PERKEMAHAN PRAMUKA IAIN SORONG BERAKHIR, PEMBINA TEKANKAN PENGUATAN KARAKTER DAN MENTAL PESERTA

Indria Nur salah satu Pembina dalam Perkemahan Lomba Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya

HUMAS IAIN Sorong – Perkemahan Lomba Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya dalam rangka perebutan Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong resmi ditutup pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan (Buper) IAIN Sorong ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar pelajar, tetapi juga ruang pembinaan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab bagi anggota Pramuka Penegak.

Indria Nur, selaku Pembina Pramuka Putri Gugus Depan IAIN Sorong, menyampaikan bahwa perkemahan ini memberikan pengalaman pendidikan yang berharga bagi peserta. Melalui berbagai kegiatan dan perlombaan, mereka belajar untuk lebih mandiri serta bertanggung jawab, baik terhadap diri sendiri maupun kelompok. Menurutnya, pengalaman tersebut turut berperan dalam membentuk mental dan karakter peserta.

“Yang pertama, mungkin dia belajar untuk mandiri, bertanggung jawab terhadap dirinya,” ungkap Indria Nur.

Ia juga menilai bahwa kedisiplinan peserta selama mengikuti perlombaan sudah cukup baik. Meski demikian, kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal manajemen waktu. Baginya, keterampilan mengatur waktu bukan sekadar kebutuhan selama mengikuti perkemahan, melainkan bagian penting dalam membangun pola pikir dan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait pelaksanaan perlombaan, Indria Nur mengapresiasi kinerja dewan juri yang dinilainya telah menjalankan tugas secara adil dan bijaksana. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam kegiatan kepramukaan tidak seharusnya hanya dilihat dari perolehan gelar juara. Lebih dari itu, nilai utama yang perlu dibawa pulang oleh setiap peserta adalah karakter yang kuat, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga dan membangun mental diri.

“Bagi saya, juara itu hanya formalitas. Tapi yang menjadi lebih utama adalah karakter, kemudian kedisiplinan, bagaimana ia bertanggung jawab pada dirinya, bertanggung jawab pada timnya, dan saya rasa yang paling penting adalah mental seseorang,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan pada tahun-tahun mendatang, Indria Nur berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak sekolah di Papua Barat Daya. Ia menginginkan agar partisipasi tidak hanya berasal dari jenjang SMA, tetapi juga SMK dan Madrasah Aliyah (MA), sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk belajar, berkompetisi, dan mengembangkan potensi melalui kegiatan kepramukaan.

Ia juga menyampaikan pesan kepada peserta yang belum berhasil membawa pulang Piala Bergilir Rektor agar tidak berkecil hati. Menurutnya, hasil perlombaan hendaknya dijadikan bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki diri. Sebab, pengalaman, proses, dan kemauan untuk berkembang merupakan bagian penting dari keberhasilan seorang anggota Pramuka.

“Juara itu bukan tolak ukur saja, akan tetapi bagaimana proses selanjutnya untuk meningkatkan jati diri kita, begitupun dengan kemandirian kita,” pesannya.

Berakhirnya perkemahan ini diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat para peserta untuk terus belajar dan berkarya. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal dalam membangun pribadi yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki mental yang tangguh. Melalui kegiatan kepramukaan, IAIN Sorong turut mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Penulis M.U / KPI 2025/ Humas 
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *