
Humas IAIN Sorong – Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sorong menggelar Studium Generale bertema “Transformasi Pendidikan Islam Berwawasan Budaya Lokal Demi Mencapai Indonesia Emas” di Aula IAIN Sorong, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan akademik ini dihadiri oleh para dosen serta mahasiswa Pascasarjana, baik dari program magister maupun program doktor. Forum tersebut menjadi ruang penguatan wawasan akademik sekaligus refleksi mengenai arah transformasi pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika masyarakat dan kekayaan budaya lokal.
Rektor IAIN Sorong, Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., MA., dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar nilai dan identitas budaya masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus berperan dalam membentuk karakter, memperkuat integritas, dan menumbuhkan kepekaan sosial. Setelah menyampaikan sambutan, Rektor secara resmi membuka kegiatan Studium Generale tersebut.

Tema yang diangkat memiliki relevansi strategis dengan pengembangan pendidikan tinggi Islam, khususnya di Papua Barat Daya yang memiliki keragaman budaya dan karakteristik sosial masyarakat. Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan Islam dapat menjadi pendekatan untuk membangun proses pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan dekat dengan pengalaman hidup masyarakat.
Melalui pendekatan ini, pendidikan Islam diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga memperkuat penghargaan terhadap keberagaman serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zulkifli, MA., Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai narasumber utama. Kehadirannya diharapkan memberikan perspektif akademik yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa dalam memahami tantangan serta peluang transformasi pendidikan Islam di tengah perubahan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tuntutan pembangunan nasional. Sementara itu, Dr. Bambang Sunatar, SE., MM., selaku Direktur Pascasarjana IAIN Sorong, turut menjadi bagian dari unsur pimpinan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi dosen dan mahasiswa dari program magister serta doktor memberikan dimensi penting bagi pelaksanaan forum akademik ini. Bagi mahasiswa pascasarjana, Studium Generale menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif keilmuan, mengembangkan pemikiran kritis, dan mempertemukan gagasan teoretis dengan persoalan nyata dalam praktik pendidikan.
Sementara bagi dosen, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat diskursus akademik dan mendorong pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan tersebut, Pascasarjana IAIN Sorong diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pemikiran kritis dalam bidang pendidikan Islam.
Transformasi pendidikan yang berwawasan budaya lokal menjadi penting untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas memerlukan pendidikan yang mampu mempertemukan kemajuan intelektual, nilai-nilai keislaman, dan kearifan lokal dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Penulis : Nir/Humas
Editor : wi/Humas