YUDISIUM GELOMBANG II FAKULTAS TARBIYAH, BEKAL ILMU DAN ADAB UNTUK CALON PENDIDIK

HUMAS IAIN Sorong – Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong kembali menggelar Yudisium Sarjana Gelombang II dengan mengusung tema “Cerdas dan Religius”, Senin (11/8/2026). Bertempat di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong, kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan melangkah ke fase berikutnya sebagai lulusan.

Pada yudisium kali ini, sebanyak 45 mahasiswa dinyatakan mengikuti prosesi yudisium. Mereka berasal dari lima program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, dengan rincian 8 mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), 13 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), 4 mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA), 3 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), serta 17 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Yudisium tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Indria Nur, didampingi Wakil Dekan I Fatma Sari, Wakil Dekan II Suharmoko, serta seluruh koordinator program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah. Selanjutnya, Wakil Dekan I membacakan Surat Keputusan (SK) yudisium. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama mahasiswa yang mengikuti yudisium oleh masing-masing koordinator program studi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Indria Nur, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti yudisium. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para koordinator program studi atas dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan sehingga pelaksanaan yudisium dapat terlaksana.

Menurutnya, yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan pengabdian di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang akan menekuni profesi sebagai tenaga pendidik.

Indria Nur mengingatkan para calon lulusan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sebagai calon pendidik, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi bagian penting dalam menghadapi peserta didik yang berasal dari generasi berbeda.

“Kemajuan teknologi harus digunakan dengan bijak. Sebagai calon tenaga pendidik, kalian harus melek terhadap perkembangan teknologi agar nantinya mampu menghadapi siswa yang memiliki perbedaan generasi dengan baik,” pesannya.

Namun, di tengah tuntutan penguasaan ilmu dan teknologi, Indria menegaskan bahwa adab tetap menjadi hal yang paling utama. Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter dan perilaku yang baik.

Ia mengingatkan bahwa predikat akademik yang tinggi tidak akan memiliki makna yang utuh apabila tidak dibarengi dengan adab dalam kehidupan sehari-hari.

“Percuma menjadi cumlaude kalau tidak memiliki adab. Percuma menjadi sarjana kalau tidak punya adab. Ilmu harus berjalan bersama akhlak,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi para calon lulusan Fakultas Tarbiyah yang nantinya akan berhadapan langsung dengan peserta didik. Seorang pendidik tidak hanya dituntut menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan contoh melalui sikap dan perilaku.

Indria berharap para lulusan mampu menjadi pendidik yang membawa kebaikan bagi peserta didik dan lingkungan tempat mereka mengabdi. Ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kesalahan atau kekurangan dari seluruh unsur yang

ada di lingkungan Fakultas Tarbiyah.

Yudisium Gelombang II ini menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan perjalanan akademik bagi 45 mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Dengan bekal ilmu, kecerdasan, penguasaan teknologi, serta adab yang telah diperoleh selama masa studi, para calon lulusan diharapkan mampu melangkah ke tengah masyarakat sebagai pendidik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan kebaikan dan keteladanan bagi generasi yang mereka didik.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *