengelolaan dan layananpendidikan yang transparan, akuntabel dan terprogram secara berkelanjutan.
    4. Peningkatan kualitas dan pemanfaatan hasilpenelitian oleh stakeholders secara global.
    5. Peningkatan dan perluasan kemitraan dalam pengembangan aspek pengabdian masyarakat.
  • Sasaran
    1. Mampu menghasilkan sarjana yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial, keluhuran akhlak serta keluasan dan integritas keilmuan di bidangnya masing-masing serta menguasai wawasan Keislaman, Keindonesiaan, Kepapuaan dan Kepemimpinan.
    2. Hasil penelitian yang memberikan manfaat kepada masyarakat di tanah Papua.
    3. Kerjasama dalam bidang pendidikan, pengabdian, dan penelitian antar lembaga baik di dalam negeri maupun luar negeri yang direalisasikan dalam bentuk pengiriman dosen dan pegawai menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau pertukaran mahasiswa dalam kegiatan dan lainnya.
    4. Terciptanya lingkungan kampus yang harmonis dan produktif.

 

A. Analisis SWOT

Kekuatan/Strength1. IAIN Sorong merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di bawah pembinaan Kementerian Agama RI.;
2. Sarana prasana memadai;
3. Kualitas SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan dari lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri;
4. Kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri/swasta dalam dan luar negeri, instansi/lembaga pemerintahan dan swasta;
Kelemahan/Weakness1. Pilihan Program Studi pada STAIN Sorong masih terbatas;
2. Minat calon mahasiswa terhadap program studi keagamaan masih rendah;
3. Sosialisasi visi dan misi masih sangat minim, walaupun selalu dimuat dalam buku panduan akademik;
4. Kuantitas SDM Dosen/Tenaga Kependidikan masih kurang;
5. Perhatian Pemerintah Daerah masih kurang
Peluang/Opportunities1. Letak geografis Kota Sorong merupakan pintu gerbang masuk dan keluar dari tanah Papua;
2. Adanya program Pemerintah Kota Sorong sebagai Kota Pelajar;
3. Tersedianya berbagai beasiswa dari Pemerintah dan pihak lain;
4. Adanya otonomi khusus Papua;
5. Kebijakan afirmasi untuk tanah Papua dari Pemerintah Pusat.
Ancaman/Threats1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Islam;
2. Hukum adat lebih berpengaruh dari pada hukum positif, terutama dalam penyelesaian sengketa tanah;
3. Pola rekrutmen tenaga Dosen dan Tenaga Kependidikan yang tidak sesuai sehingga tidak memenuhi kuota;
4. Banyaknya perguruan tinggi di Kota dan Kabupaten Sorong.

B. STRATEGI

Berdasarkan analisis SWOT di atas, maka ditetapkan strategi sebagai berikut :

  1. Membuka Jurusan/Program Studi baru sesuai kebutuhan pangsa pasar;
  2. Mengintensifkan sosialisasi Institusi melalui media cetak dan elektronik pada masyarakat luas;
  3. Peningkatan kuantitas dan kualitas SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan;
  4. Pendekatan secara intensif kepada Pemerintah Daerah Kabupaten dan Provinsi;
  5. Melakukan pendekatan persuasif terhadap Tokoh Adat;
  6. Penguatan kualitas internal kampus.
Ada tiga bidang yang menjadi arah kebijakan dan strategi pengembangan IAIN Sorong yaitu, bidang akademik, bidang administrasi umum, perencanaan dan keuangan serta bidang kemahasiswaan. Ketiga bidang ini harus dikembangkan secara bersama, merata dan seimbang.  Rencana strategis STAIN Sorong dalam lima tahun kedepan akan diuraikan satu demi satu pada poin selanjutnya :
  1. Bidang Akademik
    • Pengembangan Bidang Akademik Secara Umum
      • Meningkatkan kualifikasi Dosen-dosen Jurusan dalam lima tahun kedepan bergelar Doktor dan Professor.
      • Melakukan redesain kurikulum untuk menguatkan visi, misi dan orientasi Jurusan serta melihat perkembangan dan kebutuhan di masyarakat.
      • Menambah referensi di perpustakaan setiap tahun yang terkait dengan perkembangan keilmuan mahasiswa dan dosen STAIN Sorong
      • Menambah jumlah jam praktek untuk memperkaya mahasiswa dengan pengalaman lapangan di lembaga-lembaga keuangan baik swasta maupun pemerintah.
      • Menyelenggarakan dan mengikuti forum-forum ilmiah yang diikuti oleh Dosen, Pegawai dan Mahasiswa.
    • Pengembangan Jurusan Menjadi Fakultas dan Prodi Dalam bidang akdemik yang sangat mendesak untuk dilakukan pengembangan adalah pengembangan fakultas dan jurusan. Lima tahun kedepan akan dibentuk beberapa jurusan. Gambaran pengembangananya akan dilihat pada tabel berikut:
      No
      Kategori
      Tahun
      2018
      2019
      2020
      2021
      2022
      1
      Fakultas
      3
      4
      5
      5
      5
      2
      Jurusan
      7
      11
      12
      12
      12
      Jurusan
      10
      15
      17
      17
      17
      Fakultas akan dibentuk pada tahun 2018 ketika saat itu beralih menjadi IAIN. Ada 3 (tiga) Fakultas yang direncanakan, yatu: Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dan Fakultas Syari`ah, dengan7 jurusan. Ketika IAIN Sorong ditahun 2019 memiliki 4 fakultasyaitu fakultas Tarbiyah, fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Syari`ah fakultas dan fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dengan 11 jurusan, yaitu: Jurusan PAI, Tadris Bahasa Inggris, PGMI, Tadris Matematika, PGRA, Tadris IPA, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islan, Jurusan Bimbingan Penyuluan Islam, Ekonomi Islam Jurusan Hukum keluarga, dan Jurusan Perbankan Syariah
      • Fakultas Tarbiyah
        1. Pengembangan dan peningkatan mutu kegiatan mahasiswa
          • Peningkatan keilmuan pendidikan Islam berbasis teori dan praktik
          • Pengembangan sikap keagamaan
          • Peningkatan penguasaan skill bahasa Arab dan Inggris
          • Peningkatan kualitas kemampuan pengelolaan kelas pembelajaran aktif
          • Peningkatan kualitas kepemimpinan mahasiswa.
        2. Pengembangan dan peningkatan mutu dosen
          • Peningkatan penelitian ilmiah yang berbasis data kualitatif dan kuantitatif
          • Peningkatan dan pengembangan studi dosen ke jenjang yang lebih tinggi.
          • Peningkatan kualitas kinerja dan kemampuan dosen dalam pembelajaran aktif
          • Peningkatan kompetensi dosen dalam bidang kepribadian dan profesionalisme.
        3. Peningkatan dan pengembangan proses pendidikan (proses belajar mengajar)
          • Peningkatan kualitas dosen dalam strategi pembelajaran di ruang perkuliahan.
          • Pengembangan sarana pendukung dalam proses belajar mengajar
        4. Pengembangan sarana dan prasarana dan mutu Fakultas
          • Menjalin dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan tingkat menengah
          • Menjalin dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri
          • Penambahan Jurusan Tadris Matematika, Jurusan Tadris IPA, Jurusan PGRA.
          • Pengadaan sarana dan prasarana ruang perkuliahan
          • Pengembangan perpustakaan fakultas dan jurusan di tingkat fakultas Tarbiyah
          • Pengembangan laboratorium Microteaching
          • Pengadaan laboratorium bahasa
          • Pengadaan laboratorium MIPA
          • Pengadaan transportasi Fakultas.
      • Fakultas Dakwah dan Komunikasi
        1. Pengembangan dan peningkatan mutu kegiatan mahasiswa
          • Peningkatan penguasaan bahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa Arab).
          • Peningkatan mutu keilmuan berdasarkan masing-masing Jurusan.
          • Peningkatan kemampuan kepemimpinan mahasiswa.
          • Peningkatan penguasaan keterampilan IT.
        2. Pengembangan dan peningkatan mutu dosen
          • Peningkatan mutu pengembangan penelitian ilmiah.
          • Peningkatan kompetensi dosen.
        3. Peningkatan dan pengembangan proses pendidikan (proses belajar mengajar)
          • Peningkatan mutu dosen dalam metode pengajaran.
          • Pemanfaatan sarana (laptop, akses internet) dalam proses belajar mengajar.
        4. Pengembangan saranaprasaranadanmutu Fakultas
          • Memperbanyak kerjasama kemitraan dengan lembaga-lembaga dakwah dan komunikasi.
          • Penambahan Jurusan
          • Pengadaan perpustakaan Fakultas
          • Pengadaan laboratorium konseling,
          • Pengadaan laboratorium Televisi,
          • Pengadaan laboratorium Radio,
          • Pengadaan laboratorium Media Cetak,
      • Fakultas Syariah
        1. Pengembangan dan peningkatan mutu kegiatan mahasiswa :
          • Peningkatan keilmuan berbasis teori dan praktik
          • Peningkatan keterampilan berwirausaha
          • Peningkatan penguasaan bahasa Inggris dan Arab
          • Peningkatan kualitas keilmuan di bidang perbankan dan usaha
          • Peningkatan keilmuan dan keterampilan di bidang pengadilan dan hukum Islam
          • Peningkatan kualitas kepemimpinan mahasiswa.
        2. Pengembangan dan peningkatan mutu dosen
          • Peningkatan mutu pengembangan penelitian ilmiah
          • Peningkatan kompetensi dosen.
        3. Peningkatan dan pengembangan proses pendidikan (proses belajar mengajar)
          • Peningkatan mutu dosen dalam metode pengajaran
          • Pemanfaatan sarana (laptop, akses internet) dalam proses belaja rmengajar.
        4. Pengembangan sarana prasarana dan mutu Fakultas
          • Memperbanyak kerjasama kemitraan dengan lembaga-lembaga syariah.
          • Penambahan Jurusan
          • Pengadaan Bank Mini dan Aplikasi
          • Pengadaan laboratorium Persidangan Semu.
      • Pascasarjana
        1. Pengembangan dan peningkatan mutu kegiatan mahasiswa
          • Peningkatan keilmuan berbasis teori dan praktik
          • Peningkatan keterampilan berwirausaha
          • Peningkatan penguasaan bahasa Inggris dan Arab
          • Peningkatan kualitas keilmuan di bidang perbankan dan usaha
          • Peningkatan keilmuan dan keterampilan di bidang pengadilan dan hukum Islam
          • Peningkatan kualitas kepemimpinan mahasiswa.
        2. Pengembangan dan peningkatan mutu dosen
          • Peningkatan mutu pengembangan penelitian ilmiah
          • Peningkatan kompetensi dosen.
        3. Peningkatan dan pengembangan proses pendidikan (proses belajar mengajar)
          • Peningkatan mutu dosen dalam metode pengajaran.
          • Pemanfaatan sarana (laptop, akses internet) dalam proses belajar mengajar.
        4. Pengembangan sarana prasarana dan mutu
          • Memperbanyak kerjasama kemitraan dengan lembaga-lembaga
          • Penambahan Jurusan
          • Pengembangan laboratorium Microteaching.
          • Pengadaan laboratorium bahasa
    • Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
      • Untuk mendukung dinamika penelitian yang berkelanjutan, maka IAIN Sorong menetapkan tema besar dalam penelitian lima tahun ke depan. Tema besar yaitu Harmoni untuk peningatan produktifitas umat Islam dan masyarakat tanah Papua. Tema ini disebar pada berbagai kategori penelitian. Dalam pengembangan penelitian khususnya yang berkaitan dengan penguatan fakultas mengalami peningkatan dan kemajuan baik dari segi pembiayaan maupun kualitas penelitian itu sendiri. Pada tahun ini sudah mulai dikembangkan penelitian dosen dengan mengacu kepada kepangkatan dan akan mengalami peningkatan secara bertahap dalam lima tahun kedepan. Bahkan akan dikembangkan penelitian yang mengacu kepada peningkatan fakultas dan institusi atau kelembagaan.
        No
        Kategori Penelitian
        Tahun
        2018
        2019
        2020
        2021
        2022
        1
        Penguatan Institusi/kelembagaan
        1
        2
        2
        3
        3
        2
        Penguatan Fakultas
        3
        20
        20
        30
        30
        3
        Penguatan Jurusan
        11
        20
        20
        25
        30
        4
        Penguatan Keilmuan
        7
        11
        40
        50
        75
        5
        Penguatan Sosial dan Budaya
        10
        15
        20
        50
        60
        Jumlah :
        32
        68
        102
        158
        198
        Untuk pengabdian masyarakat dilakukan selain dalam bentuk KKN juga dalam bentuk lain yang dilakukan oleh para dosen. Untuk itu, tema besar KKN dan pengabdian masyarakat adalah kolaboratif pemerintah dalam mendorong transformasi sosial di tanah Papua. Model KKN dilakukan berbasis riset, pengabdian masyarakat dan keilmuan.
    • Lembaga Penjaminan Mutu Untuk memastikan penjaminan mutu di tingkat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, maka penjaminan mutu secara bertahap dilakukan dengan program pengembangan:
      1. Persiapan pembelajaran dengan melengkapi kurikulum, desain pembelajaran, silabus,dan satuan acara perkuliahan.
      2. Dosen mengikuti pelatihan pekerti dan Applied Approach (AA).
      3. Pelaksanaan workshop desain pembelajaran secara berkelanjutan.
      4. Audit Mutu Akademik Internal (AMAI) yang dilaksanakan untuk kalangan internal kemudian dilanjutkan dengan penjaminan mutu eksternal berupa akreditasi diantaranya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
      5. Mendorong salah satu program studi untuk memenuhi kriteria ASEAN University Network (AUN).
      6. Penjaminan mutu melalui Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).
      7. Peningkatan mutu dosen
        • Pengembangan penelitian ilmiah yang berbasis data kualitatif, kuantitatif dan penelitian tindakan
        • Peningkatan kualitas kinerja dan kemampuan dosen dalam mengajar
        • Peningkatan kompetensi dosen
        • Peningkatan kualitas hasil penelitian dosen yang dipresentasikan pada skala nasional dan internasional
      8. Peningkatan dan pengembangan proses pendidikan
        • Peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan dan workshop metode pembelajaran di kelas.
        • Mengefektifkan penggunaan sarana (laptop, proyektor, internet, e-learning) dalam proses pengajaran.
    • Unit Pengembangan Bahasa Untuk mencapai target pengembangan bahasa asing di lingkungan STAIN Sorong, maka perlu secara bertahap melakukan beberapa program pengembangan diantaranya :
      1. Persiapan pembelajaran bahasa asing yang berkualitas agar bisa bersaing secara nasional maupun internasional.
      2. Pelaksanaan IELTS, TOEFL dan TOAFL bagi dosen dan mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas bahasa asing.
      3. Pelaksanaan workshop bahasa berkelanjutan.
      4. Mensosialisasikan bahasa asing bagi mahasiswa melalui perkampungan bahasa di lingkuangan STAIN Sorong.
      5. Bekerja sama dengan beberapa lembaga pembinaan bahasa Asing untuk memperkuat penguasaan bahasa.
      6. Melaksanakan pelatihan bahasa asing bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja keluar negeri
      7. Pencapaian Unit Pengembangan Bahasa STAIN Sorong menjadi kiblat pembinaan bahasa asing di Papua Barat.
    • Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
      1. Program layanan internet
        • Meningkatkan kapasitas bandwitch
        • Meningkatkan kapasitas jaringan dan akses point
        • Penambahan Hostpot router& Repiter
        • Penambahan titik hostpot CCTV
        • Penambahan dan peningkatan kualitas HUB LAN
        • Peningkatan dan penambahan pemeliharaan jaringan/line
      2. Program pengembangan sistem informasi dan pangkalan data.
        • Meningkatkan kualitas pengelolaan Website
        • Meningkatkan kualitas keamanan data sistem informasi pegawai dan dosen.
        • Meningkatkan kualitas keamanan data aplikasi sistem informasi akademik
        • Meningkatkan kualitas keamanan data sistem informasi kepustakaan
        • Pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data kepegawaian dan dosen
        • Pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data bidang akademik
        • Pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data kepustakaan.
      3. Program pengelolaan laboratorium komputer
      4. Meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium komputer
      5. Program peningkatan kualitas SDM pengelola IT
        • Pelatihan pemanfaatan IT bagi dosen, mahasiswa dan pegawai.
        • Peningkatan kualitas staf pengelola unit teknologi informasi dan pangkalan data.
      6. Program perawatan/pemeliharaan sarana IT
        • Perawatan dan pemeliharaan unit komputer.
        • Perawatan dan pemeliharaan Server Internet Protocol Publik.
    • Unit Perpustakaan Dalam upaya mencapai visi dan misi STAIN Sorong, maka Perpustakaan merancang program jangka panjang 5 tahun kedepan yang dituangkan dalam dokumen Renstra 2018-2022. Maka ada beberapa hal yang berkaitan dengan renstra Perpustakaan STAIN Sorong perlu dituangkan, sebagai berikut:
      1. Unsur kegiatan 2018-2022
        • Pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka.
        • Pemasyarakatan perpustakaan, dokumentasi dan Informasi.
        • Pengkajian dan pengembangan perpustakaan, dokumentasi dan informasi.
        • Pengembangan profesi.
        • Sosialisasi sitasi digital library (mendeley, e-library)
      2. Kegiatan pengembangan perpustakaan 2018-2022.
        • Penataan manajemen
        • Pengembangan dokumen
        • Peningkatan koleksi buku
        • Pengembangan kualitas pustakawan (SDM)
        • Pengaplikasian sistem automasi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perpustakaan
        • Tersedianya Hotspot gratis, layanan VPN dan pustaka TV sebagai sarana promosi
        • Tersedianya sarana penunjang (Study carrel, AC, Lift, Locker, kantin, ruang shalat, foto kopi dan parker yang permanen)
      3. Pengembangan Teknologi Informasi Perpustakaan 2018-2022.
        • Pengembangan Sistem Informasi PerpustakaanTerautomasi
        • Pengembangan Sistem Perpustakaan Digital (Digital Library/Alih Media)
        • Pengembangan Jaringan Lokal (Intranet)
        • Pengembangan Jasa Online(Internet)
        • Pendidikan Pemakai Knowledge Management System(KMS)
      4. Pemasangan infrastruktur perpustakaan 2018-2022.
        • Pemasangan hardware
        • Pemasangan software
        • Pemasangan netware
        • Pemasangan dataware
        • Pemasangan brainware
        • Pemasangan repository
        • Berlangganan jurnal online berbayar
      5. Komponen Koleksi dan SDM Perpustakaan 2018-2022.
        • Peningkatan jumlah koleksi buku perpustakaan IAIN Sorong berjumlah ±1.000 Judul Buku dan ±25.000 Eksamplar Buku.
        • Memiliki pustakawan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan.
        • Memiliki pustakawan yang berprestasi.
        • Penambahan tenaga subjek spesialis perpustakaan.
        • Tersedianya tenaga IT yang tetap.
        • Mengikuti diklat rutin dari Pepustakaan Nasional RI
        • Semakin terbukanya peluang belajar (pelatihan, seminar, melanjutkan studi)
        • Sertifikasi pustakawan
        • Akreditasi perpustakaan
    • Unit Ma’had Al Jami’ah Untuk mencapai target pengembangan Ma’had Al Jami’ah di lingkungan STAIN Sorong, maka perlu secara bertahap melakukan beberapa program pengembangan diantaranya :
      1. Penyiapan sarana prasarana yang memadai;
      2. Menetapkan pengelola Ma’had Al Jami’ah;
      3. Seleksi calon mahasiswa putra dan putri yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan;
      4. Melakukan pembinaan terhadap penghuni Ma’had Al Jami’ah baik secara fisik, mental dan spiritual;
      5. Melakukan pembinaan lainnya untuk pengembangan potensi mahasiswa berbasisi program studi.
    • Unit Pengembangan Bisnis Unit pengembangan bisnis dimaksudkan adalah dalam rangka membina mahasiswa untuk berwirausaha. Strategi yang dilakukan diantaranya:
      1. Menyiapkan sarana prasarana;
      2. Mengupayakan suntikan modal awal;
      3. Pengembangan skill bidang wirausaha mahasiswa;
      4. Melakukan penataan manajemen pengelolaan pusat bisnis UMKM
  2. Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, Perencanaan Dan Keuangan Bidang ini dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan institusi sehingga semua hal yang terkait dengan hal administrasi umum,perencanaan dan keuangan sudah dapat dipahami dan divisitasi dalam jangka lima tahun kedepan.
    • Pengembangan Bidang Administrasi Umum.
      1. Meningkatkan pelayanan Administrasi Umum, Barang Milik Negara, Hubungan Masyarakat dan Hukum yang transparan dan akuntabel.
      2. Menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap sarana dan prasarana dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang bersih, asri dan nyaman.
      3. Pemeliharaan sarana dan prasarana secara efektif dan efisien.
      4. Menjalin kerjasama dengan stakeholder.
    • Pengembangan Bidang Kepegawaian
      1. Kuantitas Pegawai Bidang Kepegawaian meliputi tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan pramubakti, sebagaimana tergambar dalam tabel berikut: Tabel pengembangan pegawai lima tahun kedepan.
        No
        Kategori
        Tahun
        2018
        2019
        2020
        2021
        2022
        1
        PNS Dosen
        24
        50
        75
        100
        125
        2
        PNS Administrasi
        15
        25
        35
        50
        75
        3
        DTB PNS
        16
        20
        25
        30
        50
        4
        Honor Administrasi
        10
        15
        20
        25
        30
        5
        Driver
        6
        10
        12
        15
        20
        6
        Security
        9
        12
        17
        25
        30
        7
        Cleaning Service
        13
        18
        28
        36
        40

        Jumlah :

        93
        150
        212
        281
        370
        Prospek diatas sudah dilakukan kajian dan penelitian sesuai dengan kebutuhan dan arah pengembangan STAIN Sorong lima tahun kedepannya. Tanpa SDM yang handal dari segi kualitas dan kuantitas maka sulit untuk mewujudkan pelayanan pendidikan kearah yang moderen, moderat dan visioner.
      2. Pengembangan Kualitas Pegawai
        • Mengembangkan kualitas pegawai melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat), workshop;
        • Memberikan kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan sesuai dengan tugas masing-masing;
        • Melaksanakan rotasi tugas sebagai upaya penyegaran formasi dan meningkatkan pengalaman kinerja pegawai;
    • Jabatan Fungsional dan Struktural Jabatan fungsional dan struktural mengalami perkembangan dan peningkatan dari segi kuantitas lima tahun yang akan datang. Hal ini diyakini karena ada target pencapaian yang akan dicapai yaitu alih status dari Sekolah Tinggi menjadi institut dan dari institu menuju Universitas. Perubahan alih status tersebut akan dibarengi dengan kebutuhan akan jabatan fungsional dan struktural. Berikut gambaran kebutuhan jabatan struktural dalam lima tahun kedepan, yaitu:
      No
      Kategori
      Tahun
      2018
      2019
      2020
      2021
      2022
      1
      Rektor
      1
      1
      1
      1
      1
      2
      Wakil Rektor I, II, III
      3
      3
      3
      3
      3
      3
      Direktur Pascasarjana
      1
      1
      1
      1
      1
      4
      Asisten Direktur Pascasarjana I dan II
      3
      3
      3
      3
      3
      5
      Sekertaris Direktur Pascasarjana
      1
      1
      1
      1
      1
      6
      Dekan
      3
      3
      4
      4
      4
      7
      Wakil Dekan I, II, dan III
      9
      9
      12
      12
      12
      8
      Ketua Jurusan
      11
      11
      12
      12
      12
      9
      Sekretaris Jurusan
      11
      11
      12
      12
      12
      10
      Kepala Biro
      1
      1
      1
      1
      1
      11
      Kabag
      3
      3
      4
      4
      4
      12
      Kasubag
      9
      9
      12
      12
      12

      Jumlah :

      56
      56
      66
      66
      66
      Berikut gambaran kebutuhan jabatan fungsional dalam lima tahun kedepan, yaitu:
      No
      Kategori
      Tahun
      2018
      2019
      2020
      2021
      2022
      1
      Guru Besar
      2
      3
      4
      5
      2
      Lektor Kepala
      3
      5
      8
      10
      15
      3
      Lektor
      10
      16
      25
      30
      35
      4
      Asisten Ahli
      11
      17
      27
      35
      40
      Jumlah
      24
      40
      63
      79
      95
    • Barang Milik Negara Pengembangan dan peningkatan Barang Milik Negara (BMN) dalam lima tahun kedepan sangat penting untuk mendorong pelaksanaan pendidikan yang lebih baik dan berkemajuan. Ada beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam hal ini, yaitu:
      1. Pengadaan tanah Pengadaan tanah ditempuh dengan tiga cara yaitu melalui dana DIPA, kerjasama dengan PEMDA setempat dan tanah hibah masyarakat. Pengadaan tanah dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel pengembangan tanah lima tahun kedepan
        No
        Kategori
        Tahun
        2018
        2019
        2020
        2021
        2022
        1
        Tanah melalui DIPA
        88.300 M2
        15.000 M2
        30.000 M2
        40.000 M2
        50.000 M2
        2
        Tanah hibah/wakaf
        3.645 M2
        50.000M2
        Jumlah
        91.945 M2
        15.000 M2
        30.000 M2
        40.000 M2
        100.000 M2
      2. Pembangunan Gedung Untuk memenuhi standar pengembangan IAIN Sorong diperlukan penambahan sarana prasarana berupa gedung yang memadai dan fasilitas yang bertaraf nasional dan internasional. Gedung dan fasilitas tersebut dibangun secara bertahap dalam jangka lima tahun kedepan. Rancangan pembangunan gedung dalam lima tahun kedepan yaitu:
        No
        Kategori
        Tahun
        2018
        2019
        2020
        2021
        2022
        1
        Gedung Kantor
        5
        6
        7
        7
        7
        2
        Gedung Perkuliahan
        5
        6
        7
        8
        9
        3
        Gedung Perpustakaan Lengkap Multimedia
        1
        2
        2
        2
        2
        4
        Gedung LAB Terpadu
        1
        1
        2
        2
        2
        5
        Gedung Administrasi
        1
        2
        2
        2
        2
        6
        Gedung Aula
        1
        1
        1
        1
        1
        7
        Gedung Rektorat
        1
        1
        2
        2
        2
        8
        Gedung Pascasarjana
        1
        1
        2
        2
        2
        9
        Gedung Ruang Dosen
        1
        2
        2
        2
        2
        10
        Gedung Ma’had Mahasaiswa
        3
        3
        3
        3
        3
        Jumlah
        20
        25
        30
        31
        32
      3. Pengadaan Kendaraan Dinas Kendaraan dinas merupakan penunjang dalam kesuksesan misi pendidikan STAIN Sorong. Olehnya itu lima tahun kedepan semua kebutuhan kendaraan akan terpenuhi sehigga kemungkinan untuk menjadi kampus terdepan dan termaju dapat terwujud. Adapun kebutuhan kendaraan lima tahun kedepan yaitu:
        No
        Kategori
        Tahun
        2018
        2019
        2020
        2021
        2022
        1
        Roda 6
        1
        1
        2
        2
        3
        2
        Roda 4
        7
        10
        12
        14
        16
        3
        Roda 2
        11
        15
        20
        25
        30
        Jumlah
        19
        26
        34
        41
        49
      4. Pengadaan Sarana Prasarana Pendukung Sarana dan prasarana yang lengkap dan moderen merupakan kebutuhan sebuah perguruan tinggi untuk menghasilkan output yang mendunia dan berkelas serta religius. Sarpras tersebut merupakan kebutuhan dan keharusan. Dalam lima tahun kedepan semua fasilitas pendidikan harus sudah biasa ditemukan dan dipergunakan di STAIN Sorong. Tabel berikut menggambarkan kebutuhan akan sarpras tersebut yang akan terpenuhi secara kualitas dan kuantitas dalam lima tahun yang akan datang, yaitu:
        No
        Kategori
        Tahun
        2018
        2019
        2020
        2021
        2022
        1
        Laptop
        38
        48
        75
        100
        125
        2
        LCD
        22
        25
        35
        50
        75
        3
        Papan Tulis
        29
        37
        57
        100
        150
        4
        Kursi Sofa
        14
        19
        24
        30
        40
        5
        Kamera
        3
        5
        10
        15
        20
        6
        Internet
        40 Mbps
        40 Mbps
        40 Mbps
        40 Mbps
        40 Mbps
        7
        Alat Shooting
        1
        2
        5
        10
        15
        8
        Printer
        27
        35
        45
        75
        100
        9
        Kipas Angin
        24
        37
        57
        100
        150
        10
        AC
        50
        60
        70
        80
        90
        11
        Kursi
        1083
        1383
        2000
        5000
        9000
        Sarpras diatas belum termasuk ATK, barang habis pakai dan pengadaan lain yang sifatnya pengadaan jasa.
    • Perencanaan Dan Keuangan Bidang perencanaan dan keuangan melakukan pengembangan pada kualitas SDM, pengembangan infrastruktur, meningkatkan pendanaan yang bersumber dari Pemerintah maupun dari pihak lain yang tidak terikat. Perkembangan dan perencanaan kebutuhan keuangan IAIN Sorong terlihat pada tabel berikut:
      No
      Kategori
      Tahun
      2018
      2019
      2020
      2021
      2022
      1
      Rupiah Murni
      22.232.102.000
      70.464.204.000
      150.000.000.000
      200.000.000.000
      250.000.000.000
      2
      PNBP
      2.436.291.000
      2.106.300.000
      1.000.500.000
      2.000.000.000
      2.500.000.000
      3
      SBSN
      43.127.192.000
      20.000.000.000
      4
      IDB
      350.000.000.000
      5
      Word Bank
      6
      Hibah
      3.000.000.000
      5.000.000.000-
      Jumlah
      68.295.585.000
      72.590.504.000
      154.000.500.000
      552.000.000.000
      257.500.000.000.-
  3. Bidang Kemahasiswaan Bidang kemahasiswaan difokuskan pada peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru dan peningkatan kualitas mahasiswa serta penguatan kelembagaan mahasiswa.
    • Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru Target penerimaan mahasiswa sampai dengan tahun 2022 sebanyak 11.600 mahasiswa. Tabel peningkatan jumlah mahasiswa:
      No
      Kategori
      Tahun
      2018
      2019
      2020
      2021
      2022
      1
      Tarbiyah / PAI
      200
      300
      400
      500
      600
      2
      Tarbiyah / TBI
      100
      150
      200
      250
      300
      3
      Tarbiyah / PGMI
      150
      200
      250
      300
      350
      4
      Tarbiyah / PGRA
      30
      60
      100
      150
      5
      Tarbiyah / Tadris Matematika
      30
      60
      80
      100
      6
      Tarbiyah / Tadris IPA
      30
      60
      100
      150
      7
      Tarbiyah / Manajemen PAI
      30
      60
      100
      150
      8
      Dakwah dan Komunikasi / KPI
      100
      150
      200
      250
      300
      9
      Dakwah dan Komunikasi / BPI
      100
      150
      200
      250
      300
      10
      Dakwah dan Komunikasi / Manajemen Dakwah
      20
      40
      60
      80
      11
      Dakwa dan Komunikasi / Pengembangan Masyarakat Islam
      20
      40
      60
      80
      12
      Syariah / Ekonomi Syariah
      250
      350
      450
      550
      650
      13
      Syariah / Akhwalus Syahsiah
      100
      150
      200
      250
      300
      14
      Syariah / Perbangkan Syariah
      30
      60
      120
      200
      15
      Pascasarjana / Kepemimpinan Transformatif
      75
      150
      200
      250
      300
      16
      Pascasarjana / Manajemen Dakwah
      50
      100
      150
      200
      17
      Pascasarjana / Hukum Islam
      50
      100
      150
      200
      Jumlah
      1.075
      1.890
      2.680
      3.520
      4.410
      Jumlah Seluruh Mahasiswa
      13.575
    • Pengembangan Bidang Kemahasiswaan
      1. Meningkatkan mutu pelayanan kemahasiswaan yang lebih baik melalui peningkatan kompetensi pegawai yang ditunjang oleh layanan sistem komputerisasi, baik akademik maupun administratif;
      2. Mengembangkan budaya akademik di kalangan mahasiswa;
      3. Mengembangkan kepemimpinan mahasiswa;
      4. Mengembangkan moralitas dan integritas mahasiswa;
      5. Meningkatkan kualitas kemampuan berbahasa asing bagi mahasisiwa;
      6. Mengembangkan minat dan bakat mahasiswa;
      7. Mengupayakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa;
      8. Menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan beragama kampus;
      9. Mengupayakan program magang bagi mahasiswa;
      10. Menjalin silaturahmi dengan alumni dan menyusun database bagi alumni;
      11. Mengikutsertakan mahasiswa pada event-event regional, nasional dan internasional di bidang ilmiah, olahraga dan seni.

PENUTUP
          Rencana Strategis (Renstra) STAIN Sorong Tahun 2018-2022 pada dasarnya merupakan pejabaran lebih lanjut dari visi dan misi STAIN Sorong, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi Islam. Secara fungsioanal, Renstra ini diarahkan untuk merespon berbagai tantangan dan peluang terhadap tuntutan perubahan lingkungan strategis, baik bersifat internal maupan eksternal. Selain itu, Renstra ini menggambarkan peta potensi dan permasalahan, program dan kegiatan yang ditetapkan, serta hasil (outcome) yang diharapkan dan keluaran (output) yang ingin dihasilkan.
          STAIN Sorong dengan tupoksi yang diembannya, sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan tinggi agama Islam, diharapkan lebih proaktif, kreatif, adaptif, dan responsif terhadap laju perubahan di berbagai sektor kehidupan, baik perubahan yang membawa dampak positif maupun negatif, terutama bagi stakeholders.
          Renstra ini memiliki karakateristik yang bersifat dinamis, dalam arti bahwa dalam implementasinya secara berkesinambungan dilakukan penyesuaian dari tahun ke tahun sebagai respon terhadap dinamika kehidupan sosial ekonomi religious stakeholders. Sesuai dengan peruntukan, maka Renstra ini diharapkan dapat membantu para pelaksana dan pengelola program/kegiatan dalam melakukan pengukuran tingkat keberhasilan program/kegiatan yang dikelola.
          Dengan Renstra ini pula, diharapkan unit-unit kerja di lingkungan STAIN Sorong memiliki pedoman yang dapat dijadikan penuntun manajemen bagi pencapaian arah, tujuan, dan sasaran program selama lima tahun yaitu tahun 2018 – 2022.