PASCASARJANA IAIN SORONG GELAR YUDISIUM PAI, TEKANKAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF

Humas IAIN Sorong — Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menggelar yudisium Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengusung distingsi Kepemimpinan Transformatif. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan akademiknya, sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. Selasa, 18/08/2026

Prosesi yudisium diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Direktur Pascasarjana IAIN Sorong Nomor 04 Tahun 2026 tentang Penetapan Yudisium Kelulusan Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sorong. Surat keputusan tersebut dibacakan oleh Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Sorong, Fardan Abdillah.

Selanjutnya, prosesi yudisium secara resmi dibuka dan ditutup oleh Direktur Pascasarjana IAIN Sorong, Bambang Sunatar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pascasarjana IAIN Sorong Bambang Sunatar, Wakil Direktur Pascasarjana Fardan Abdillah, Ketua Program Studi Magister PAI Mulyono, Ketua Program Studi Doktoral PAI Hasbullah, serta Sekretaris Magister Pascasarjana Khatifah yang bertindak sebagai pembawa acara.

Dalam sambutannya, Bambang Sunatar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti yudisium. Ia mengatakan, yudisium merupakan peristiwa sakral yang menandai berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.

Ketika kembali ke masyarakat, gelar magister bagi sebagian masyarakat merupakan hal yang luar biasa. Karena itu, saya berharap para lulusan dapat menjaga nama baik institusi,” ujar Bambang.

Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan para lulusan di luar lingkungan kampus turut mencerminkan identitas serta pendidikan yang telah mereka tempuh di IAIN Sorong.

Bambang juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan dalam mengembangkan Pascasarjana IAIN Sorong. Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata ditunjukkan melalui simbol atau atribut jabatan, tetapi melalui keteladanan, kebersamaan, serta komitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional dan penuh keikhlasan.

Pemimpin bukan hanya tentang jabatan dan atribut, tetapi bagaimana memberikan keteladanan, membangun kebersamaan, serta melayani dengan profesional dan ikhlas,” tegasnya.

Yudisium tersebut diikuti oleh 10 mahasiswa, yakni Siti Fatimah, Herman Darmawanto, Ahmad Muzaki, Firman, Chairul Anwar Saputra, Agus Heriana, Namira Zulfia Z., Murid Joutulis, Jamaluddin Maelan, dan Eko Wahyu Prasetyo.

Melalui yudisium ini, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan transformatif dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan institusi.

 

Penulis : Nir / Humas 
Editor : WI/Humas

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *