
HUMAS IAIN Sorong – Kemah Lomba Perebutan Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya resmi ditutup pada Ahad, 1 November 2026. Kegiatan yang mempertemukan anggota Pramuka Penegak dari berbagai sekolah ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Di balik persaingan dalam setiap cabang perlombaan, tersimpan pengalaman berharga, perjuangan, serta cerita persahabatan yang menjadi bagian dari perjalanan para peserta selama mengikuti kegiatan.
Salah satu momen membanggakan datang dari SMA Negeri 3 Kota Sorong yang berhasil meraih predikat Juara Umum I dan membawa pulang Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong. Keberhasilan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan oleh para anggota regu. Farel Ngazo, salah satu peserta dari sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus di luar perkiraan mereka.
“Pastinya bangga, senang, dan tidak menyangka. Kerja keras tim selama ini akhirnya berbuah manis. Awalnya kami hanya ingin tampil maksimal, jadi kemenangan ini menjadi bonus yang luar biasa bagi kami,” ungkap Farel setelah upacara penutupan.
Namun, menurut Farel, keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Di balik prestasi yang diperoleh, terdapat persiapan intensif dan berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama selama mengikuti perlombaan. Padatnya rangkaian kegiatan menuntut setiap anggota tim untuk mampu mengatur waktu istirahat, menjaga kondisi fisik, serta tetap fokus dalam menyelesaikan setiap tantangan.
“Tantangan terbesar itu mengatur waktu istirahat dan menjaga stamina di tengah jadwal yang padat. Apalagi ketika tenaga mulai habis dan cuaca kurang mendukung. Namun, kami terus saling menguatkan, membagi tugas sesuai keahlian, dan tidak saling menyalahkan,” jelasnya.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi Farel dan rekan-rekannya. Mereka menyadari bahwa kekompakan dan komunikasi merupakan bagian penting dalam mencapai tujuan bersama. Ketika menghadapi kesulitan, dukungan antarsesama anggota menjadi kekuatan untuk tetap bertahan dan menyelesaikan setiap rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Farel menilai Kemah Lomba Pramuka Piala Rektor IAIN Sorong menjadi wadah untuk belajar mandiri, melatih tanggung jawab, serta mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka dari berbagai sekolah di Papua Barat Daya. Pertemuan tersebut juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan baik di luar lingkungan sekolah masing-masing.
Baginya, pelajaran paling berharga dari kegiatan ini adalah bahwa kerja keras, doa, dan kekompakan tim merupakan bagian penting dalam meraih hasil terbaik. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan satu tim, guru pendamping, serta pihak sekolah yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga perlombaan berakhir.
“Pelajaran paling berharga yang kami dapat yaitu kerja keras, doa, dan kekompakan tim tidak akan pernah mengkhianati hasil. Terima kasih buat teman-teman sekelompok, guru pendamping, dan pihak sekolah yang selalu mendukung kami,” tutupnya.
Berakhirnya Kemah Lomba Perebutan Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong Tahun 2026 bukan hanya menandai selesainya seluruh rangkaian perlombaan, tetapi juga menjadi awal dari pengalaman dan pembelajaran baru bagi setiap peserta. Prestasi yang diraih SMA Negeri 3 Kota Sorong menjadi bukti dari kerja sama dan usaha bersama, sementara pengalaman seluruh peserta menjadi bekal untuk terus berkembang dalam kegiatan kepramukaan.
Melalui kegiatan ini, IAIN Sorong berharap semangat persaudaraan, sportivitas, kemandirian, dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus dijaga, bahkan setelah para peserta kembali ke sekolah masing-masing. Sebab, pada akhirnya, kemenangan memang layak dirayakan, tetapi pengalaman, persahabatan, dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama kegiatan merupakan hal berharga yang akan terus dibawa dalam perjalanan mereka ke depan.
Penulis : Leo/KPI 2025/HUMAS
Editor : wi/Humas