
HUMAS IAIN Sorong – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menggelar ramah tamah bagi para alumni yang baru saja dikukuhkan dalam Wisuda IAIN Sorong Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong dengan mengusung tema “Mencetak Generasi Unggul, Berilmu, Berakhlak, dan Berkontribusi untuk Umat dan Bangsa.”
Ramah tamah tersebut menjadi momentum bagi Fakultas Tarbiyah untuk melepas para lulusan sekaligus mempererat kembali hubungan kekeluargaan antara alumni, pimpinan fakultas, dosen, dan sivitas akademika. Kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah, mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, koordinator program studi, hingga dosen di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah melewati perjalanan akademik selama beberapa tahun, para alumni kembali berkumpul bersama para dosen yang selama ini mendampingi proses pendidikan mereka. Momen tersebut tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan kesan, pesan, nasihat, serta harapan bagi para lulusan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Mewakili mahasiswa dan alumni Fakultas Tarbiyah, Nurhayati Samsuddin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan pendampingan selama menjalani proses perkuliahan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dan kesalahan yang mungkin dilakukan selama menjadi mahasiswa.


Bagi Nurhayati, kebersamaan selama berada di Fakultas Tarbiyah akan menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan. Ia mengingat kembali berbagai perjuangan yang telah dilalui bersama teman-teman selama menempuh pendidikan hingga akhirnya sampai pada tahap kelulusan.
Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki fase kehidupan yang baru. Setelah mendapatkan bekal ilmu dari kampus, para alumni kini memiliki tanggung jawab untuk menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dosen Fakultas Tarbiyah, Abdul Azis K. Ia mengingatkan para alumni agar tidak merasa takut menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah akan menjadi bekal penting ketika terjun ke tengah masyarakat, terlebih apabila ilmu tersebut mampu diamalkan dan memberikan manfaat.
Ia juga mendorong para alumni untuk menjadi pribadi yang memiliki kemampuan beragam atau multitalenta. Dunia setelah kampus akan menghadirkan berbagai tantangan sehingga para lulusan perlu terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti belajar.
“Jangan pernah berhenti belajar dalam hal apa pun. Usahakan menjadi pribadi yang multitalenta dan terus kembangkan kemampuan yang kalian miliki,” pesannya.
Abdul Azis juga mengingatkan para alumni agar tetap menjaga hubungan dengan para dosen. Ikatan yang telah terbangun selama masa perkuliahan diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan para mahasiswa selama kurang lebih empat tahun menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah.
Pesan dan kesan juga disampaikan oleh jajaran pimpinan serta para koordinator program studi. Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Fatmasari, mengingatkan para alumni untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab yang masih menjadi tanggungan mereka. Ia menekankan pentingnya kejujuran sebagai salah satu nilai yang harus terus dijaga setelah menjadi alumni.
Selanjutnya, Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah, Suharmoko, menyampaikan bahwa selesainya pendidikan di perguruan tinggi merupakan satu tahapan yang akan mengantarkan para alumni menuju tahapan kehidupan berikutnya. Ia berharap para lulusan dapat menjalani fase baru tersebut dengan baik dan meraih kesuksesan di mana pun mereka berada.
Pesan serupa disampaikan Koordinator Program Studi TIPA, Rabiudin, yang melihat kelulusan sebagai proses peralihan dari kehidupan mahasiswa menuju kehidupan sebagai bagian dari masyarakat. Menurutnya, ilmu yang telah diperoleh selama berada di kampus harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Koordinator Program Studi TBI, Miftahul Fadli D., mengingatkan para alumni bahwa nilai dan capaian yang diperoleh selama menempuh pendidikan merupakan sebuah amanah. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti belajar hanya karena telah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Dari Program Studi PGMI, Koordinator Prodi Oki Sandra Agnes berpesan agar para alumni tetap menjaga komunikasi dan tidak kehilangan kontak dengan teman-teman maupun para dosen. Menurutnya, hubungan baik yang telah dibangun selama berada di lingkungan kampus merupakan bagian dari perjalanan yang perlu terus dipelihara.
Sementara itu, Koordinator Program Studi MPI, Hartinah, mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru dengan tantangan yang berbeda. Ia berpesan agar para alumni tetap menjaga kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani kehidupan setelah kampus.
Pesan juga disampaikan oleh Rosdiana, salah satu dosen Fakultas Tarbiyah. Ia menekankan pentingnya menjaga kepribadian ketika para alumni telah berada di tengah masyarakat. Menurutnya, bagaimana seseorang membawa diri akan menjadi bagian penting dari penilaian masyarakat terhadap dirinya maupun almamater.
Rosdiana juga mendorong para alumni untuk tidak berhenti pada jenjang pendidikan sarjana. Bagi mereka yang memiliki kesempatan dan kemampuan, ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri dan memperluas kontribusi.
Senada dengan itu, Sumarsih, dosen Fakultas Tarbiyah, mengingatkan agar para alumni senantiasa menjaga karakter dan sikap yang baik. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama berada di Fakultas Tarbiyah harus berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan akhlak.
Menutup rangkaian pesan dan kesan, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong, Indria Nur, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi kekeluargaan Fakultas Tarbiyah dalam melepas para lulusan. Ia mengaku akan selalu mengingat berbagai proses dan kebersamaan yang telah dilalui bersama para mahasiswa selama berada di lingkungan fakultas.

Indria Nur juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh alumni yang baru saja diwisuda dapat meraih kesuksesan dalam perjalanan berikutnya. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah dapat menjadi bekal untuk menjalankan peran di tengah masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Ramah tamah tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan antara mahasiswa dan kampus tidak berakhir ketika toga dilepas. Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong berharap para alumni tetap membawa nama baik almamater, menjaga komunikasi dengan para dosen, serta terus mengembangkan diri di tengah perubahan dan tantangan kehidupan.
Pada akhirnya, para alumni tidak hanya diharapkan menjadi sarjana yang memiliki pengetahuan, tetapi juga pribadi yang berkarakter, berakhlak, jujur, disiplin, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema ramah tamah yang menempatkan ilmu, akhlak, dan kontribusi sebagai bekal utama dalam perjalanan para lulusan setelah meninggalkan bangku perkuliahan.
Dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan, Fakultas Tarbiyah melepas para alumninya untuk melanjutkan langkah masing-masing. Perjalanan baru telah dimulai, tetapi ikatan sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong diharapkan tetap terjaga.
Selamat melangkah kepada seluruh alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong. Jadikan ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai pedoman, dan pengabdian sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas