KOMPETISI ARTIKEL LEADERSHIP MPI IAIN SORONG RESMI DIGELAR, LATIH MAHASISWA KUATKAN KETERAMPILAN MENULIS ILMIAH

HUMAS IAIN Sorong– Kompetisi Artikel Leadership Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong resmi digelar pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis ilmiah sekaligus mendorong tumbuhnya budaya akademik di lingkungan Program Studi MPI.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Program Studi MPI, Hartinah, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah lama direncanakan dan baru dapat direalisasikan pada tahun ini. Menurutnya, kompetisi tersebut dirancang bukan sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa agar memiliki pengalaman langsung dalam menyusun artikel ilmiah, memahami proses penulisan jurnal, serta mengembangkan bahan ajar yang dapat menunjang proses akademik.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak delapan kelompok turut ambil bagian dalam kompetisi. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menuangkan gagasan dan hasil pemikirannya dalam bentuk tulisan ilmiah. Keikutsertaan delapan kelompok ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa MPI untuk semakin berani menuangkan ide, melakukan kajian, serta membiasakan diri menghasilkan karya tulis yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Hartinah mengungkapkan bahwa kompetisi ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi mahasiswa untuk lebih aktif dalam menulis. Menurutnya, kesempatan yang diberikan melalui kegiatan ini sangat baik untuk membangun keberanian mahasiswa dalam memulai proses menulis sekaligus mengenal lebih dekat dunia publikasi ilmiah.

“Ini bisa menjadi batu loncatan bagi mahasiswa untuk bisa lebih aktif dalam menulis. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mulai membiasakan diri menulis dan mengembangkan karya,” ungkap Hartinah.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong, Indria Nur, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan karakter Program Studi MPI yang selama ini cukup aktif dalam menghasilkan publikasi, baik melalui jurnal, tulisan maupun artikel. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan karena dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan bibit-bibit penulis yang kelak dapat berkontribusi dalam dunia pendidikan dan perguruan tinggi.

Sementara itu, Ruslan Rasyid selaku salah satu juri menjelaskan bahwa penilaian dalam kompetisi tidak hanya melihat kemampuan mahasiswa menghasilkan tulisan, tetapi juga memperhatikan standar penulisan ilmiah dan kesesuaian artikel dengan standar jurnal yang menjadi tujuan publikasi. Mahasiswa juga diarahkan untuk semakin memahami metodologi penelitian serta mampu mengembangkan hasil penelitian menjadi karya yang memberikan kontribusi bagi Program Studi MPI dan pengembangan keilmuan.

Menurutnya, kemampuan menulis jurnal merupakan keterampilan yang perlu dilatih secara bertahap karena mencakup keseluruhan proses, mulai dari menyusun pendahuluan, mengembangkan pembahasan, hingga menyusun bagian penutup. Karena itu, kompetisi ini menjadi salah satu cara untuk melatih keterampilan tersebut secara langsung.

Salah satu peserta, Karmila dari Kelompok 5 yang beranggotakan lima orang, mengangkat judul “Manajemen Strategi dalam Menghadapi Era Post-Truth dan Disinformasi.” Ia mengaku bahwa kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama bagi kelompoknya dalam mengikuti kegiatan semacam ini. Meski menjadi pengalaman baru, ia merasa antusias karena mendapatkan kesempatan untuk belajar menyusun tulisan sejak tahap awal.

Melalui keterlibatan delapan kelompok dalam kompetisi ini, Program Studi MPI berharap semangat menulis mahasiswa tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Pengalaman yang diperoleh selama kompetisi diharapkan dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan menulis, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas.

Kompetisi ini pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi tentang keberanian mahasiswa untuk mulai menulis, belajar dari proses, dan mengembangkan gagasan menjadi karya. Dari Aula Fakultas Tarbiyah, semangat menulis diharapkan terus tumbuh menjadi budaya akademik yang membawa mahasiswa MPI IAIN Sorong semakin percaya diri melahirkan karya untuk kampus, masyarakat, dan dunia pendidikan.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *