UIN JAKARTA DAN IAIN SORONG JAJAKI KOLABORASI KKN BERDAMPAK DI WILAYAH 3T PAPUA

Humas IAIN Sorong – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), melakukan kunjungan ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Sorong, Selasa (27/10/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan antarperguruan tinggi sekaligus menjajaki kolaborasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berdampak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Papua.

Rombongan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di terima oleh  Sekretaris LPPM, Dr. Sumarsi, S.Pd.I., M.Pd.I.; Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Dr. Hermanto, M.Pd.I.; Koordinator Penelitian, Ashari, S.Sos., M.Psi.; serta Koordinator Kajian Islam Papua, Dr. Rusyaid, M.Pd.I. di ruang Rapat Gedung Rektorat Lt.2 IAIN Sorong

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi kelembagaan, bertukar gagasan, dan mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Papua.

Penjajakan kolaborasi ini mengusung tema “Membangun Kolaborasi KKN Berdampak di Wilayah 3T melalui Kemitraan Perguruan Tinggi dan Lembaga Lokal di Papua”. Fokus pembahasan diarahkan pada peluang pelaksanaan KKN, pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat, serta pengembangan program pemberdayaan yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kondisi wilayah setempat.

Kolaborasi antarlembaga perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga mendorong kegiatan pengabdian yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, program KKN berpeluang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat, memahami persoalan lokal, serta berkontribusi dalam pengembangan potensi dan pemecahan masalah di tingkat komunitas.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah penguatan komitmen kerja sama antarlembaga.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan program kolaboratif, baik dalam bidang pengabdian kepada masyarakat maupun kegiatan akademik lain yang relevan. Rincian ruang lingkup, mekanisme pelaksanaan, dan tindak lanjut kerja sama perlu disesuaikan dengan isi dokumen MoU yang ditandatangani.

Melalui kunjungan dan penandatanganan MoU ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat membangun kemitraan yang produktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Papua, khususnya di wilayah 3T.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berbasis kebutuhan lokal, dan berorientasi pada dampak nyata.

 

Penulis : Nir / Humas

Editor : wi / Humas

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *