MENGENAL LEBIH DEKAT PUSAT STUDI GENDER DAN ANAK IAIN SORONG: PENGUATAN PENGARUSUTAMAAN GENDER, KONSELING DAN ADVOKASI

Rosdiana Ketua LPSAG IAIN Sorong
Rosdiana Ketua LPSAG IAIN Sorong

Humas IAIN Sorong — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Sorong memiliki peran strategis dalam mendukung penelitian, pendidikan, dan advokasi terkait isu anak dan kesetaraan gender di lingkungan kampus. Fungsi lembaga ini sangat relevan dengan sistem akademik, salah satunya melalui penelitian yang membahas anak dan gender, yang kemudian dapat menjadi dasar pengembangan mata kuliah atau referensi keilmuan bagi sivitas akademika.

Menurut Rosdiana, Kepala PSGA, tugas lembaga ini tidak hanya mencakup penelitian, pendidikan, pengabdian tetapi juga pemberian konseling bagi mahasiswa, dosen, dan pegawai IAIN Sorong. “Memberikan konseling kepada mahasiswa yang mengalami masalah tindak kekerasan fisik maupun non fisik (perudungan, mental, dll) merupakan fokus utama kami, sejalan dengan visi dan misi PSGA,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PSGA didukung oleh Tim Satuan Tugas Perlindungan, Pencegahan, dan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS), yang terdiri dari dosen-dosen kompeten di bidangnya masing-masing. Selain itu, Tim Focal Point berperan memastikan implementasi pengarusutamaan gender berjalan efektif dalam pendidikan. Kehadiran tim-tim ini memperkuat kapasitas PSGA dalam memberikan layanan yang profesional dan responsif.

PSGA juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi lokal.  PSGA ini kerap diundang dalam seminar, pelatihan, dan kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kekerasan anak, kekerasan seksual, serta isu sosial lainnya. Melalui kolaborasi ini, PSGA memperluas dampak positifnya bagi masyarakat luas sekaligus memperkuat posisi IAIN Sorong sebagai pusat kajian anak dan gender.

Namun, PSGA menghadapi tantangan berupa kurangnya pemahaman masyarakat terhadap keberadaan dan fungsi lembaga ini. Banyak sivitas akademika maupun masyarakat umum yang belum mengenal PSGA, sehingga potensi dukungan dan partisipasi masih terbatas.

Sebagai penutup, Rosdiana berharap Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Sorong semakin dikenal oleh mahasiswa, dosen, pegawai, dan masyarakat. “Kedepan lebih dapat berkontribusi dan keberadaannya dapat memberikan bantuan dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Penulis : zul/humas

Editor : wi/humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *