TEMU ALUMNI : DARI PENELITIAN MENJADI PANGGILAN PENGABDIAN

Anisa Eka Oktavia, alumni Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Sorong yang lulus pada tahun 2022

HUMAS IAIN Sorong – Setiap orang memiliki cerita tentang bagaimana menemukan jalan hidupnya. Bagi Anisa Eka Oktavia, alumni Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Sorong yang lulus pada tahun 2022, jalan itu justru membawanya ke dunia pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Saat ini, Anisa mengabdikan diri sebagai guru di SDLB Inpres 73 Malangkedi. Menariknya, ketertarikan pada dunia pendidikan inklusif bukan muncul setelah lulus kuliah, melainkan sudah tumbuh ketika masih menjadi mahasiswa.

Ia bercerita, semuanya berawal saat melakukan penelitian di sekolah tersebut. Dari situlah ia mulai mengenal lebih dekat kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus. Pengalaman itu meninggalkan kesan yang begitu mendalam hingga akhirnya ia memutuskan untuk menekuni bidang tersebut sebagai profesinya.

“Awalnya saya hanya datang untuk penelitian. Tapi setelah melihat langsung dan berinteraksi dengan anak-anak di sana, saya merasa tertarik. Dari situ saya berpikir, mungkin memang di sinilah saya bisa mengabdikan diri,” ungkap Anisa.

Pilihan Anisa sebenarnya sudah sejalan sejak awal ia menentukan jurusan kuliah. Ia mengaku mengenal IAIN Sorong melalui rekomendasi senior di sekolahnya. Karena memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan kemasyarakatan, ia disarankan memilih Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

Anisa Eka Oktavia, alumni Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Sorong yang lulus pada tahun 2022 Saat berada di SDLB Inpres 73 Malangkedi

Keputusan itu kini ia syukuri. Menurutnya, hampir setiap ilmu yang dipelajari selama kuliah masih ia gunakan hingga sekarang. Mata kuliah psikologi, komunikasi, konseling, hingga cara memahami perilaku manusia menjadi bekal yang sangat membantunya saat mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus.

“BPI mengajarkan kami untuk melihat setiap orang dari sudut pandang yang berbeda. Kami belajar psikologi, belajar memahami karakter manusia, belajar bersosialisasi di berbagai lingkungan. Semua itu benar-benar saya terapkan dalam pekerjaan saya sekarang,” katanya.

Bagi Anisa, menjadi guru di sekolah luar biasa bukan sekadar mengajar membaca atau berhitung. Ada tanggung jawab yang lebih besar, yaitu membantu anak-anak berkebutuhan khusus agar semakin diterima di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan berasal dari anak-anak itu sendiri, melainkan bagaimana mengubah cara pandang masyarakat. Ia berharap semakin banyak orang yang menyadari bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang sama dan layak memperoleh kesempatan, ruang, serta penghargaan seperti anak-anak lainnya.

Di tengah kesibukannya sebagai guru, Anisa juga ingin menyampaikan satu pesan penting mengenai Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang BPI hanya sebagai program studi yang melahirkan penyuluh agama atau konselor.

“BPI itu luas. Lulusannya bisa bekerja di banyak bidang. Bisa di dunia sosial, pendidikan, pendampingan penyandang disabilitas, pemberdayaan masyarakat, bahkan bidang-bidang lain yang membutuhkan kemampuan memahami dan mendampingi manusia. Jangan membatasi diri hanya pada satu profesi,” ujarnya.

Ia pun mengajak mahasiswa BPI yang masih menempuh pendidikan agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Menurutnya, jangan hanya terpaku pada satu mata kuliah yang disukai, tetapi perbanyak belajar, memperluas pengalaman, dan terus mengasah kemampuan karena semua ilmu yang diperoleh akan sangat berguna ketika memasuki dunia kerja.

Tak lupa, Anisa memberikan semangat kepada calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan untuk kuliah di IAIN Sorong, khususnya di Program Studi BPI.

“Kalau memang suka dengan dunia sosial dan ingin belajar memahami manusia lebih dalam, BPI adalah pilihan yang tepat. Di sini kita tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga banyak ilmu lain yang sangat bermanfaat untuk kehidupan dan dunia kerja,” tuturnya.

Di akhir perbincangan, Anisa menyampaikan rasa terima kasih kepada IAIN Sorong yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Ia berharap kampus terus berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak lulusan yang siap berkarya di berbagai bidang.

Perjalanan Anisa Eka Oktavia menjadi salah satu bukti bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat membuka banyak peluang pengabdian. Dari ruang kelas BPI hingga ruang belajar anak-anak berkebutuhan khusus, ia menunjukkan bahwa lulusan IAIN Sorong mampu hadir, memberi manfaat, dan membawa perubahan di tengah masyarakat.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *