
HUMAS IAIN SORONG – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong sukses menggelar yudisium Magister (S2) dengan meluluskan delapan mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka. Kegiatan ini menjadi penanda resmi berakhirnya masa pendidikan para peserta sekaligus awal langkah baru dalam perjalanan akademik dan profesional mereka. Rabu, 15/04/2026
Kedelapan peserta yudisium menunjukkan capaian akademik yang membanggakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) berkisar antara 3,28 hingga 3,71. Lama studi yang ditempuh pun beragam, mulai dari 2 tahun 1 bulan 5 hari hingga 3 tahun 5 bulan 2 hari. Dari seluruh lulusan, enam orang berhasil meraih predikat “Sangat Memuaskan”, sementara dua lainnya memperoleh predikat “Memuaskan”, mencerminkan dedikasi dan kerja keras selama menempuh pendidikan.
Adapun para lulusan tersebut adalah Sitti Rauda Kabestubun dengan IPK 3,50 dan lama studi 2 tahun 1 bulan 5 hari (Memuaskan), Masrul Haq Abdul Rahman dengan IPK 3,71 dan lama studi 3 tahun 5 bulan 2 hari (Sangat Memuaskan), serta Sitti Kamariyah dengan IPK 3,63 dan lama studi 2 tahun 5 bulan 4 hari (Sangat Memuaskan). Selanjutnya, Muhammad Munawir Ghadafi Fakaubun meraih IPK 3,52 dengan predikat Sangat Memuaskan, Mahdi Mardani Difinubun dengan IPK 3,68 (Sangat Memuaskan), dan Sari Indrawati Rumoning dengan IPK 3,67 (Sangat Memuaskan). Ridwan Siwasiwan juga memperoleh IPK 3,67 dengan predikat Sangat Memuaskan, sementara Mohamad Dani Rumalean meraih IPK 3,28 dengan predikat Memuaskan.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana IAIN Sorong, Bambang Sunatar, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium atas keberhasilan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa gelar Magister bukanlah akhir, melainkan gerbang baru yang membawa konsekuensi terhadap ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.


Ia juga mengingatkan bahwa lulusan S2 diharapkan memiliki pola pikir yang lebih matang serta mampu menunjukkan perbedaan kualitas dibandingkan lulusan jenjang sebelumnya. Selain itu, para alumni diimbau untuk senantiasa menjaga etika dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat sebagai cerminan dari tingkat pendidikan yang telah dicapai.
Lebih lanjut, Bambang Sunatar menyoroti pentingnya publikasi ilmiah sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik. Ia menegaskan bahwa publikasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, merupakan aspek penting yang harus terus ditingkatkan oleh mahasiswa dan dosen sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Acara yudisium ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Pascasarjana IAIN Sorong, di antaranya Wakil Direktur Pascasarjana Fardan Abdillah, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Mulyono, serta Ketua Program Studi Doktoral Pendidikan Agama Islam Hasbullah, beserta dosen dan tenaga kependidikan.
Di akhir sambutannya, Direktur Pascasarjana menyampaikan permohonan maaf kepada para alumni apabila selama proses perkuliahan terdapat kekhilafan, baik dalam tutur kata maupun sikap. Acara ini pun ditutup dengan harapan agar para lulusan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis : nir/humas
Editor : wi/humas