PEMBINAAN KEAGAMAAN IAIN SORONG KEMBALI BERGULIR, PIMPINAN AJAK PERKUAT IKHTIAR DAN TANGGUNG JAWAB

HUMAS IAIN Sorong – Setelah sempat terhenti selama beberapa bulan akibat penerapan kebijakan Work From Home (WFH), kegiatan Pembinaan Keagamaan bagi sivitas akademika IAIN Sorong kembali dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di lingkungan kampus. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus meningkatkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur serta insan akademik.

Kegiatan dipandu oleh Diah Aghsari sebagai moderator, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hasan Fur Nuhuyanan, yang menghadirkan suasana religius sebelum rangkaian pembinaan dimulai.

Dalam arahannya, Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan kini kembali dilaksanakan secara rutin seiring diberlakukannya kembali kebijakan Work From Office (WFO) setiap hari Jumat. Menurutnya, kebijakan tersebut diambil berdasarkan berbagai pertimbangan institusi guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan pencapaian target organisasi.

Rektor menegaskan bahwa setiap individu maupun institusi memiliki target yang harus dicapai. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika diharapkan memiliki komitmen untuk bekerja secara disiplin, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta menghindari kebiasaan menunda pekerjaan.

“Jika suatu pekerjaan dapat diselesaikan hari ini, maka selesaikanlah. Jangan menunda karena setiap target memiliki batas waktu yang harus dipenuhi. Semua itu menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk membiasakan diri melakukan perencanaan dan analisis terhadap setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan sehingga target institusi dapat tercapai secara optimal. Menurutnya, keberhasilan organisasi lahir dari tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan amanah yang diberikan.

Tidak hanya menyoroti aspek profesionalisme, Rektor juga mengingatkan pentingnya memperkuat ikhtiar dan nilai-nilai spiritual dalam menjalani kehidupan. Ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai pekerjaan sebagai bagian dari ibadah sehingga setiap aktivitas yang dilakukan dapat memberikan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I IAIN Sorong, Sudirman, menyampaikan materi pembinaan yang menitikberatkan pada pentingnya membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT sebelum membangun hubungan dengan sesama manusia.

Menurutnya, hubungan dengan Allah merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Ketika hubungan dengan Allah terjaga dengan baik, maka hubungan sosial dengan sesama manusia akan lebih mudah dibangun atas dasar keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai godaan yang dapat menjauhkan diri dari kebaikan. Oleh sebab itu, setiap individu harus mampu melakukan introspeksi diri dan menjaga komitmen untuk selalu berada di jalan yang diridai Allah SWT.

“Jangan sampai kita menjadi beban bagi orang lain. Sebaliknya, jadilah pribadi yang mampu bekerja sama, saling membantu, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Insya Allah, dari hubungan yang baik itu akan lahir keberkahan,” ungkapnya.

Selain menyampaikan pembinaan spiritual, Sudirman turut mengajak seluruh unsur yang ada di IAIN Sorong untuk bersama-sama menyukseskan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Sorong. Menurutnya, keberhasilan PMB merupakan tanggung jawab seluruh elemen kampus, bukan hanya panitia atau unit tertentu.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Sorong, Muhammad Rusdi Rasyid, melanjutkan pembinaan dengan mengulas pentingnya menjaga hubungan manusia dengan Allah SWT sebagai landasan dalam menjalankan setiap aktivitas.

Ia menambahkan bahwa sebagaimana disampaikan sebelumnya, setan memiliki komitmen untuk menyesatkan manusia. Oleh karena itu, setiap insan dituntut untuk memiliki komitmen yang lebih kuat dalam menaati perintah Allah SWT dan menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya.

Menurutnya, Allah telah menganugerahkan akal kepada manusia sebagai bekal untuk berpikir, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana. Karena itu, akal harus digunakan secara optimal dalam bekerja, berkarya, serta memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat.

Melalui pembinaan keagamaan yang kembali digelar secara rutin, IAIN Sorong berharap nilai-nilai religius dapat terus menjadi fondasi dalam membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan penuh integritas. Sinergi antara penguatan spiritual dan peningkatan kinerja diharapkan mampu mendukung terwujudnya visi IAIN Sorong sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *