
Humas IAIN Sorong – Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) tengah mempersiapkan diri secara intensif untuk menghadapi proses akreditasi dengan target meraih predikat “Unggul” pada bulan Juli mendatang. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan serta meningkatkan daya saing lulusan.
Fokus utama persiapan saat ini adalah melengkapi berbagai dokumen dan data pendukung akreditasi. Hal tersebut mencakup asesmen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), data luaran alumni, hingga dokumen administratif dosen terkait pelaksanaan tridharma perguruan tinggi serta kerja sama institusional.
Dari sisi sumber daya manusia, TBI menunjukkan kesiapan yang kuat. Jumlah dosen bergelar doktor dan lektor kepala bahkan telah melampaui persyaratan minimal untuk akreditasi unggul. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas pembelajaran di lingkungan prodi.
Selain itu, produktivitas mahasiswa juga dinilai telah memenuhi kriteria. Berbagai capaian seperti publikasi ilmiah, artikel, book chapter, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi bukti kontribusi akademik mahasiswa. Meski demikian, prodi mengakui bahwa prestasi non-akademik mahasiswa masih lebih dominan, salah satunya disebabkan keterbatasan ajang kompetisi akademik di wilayah Sorong.
Di tengah tantangan tersebut, TBI tetap menunjukkan daya tarik tersendiri. Meskipun istilah “Tadris Bahasa Inggris” belum sepopuler “Pendidikan Bahasa Inggris,” tingkat serapan alumni di dunia kerja tergolong tinggi. Kembalinya mata pelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar turut membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusan, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA.
Lulusan TBI tidak hanya dipersiapkan sebagai guru mata pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan seperti menjadi wali kelas serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri berkat kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.
Dalam proses pembelajaran, TBI memberikan pengalaman praktik yang beragam, mulai dari praktik mengajar di sekolah dan komunitas belajar hingga kolaborasi dengan komunitas literasi seperti Pinjam Pustaka. Kurikulum yang diterapkan juga dirancang adaptif dengan kebutuhan zaman, termasuk melalui mata kuliah Business English, Entrepreneurship, dan Edupreneurship.
Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengembangkan ide bisnis berbasis pendidikan bahasa Inggris, sehingga tidak hanya berorientasi sebagai tenaga pendidik, tetapi juga memiliki potensi sebagai wirausahawan di bidang pendidikan.
Dalam proses penerimaan mahasiswa baru, TBI mengedepankan pendekatan humanis. Calon mahasiswa tetap diberikan kesempatan meskipun belum memiliki dasar bahasa Inggris yang kuat, dengan mempertimbangkan potensi lain yang dimiliki.
Meski menghadapi tantangan seperti fluktuasi jumlah pendaftar dan konsistensi pengembangan minat mahasiswa di luar kurikulum formal, TBI terus berupaya merumuskan strategi yang tepat. Berbagai program pengembangan, seperti klub bahasa Inggris dan diskusi penelitian, terus dioptimalkan guna mendukung keberhasilan mahasiswa di berbagai bidang.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, TBI optimistis dapat meraih akreditasi unggul dan terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
Penulis : nir/humas
Dokumentasi : arsip tbi
Editor : wi/humas