ANGKAT MODERASI BERAGAMA, JULEO PUTRA DAN MAHASISWA IAIN SORONG SIAP BERKOMPETISI DI OASE PTKIN III 2026

HUMAS IAIN Sorong – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong kembali menunjukkan potensi dan semangat berprestasi melalui partisipasi dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN III Tahun 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa IAIN Sorong berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba, mulai dari dakwah, sosial kemasyarakatan, karya tulis Al-Qur’an, hingga teknologi konservasi energi kampus hijau mandiri energi.

Pada Lomba Sosial Kemasyarakatan, IAIN Sorong diwakili oleh Awwar Kahfi dan Nasrun Faqih Pitambara dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Gus Maharani Bunga Azzahra dari Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam. Selanjutnya, pada Lomba Karya Tulis Al-Qur’an, terdapat Riska Ramadani Wali dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Jumal Muriadin Mbatari dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sementara itu, pada Lomba Teknologi Konservasi Energi Kampus Hijau Mandiri Energi, mahasiswa yang berpartisipasi adalah Salma Mutmainnah Sujono dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Roly Oktariyansyah dari Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam.

Selain peserta dari ketiga cabang lomba tersebut, Juleo Putra, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut menjadi perwakilan IAIN Sorong dalam Lomba Da’i Mahasiswa. Ia terpilih setelah mengikuti audisi tingkat kampus yang diselenggarakan oleh GENCAR YBM IAIN Sorong bersama sejumlah peserta lainnya. Dalam kesempatan ini, Humas IAIN Sorong berkesempatan mewawancarai Juleo untuk menggali lebih jauh persiapannya, motivasinya mengikuti kompetisi, serta pesan dakwah yang ingin ia sampaikan melalui ajang OASE PTKIN III 2026.

Dalam keikutsertaannya, Juleo mengangkat tema dakwah “Moderasi Beragama: Merawat Perbedaan, Menguatkan Persaudaraan”. Tema ini dipilih untuk menyampaikan pesan Islam yang menyejukkan, mengedepankan toleransi, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.

Saat ini, Juleo masih menantikan pengumuman hasil seleksi untuk menentukan peserta yang berhasil masuk dalam 20 besar Lomba Da’i Mahasiswa. Apabila dinyatakan lolos, ia akan melanjutkan kompetisi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku tuan rumah penyelenggara OASE PTKIN III 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 November 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kontribusi sesuai bidang yang ditekuni.

Juleo Putra, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut menjadi perwakilan IAIN Sorong dalam Lomba Da’i Mahasiswa

Bagi Juleo, keikutsertaannya dalam kompetisi ini bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan kemampuan berdakwah, melainkan juga ruang untuk menyampaikan pesan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat. Sebagai mahasiswa yang tinggal di Provinsi Papua Barat Daya, ia memandang keberagaman sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk menyampaikan bahwa Islam membawa nilai-nilai kesejukan, toleransi, dan persaudaraan.

“Motivasi saya adalah ingin menyampaikan pesan bahwa Islam itu sejuk dan toleran, serta menjadikan dakwah sebagai jembatan untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan di tanah Papua,” ungkap Juleo.

Dalam mempersiapkan materi lomba, Juleo berfokus pada tiga aspek utama, yakni penguatan materi, pemilihan bahasa, dan latihan penyampaian. Ia memadukan dalil Al-Qur’an dan hadis tentang toleransi dengan realitas kehidupan sosial serta nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat Papua Barat Daya. Melalui pendekatan tersebut, ia berupaya menghadirkan materi dakwah yang memiliki landasan keagamaan sekaligus relevan dengan kehidupan masyarakat.

Selain memperdalam materi, Juleo menyusun kalimat yang mudah dipahami, menyejukkan, dan tidak menyudutkan pihak mana pun. Ia juga melatih intonasi dan artikulasi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar. Persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dakwah yang santun, efektif, dan mampu menyentuh hati.

Melalui tema yang diangkat, Juleo ingin menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kekayaan yang perlu dijaga bersama. Ia mengajak generasi muda agar bijak dalam beragama, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah, serta senantiasa mengutamakan persaudaraan, baik sebagai sesama umat beragama, sesama bangsa, maupun sesama manusia.

Menurutnya, moderasi beragama perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga komunikasi, dan membangun hubungan yang harmonis di tengah perbedaan. Pesan ini penting bagi generasi muda agar mampu menyikapi keberagaman secara dewasa dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berpotensi menimbulkan konflik.

Keikutsertaan dalam audisi OASE PTKIN III 2026 juga memberikan pengalaman berharga bagi Juleo dalam memahami pentingnya komunikasi ketika menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Ia menyadari bahwa dakwah tidak cukup hanya berbekal pengetahuan agama, tetapi juga membutuhkan empati, pemahaman terhadap kondisi pendengar, serta strategi komunikasi yang tepat agar pesan dapat diterima dengan baik.

Juleo Putra Mahasiswa PRODI KPI Semester 3

Pengalaman tersebut semakin memotivasinya untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai mahasiswa KPI IAIN Sorong. Juleo berharap dapat memanfaatkan berbagai sarana komunikasi, termasuk media digital, untuk menyebarkan konten dakwah yang damai, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Papua Barat Daya.

Di luar kegiatan akademik dan dakwah, mahasiswa berusia 20 tahun ini memiliki sejumlah minat, seperti bermain bulu tangkis, bermain sepak bola, berselawat, dan belajar bahasa Arab. Perjalanan pendidikannya juga diwarnai pengalaman belajar di lingkungan pesantren, yakni Al-Ghuroba saat sekolah dasar, Gontor saat sekolah menengah pertama, dan Asy-Syarifiy yang menerapkan pendidikan pesantren salaf saat sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam memperdalam pengetahuan agama dan membentuk karakter.

Partisipasi Juleo Putra bersama mahasiswa IAIN Sorong lainnya dalam OASE PTKIN III 2026 diharapkan menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Lebih dari sekadar kompetisi, keikutsertaan ini mencerminkan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi melalui dakwah yang damai, kepedulian sosial, karya tulis keislaman, dan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Sembari menantikan hasil seleksi, seluruh peserta diharapkan terus menjaga semangat dan mempersiapkan diri untuk memberikan hasil terbaik. Semangat mereka menjadi bagian dari upaya IAIN Sorong dalam melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang ramah, moderat, serta menghargai keberagaman di tengah masyarakat.




Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *