
HUMAS IAIN Sorong – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong pada Rabu, 28 Oktober 2026. Perkemahan dan Lomba Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya resmi dibuka dengan melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Papua Barat Daya. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan para anggota pramuka penegak untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kreativitas, mempererat persaudaraan, sekaligus memperebutkan Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong.
Mengusung tema “Pramuka Menjadi Dedikasi Kompetitif, Kreatif, dan Produktif dalam Mengabdi”, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter generasi muda. Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, para peserta didorong untuk membangun kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober ini juga memiliki makna tersendiri. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Selain mempererat silaturahmi antarpelajar dari berbagai daerah, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan IAIN Sorong sebagai salah satu pilihan perguruan tinggi bagi generasi muda Papua Barat Daya.
Sekretaris panitia, Indri Afriyani, menjelaskan bahwa proses persiapan kegiatan menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mempromosikan perlombaan dan menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam aktivitas kepramukaan. Menurutnya, masih terdapat kalangan anak muda yang belum menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti organisasi maupun kegiatan pramuka. Karena itu, perkemahan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai positif kepramukaan kepada generasi muda.
Indri juga mengajak mahasiswa baru IAIN Sorong untuk turut bergabung dalam organisasi Pramuka Racana Pinang Sirih IAIN Sorong. Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat aktif sehingga organisasi kepramukaan di lingkungan kampus dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pengabdian.
Sementara itu, Bendahara panitia, Farisa Faidiya, menyampaikan bahwa selama kegiatan yang berlangsung mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026, panitia telah menyiapkan berbagai pertandingan yang mengasah keterampilan, kekompakan, dan kreativitas peserta. Cabang perlombaan tersebut meliputi yel-yel, drama pendek, pentas seni budaya, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) variasi, memasak nonberas dengan sajian khas Papua, pioneering aplikatif bertema budaya Papua, serta hasta karya berbahan daur ulang.
Beragam perlombaan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam bidang kepramukaan, tetapi juga dapat mengenal, mengembangkan, dan menampilkan kekayaan budaya Papua. Lomba memasak masakan khas Papua dan pentas seni budaya, misalnya, memberikan ruang bagi peserta untuk memperkenalkan tradisi serta kreativitas daerah. Sementara itu, pionering aplikatif bertema budaya Papua dan hasta karya daur ulang mendorong peserta untuk mengembangkan keterampilan, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Antusiasme peserta juga terlihat dari kehadiran perwakilan sekolah yang telah mengikuti kegiatan ini lebih dari satu kali. Salah satunya Abdurrozak Bahale dari SMA Negeri 4 Raja Ampat. Ia mengaku bangga dapat kembali mewakili sekolahnya untuk kedua kalinya. Berbekal pengalaman sebagai bagian dari kontingen juara bertahan pada tahun sebelumnya, Abdurrozak bersama rekan-rekannya bertekad mempertahankan prestasi dan kembali membawa pulang piala kemenangan.
“Saya tertarik karena bisa mendapat pengalaman dan terus berprestasi. Ini yang kedua kalinya saya ikut mewakili SMAN 4 Raja Ampat, jadi bisa bikin bangga sekolah. Sekolah kami sudah menjadi juara bertahan, dan insyaallah tahun ini bisa juara untuk kedua kalinya,” ungkapnya penuh optimisme.
Semangat serupa dirasakan Steven Jordan, peserta dari SMA Negeri 8 Kota Sorong. Baginya, perkemahan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan kesempatan berharga untuk bertemu dengan teman-teman baru, memperluas pergaulan, dan membangun kenangan bersama peserta dari berbagai daerah. Steven yang telah mengikuti kegiatan tersebut sejak 2024 hingga 2026 menganggap pertemuan tahunan ini sebagai pengalaman yang selalu dinantikan.
“Yang membuat saya tertarik adalah bisa bertemu dengan teman-teman baru. Menurut saya, ini merupakan kenangan dan momen yang hanya ada satu tahun sekali,” tuturnya.
Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga membawa harapan bagi masa depan pendidikan para peserta. Farisa Faidiya berharap para pelajar yang mengikuti perkemahan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah menyelesaikan sekolah menengah. Ia berharap IAIN Sorong dapat menjadi salah satu pilihan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi diri.
Perkemahan dan Lomba Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya ini dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2026 dan ditutup dengan upacara api unggun serta pengumuman juara umum penerima Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong.
Melalui kegiatan ini, IAIN Sorong berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dan prestasi, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Lebih dari sekadar kompetisi, perkemahan ini menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda Papua Barat Daya untuk saling mengenal, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi bagi masyarakat dan daerah.
Penulis : KPI 2025
Editor : wi/Humas