
HUMAS IAIN Sorong – Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong. Kali ini, Nasrun Faqih, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 5, berhasil masuk dalam 20 besar lomba menulis puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Event Menulis Nasional.
Kegiatan tersebut merupakan ajang menulis yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan terbuka untuk masyarakat umum tanpa batasan gender maupun usia. Kesempatan ini menjadi ruang bagi para penulis dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan kreativitas melalui karya sastra.
Dalam kompetisi tersebut, Nasrun mengikutsertakan puisi berjudul “Surat yang Kutulis Setelah Nisan Belajar Membaca”. Karya tersebut mengangkat kisah tentang sosok ayah yang menjadi sumber inspirasi dalam puisi yang ditulisnya. Dari karya tersebut, Nasrun berhasil menempati posisi ke-17 dan masuk dalam jajaran 20 besar peserta dari seluruh Indonesia.
Meski belum berhasil meraih juara utama, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nasrun. Ia mengaku tidak menyangka puisinya dapat bersaing hingga masuk dalam 20 besar, mengingat kompetisi tersebut bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh siapa saja, termasuk penulis yang telah memiliki pengalaman maupun karya profesional.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa masuk 20 besar, apalagi sampai berada di urutan ke-17. Mengingat event ini bersifat umum dan dapat diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia, bahkan penulis profesional pun bisa ikut. Jadi, bagi saya, ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan,” ungkap Nasrun.
Ketertarikan Nasrun terhadap dunia puisi berawal dari kegemarannya tampil di depan umum. Selain menyukai kegiatan orasi dan membaca puisi, ia kemudian mencoba untuk tidak hanya membawakan karya orang lain, tetapi juga menciptakan puisinya sendiri. Dari keberanian untuk mencoba itulah, sebuah karya yang awalnya dibuat sebagai bentuk ekspresi pribadi justru mampu mengantarkannya ke tingkat nasional.
Bagi Nasrun, pencapaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang kepenulisan dan seni. Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghasilkan karya-karya lainnya di masa mendatang.
Prestasi yang diraih Nasrun juga menunjukkan bahwa mahasiswa KPI IAIN Sorong memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai potensi dan minat yang dimiliki. Selama diarahkan pada kegiatan yang positif, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyalurkan bakat dan kegemarannya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Tidak hanya memperoleh pengalaman dan pencapaian secara personal, karya Nasrun juga akan mendapatkan kesempatan untuk dihimpun dalam sebuah buku. Hal tersebut menjadi salah satu manfaat yang diperoleh dari keikutsertaannya dalam ajang menulis nasional tersebut.
Kisah Nasrun menjadi pengingat bahwa sebuah prestasi terkadang berawal dari keberanian sederhana untuk mencoba. Dari kegemaran membaca puisi, tampil di depan publik, hingga memberanikan diri menulis karya sendiri, langkah kecil tersebut akhirnya membawa nama mahasiswa KPI IAIN Sorong hingga menembus 20 besar tingkat nasional.
Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat bagi Nasrun untuk terus berkarya sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Sorong lainnya agar tidak ragu mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. Sebab, setiap karya yang lahir dari keberanian untuk mencoba dapat menjadi pintu menuju pengalaman dan kesempatan yang lebih luas.
Penulis : Kar / Humas
Editor : WI / Humas