IAIN SORONG JALIN KERJA SAMA DENGAN KOMISI NASIONAL DISABILITAS, PERKUAT KOMITMEN INKLUSIVITAS

Humas IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menerima kunjungan Komisi Nasional Disabilitas dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di lantai dua Gedung Rektorat, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen kampus terhadap pemenuhan hak dan kebutuhan penyandang disabilitas.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Sudirman, yang mewakili rektor, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan kampus karena agenda di luar daerah. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kepercayaan Komisi Nasional Disabilitas yang memilih IAIN Sorong sebagai mitra kerja sama.

Sudirman juga memaparkan profil singkat kampus, mulai dari jumlah mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan, serta memperkenalkan berbagai fasilitas yang dimiliki. Ia mengakui bahwa sarana pendukung bagi penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan. Namun demikian, pihak kampus berkomitmen untuk terus berbenah guna menghadirkan lingkungan yang lebih inklusif.

“Kami siap mendukung berbagai program yang berkaitan dengan penyandang disabilitas, termasuk rencana pembentukan pusat layanan khusus yang akan lebih fokus menangani isu-isu disabilitas di lingkungan kampus,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II, Muhammad Rusdi Rasyid, menilai kerja sama ini sebagai langkah positif yang mencerminkan tanggung jawab bersama dalam memperhatikan hak penyandang disabilitas. Ia juga mengusulkan agar setiap pembangunan fasilitas kampus, khususnya yang bersumber dari SBSN, dapat memasukkan persyaratan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

“Ke depan, aspek inklusivitas perlu menjadi bagian penting dalam setiap pembangunan infrastruktur kampus,” ungkapnya, seraya menegaskan komitmennya untuk mendukung program Komisi Nasional Disabilitas.

Perwakilan Komisi Nasional Disabilitas, Kikin P. Tarigan bersama Deka Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan komitmen yang ditunjukkan IAIN Sorong. Mereka berharap kampus dapat mengembangkan kurikulum, mata kuliah, serta penelitian yang berfokus pada isu disabilitas, didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten di bidang tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Tarbiyah, Indria Nur, menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki kurikulum dan penelitian yang membahas disabilitas. Hal ini menjadi bukti bahwa IAIN Sorong, khususnya Fakultas Tarbiyah, telah mulai memberi perhatian serius terhadap pengembangan kajian dan layanan bagi penyandang disabilitas.

Melalui penandatanganan MoU ini, IAIN Sorong menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah disabilitas, dan selaras dengan program pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat.

 

 

Penulis : zul/humas

Editor : wi/humas

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *