PEMBEKALAN KKN IAIN SORONG 2026, SUMARSI BEKALI MAHASISWA DENGAN MATERI GENDER DAN MODERASI BERAGAMA

HUMAS IAIN Sorong – Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Sorong Tahun 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman dan mempersiapkan diri sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Sumarsi, Sekretaris Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Sorong, hadir sebagai pemateri dengan menyampaikan dua materi penting, yakni Gender, Anak dan Disabilitas di Tanah Papua serta Moderasi Beragama.

Dalam pemaparannya, Sumarsi menekankan pentingnya pemahaman mengenai kesetaraan gender, pengenalan karakter dan kebutuhan anak, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa agar mampu memahami keberagaman kondisi sosial masyarakat, mengenali kebutuhan kelompok yang berbeda, serta bersikap bijak ketika menghadapi berbagai situasi selama pelaksanaan KKN.

Dalam konteks kesetaraan gender, mahasiswa perlu memahami bahwa setiap individu memiliki hak, kesempatan, dan peran yang patut dihargai tanpa dibatasi oleh stereotip gender. Pemahaman ini penting agar mahasiswa mampu membangun pola interaksi yang adil dan saling menghormati, baik dalam pelaksanaan program kerja maupun ketika berkomunikasi dengan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan KKN dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya partisipasi dan kesempatan yang setara bagi seluruh anggota masyarakat.

Sementara itu, pemahaman mengenai anak dan penyandang disabilitas menjadi landasan bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan serta hak setiap individu. Anak perlu memperoleh perlindungan, perhatian, dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal. Begitu pula penyandang disabilitas yang berhak mendapatkan akses, kesempatan, dan perlakuan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan melaksanakan kegiatan KKN yang inklusif, ramah anak, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat yang beragam.

Ia juga mengingatkan bahwa pemahaman mengenai gender, anak, dan disabilitas tidak hanya penting sebagai pengetahuan akademik, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membangun interaksi yang menghargai setiap individu, menjunjung kesetaraan, serta menunjukkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Selain itu, materi moderasi beragama turut menjadi bagian penting dalam pembekalan. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menyikapi perbedaan keyakinan, pandangan, dan latar belakang sosial secara bijaksana. Ketika berada di tengah masyarakat yang beragam, mahasiswa perlu mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan membangun hubungan yang harmonis tanpa mengabaikan nilai-nilai keagamaan.

Lebih lanjut, Sumarsi menyampaikan materi moderasi beragama sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi keberagaman kehidupan sosial dan keagamaan di Tanah Papua. Mahasiswa perlu memahami bahwa perbedaan agama, keyakinan, dan cara pandang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus disikapi dengan bijaksana. Sikap moderat dapat diwujudkan melalui perilaku yang adil, seimbang, menghormati keyakinan orang lain, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman dan konflik.

Pemahaman moderasi beragama juga diharapkan menjadi dasar bagi mahasiswa untuk memperkuat hubungan sosial selama menjalankan pengabdian. Dengan mengedepankan dialog, sikap saling menghargai, dan semangat gotong royong, mahasiswa dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Bekal ini menjadi penting agar kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga turut merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat hidup berdampingan secara damai.

Dengan bekal pengetahuan dan sikap yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat, belajar bersama warga, serta berkontribusi melalui tindakan nyata yang bermanfaat. Pada akhirnya, pelaksanaan KKN bukan sekadar bentuk pengabdian akademik, melainkan juga kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat toleransi, dan menghadirkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui kedua materi tersebut, mahasiswa KKN IAIN Sorong Tahun 2026 diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik, tidak hanya dari segi pelaksanaan program kerja, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial yang positif dengan masyarakat. Pemahaman terhadap keberagaman dan kemampuan menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pengabdian.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *