
HUMAS IAIN SORONG – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyerahkan sertifikat sertifikasi dosen (Serdos) kepada 16 dosen.
Acara seremonial penyerahan sertifikat tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Gedung Rektorat Lantai 2 IAIN Sorong. Kegiatan ini menjadi penanda pengakuan resmi negara terhadap profesionalisme dan kompetensi para dosen di lingkungan IAIN Sorong.
Meskipun Terhitung Mulai Tanggal (TMT) sertifikasi dosen ditetapkan sejak 1 Januari 2026, penyerahan sertifikat baru dapat dilakukan pada bulan Maret karena adanya keterlambatan penerbitan Surat Keputusan (SK) dari pusat.
Proses penjaringan dosen untuk mengikuti sertifikasi telah dimulai sejak Juli 2025, diawali dengan pembaruan data secara berkelanjutan hingga seluruh tahapan seleksi selesai. Para dosen yang terpilih kemudian mengikuti Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PKDP) pada Desember 2025, yang merupakan salah satu syarat utama sebelum sertifikat sertifikasi dosen diterbitkan.
Dalam proses seleksi, sejumlah kriteria ketat diterapkan. Di antaranya, dosen harus telah mengajar di IAIN Sorong selama empat semester berturut-turut, memiliki jabatan fungsional dosen, serta wajib mengikuti program PKDP.
Acara penyerahan sertifikat ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan di lingkungan IAIN Sorong, di antaranya Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah, Kepala LPM, serta Sekretaris LPM.

Dalam laporannya, Kepala LPM Agus Yudiawan, menyampaikan bahwa dengan penambahan 16 dosen yang telah tersertifikasi tersebut, persentase dosen IAIN Sorong yang memiliki sertifikat pendidik kini mencapai 76,39 persen. Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh dosen bersertifikat untuk terus menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas akademik.
Sementara itu, Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya atas pengakuan negara terhadap para dosen yang telah tersertifikasi. Ia berharap status dosen tersertifikasi dapat menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Rektor I Sudirman, yang menekankan pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Terpadu (SISTER) serta kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang berlaku bagi dosen.
Para pimpinan berharap sertifikasi dosen ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan profesionalitas, tetapi juga menjadi pendorong utama bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Terkait dengan pembayaran tunjangan sertifikasi dosen, pihak kampus menyampaikan bahwa hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait serta menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku.

Adapun 16 dosen IAIN Sorong yang telah menerima sertifikat sertifikasi dosen adalah:
Dr. Hasbiah, S.Sos., M.M.; Rosdiana, S.Ag., M.Pd.; Karfoin, M.M.; Abdul Azis Khoiri, M.Pd.; Riska Latifatul Husna, M.Pd.; Sella Nofriska Sudromo, M.Si.; Dr. Mulyono, M.Pd.; Ekarina Katmas, M.E.; Arini Rahmadana, M.Pd.; Ely Fitriani, M.Pd.; Masseni, M.Sos.I.; Dwi Iin Kahina, M.Sos.I.; Istika Ahdiyanti, S.Sos., M.Si.; Nurfitriani, S.Sos., M.Si.; Ririn Musdalifa, S.Pd., M.A.; dan Dr. Sumarsih, M.Pd.
Penulis : nir/humas
Editor : wi/humas