
HUMAS IAIN Sorong — Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) IAIN Sorong terus memperkuat kesiapan dalam menghadapi E-Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema “Perkuat Koordinasi dan Kesiapan, PPID IAIN Sorong Petakan Informasi untuk E-Monev 2026” yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, bertempat di Laboratorium Komputer Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Sorong dan diikuti secara daring melalui Zoom.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur anggota PPID IAIN Sorong sebagai bagian dari langkah bersama untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan informasi yang diperlukan dalam proses E-Monev 2026. Selain memperkuat koordinasi internal, kegiatan ini menjadi ruang bagi PPID IAIN Sorong untuk mendapatkan wawasan, pengalaman, dan masukan dari pengelola PPID perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik.
Dalam kesempatan tersebut, IAIN Sorong menghadirkan Dian Nuraiman, M.Si., M.Sc., Ph.D., Koordinator PPID Pelaksana UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus dosen pada Jurusan Matematika, Kelompok Keahlian Matematika Industri dan Keuangan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kehadiran Dian menjadi kesempatan bagi PPID IAIN Sorong untuk belajar secara langsung dari pengalaman pengelolaan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu rujukan dalam kegiatan tersebut karena telah memperoleh predikat Informatif selama empat tahun berturut-turut. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi PPID IAIN Sorong untuk melihat berbagai aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam pengelolaan informasi, penyajian data, dokumentasi, serta kesiapan menghadapi proses evaluasi keterbukaan informasi publik.
Kepala TIPD sekaligus Koordinator PPID IAIN Sorong, Erwinestri Hanidar N.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan PPID IAIN Sorong dalam meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, PPID memiliki posisi penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi publik yang dibutuhkan melalui mekanisme layanan yang jelas, tertata, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberadaan PPID bagi IAIN Sorong bukan hanya berkaitan dengan pengelolaan sebuah laman informasi, tetapi menjadi bagian dari tata kelola kelembagaan. Informasi mengenai program, kegiatan, kebijakan, layanan, kinerja, serta berbagai dokumen yang berkaitan dengan kepentingan publik perlu dikelola secara baik agar dapat disampaikan kepada masyarakat secara tepat.

Dalam konteks persiapan E-Monev, salah satu hal yang menjadi perhatian penting adalah kesiapan dan kelengkapan informasi yang harus dihimpun dari seluruh unit kerja. PPID membutuhkan dukungan setiap bagian di lingkungan IAIN Sorong agar data dan dokumen yang berkaitan dengan tugas serta fungsi masing-masing dapat dikumpulkan, diperbarui, didokumentasikan, dan disajikan secara teratur.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengisian dan pengelolaan PPID antara lain memastikan informasi kelembagaan tersedia dan diperbarui, dokumentasi kegiatan tersusun dengan baik, informasi mengenai layanan publik mudah ditemukan, serta dokumen pendukung yang diperlukan dapat dihimpun dari unit terkait. Selain itu, konsistensi antara informasi yang tersedia pada unit kerja dengan informasi yang dipublikasikan melalui kanal PPID juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kesiapan tersebut menjadi semakin penting karena PPID tidak dapat bekerja sendiri. Setiap unit memiliki informasi yang berbeda sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Karena itu, ketepatan data, kelengkapan dokumen, pembaruan informasi, serta koordinasi antarunit menjadi bagian yang sangat penting dalam membangun sistem informasi publik yang baik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I IAIN Sorong, Sudirman, yang mewakili Rektor IAIN Sorong sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, Sudirman menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai penguatan PPID merupakan hal penting bagi IAIN Sorong, terutama dalam membangun tata kelola informasi yang semakin baik.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Rektor II IAIN Sorong sekaligus Ketua PPID IAIN Sorong, Muhammad Rusdi Rasyid. Ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh unsur IAIN Sorong dalam memperkuat pelaksanaan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, pengelolaan informasi bukan hanya menjadi tanggung jawab PPID, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unit kerja agar informasi yang tersedia dapat dikelola secara maksimal.
Memasuki sesi utama, Dian Nuraiman secara langsung melakukan peninjauan terhadap website PPID IAIN Sorong. Review tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan informasi yang telah tersedia sekaligus mencermati data dan bagian yang masih perlu diperkuat dalam rangka menghadapi E-Monev 2026.
Dalam proses review, narasumber memberikan sejumlah masukan terkait penyempurnaan pengelolaan dan penyajian informasi pada website PPID IAIN Sorong. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk melakukan pembenahan, terutama dalam memastikan informasi yang dibutuhkan dapat disiapkan secara lebih terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat.
Review tersebut juga memberikan gambaran bahwa penguatan PPID tidak cukup dilakukan menjelang pelaksanaan evaluasi. Pengelolaan informasi perlu menjadi proses yang berjalan secara berkelanjutan. Setiap informasi yang dihasilkan oleh unit kerja perlu dipikirkan sejak awal bagaimana dokumentasinya, siapa yang bertanggung jawab terhadap datanya, kapan harus diperbarui, serta bagaimana informasi tersebut dapat diberikan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, hal yang paling mendesak dalam persiapan PPID bukan hanya mengejar kelengkapan pengisian ketika mendekati E-Monev, tetapi membangun kebiasaan tertib informasi di seluruh lingkungan IAIN Sorong. Data yang akurat, dokumen yang terdokumentasi, informasi yang mutakhir, serta pembagian tanggung jawab yang jelas akan memudahkan PPID dalam memberikan pelayanan informasi sekaligus mendukung proses evaluasi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi anggota PPID IAIN Sorong untuk membicarakan berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan informasi. Pengalaman dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan IAIN Sorong untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan informasi publik.
Melalui kegiatan tersebut, PPID IAIN Sorong menunjukkan komitmen untuk terus melakukan pembenahan dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat. Persiapan menuju E-Monev 2026 tidak hanya dipandang sebagai proses evaluasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola informasi sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang transparan.

Ke depan, berbagai masukan yang diperoleh diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama seluruh unit terkait. Dukungan pimpinan, unit kerja, anggota PPID, serta seluruh sivitas akademika menjadi bagian penting agar informasi yang dimiliki IAIN Sorong dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, penguatan PPID bukan semata-mata untuk menghadapi E-Monev, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun budaya keterbukaan informasi di lingkungan IAIN Sorong. Dengan data yang tertib, informasi yang akurat, dokumentasi yang baik, serta pelayanan yang semakin mudah diakses, PPID diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara IAIN Sorong dan masyarakat melalui layanan informasi publik yang semakin profesional dan terpercaya.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas