Penulis: Rabiudin

[caption id="" align="alignnone" width="300"] Rektor IAIN Sorong Didampingi Pimpinan Fakultas Tarbiyah[/caption] Senin 20 September 2021 berlangsung yudisium sarjana fakultas tarbiyah IAIN Sorong, dihadiri langsung oleh rektor IAIN Sorong yang didampingi oleh dekan dan wakil dekan. Yudisium ini adalah yudisium pertama di tahun 2021, Jumlah total peserta yudisium sebanyak 41 peserta yang terdiri dari 5 mahasiswa dari program studi Tadris bahasa Inggris, 18 dari prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan 18 dari prodi Pendidikan Agama Islam. Rencananya mahasiswa yang diyudisium ini akan diwisuda pada November 2021. Yudisium ini berlangsung khidmat yang dipimpin langsung oleh dekan fakultas tarbiyah, didampingi wakil dekan dan koordinator program studi. Dalam sambutannya Rektor IAIN Sorong menyampaikan bahwa mahasiswa jika hanya ingin mendapatkan ijazah, maka bisa didapatkan dengan mudah, namun ia menekan agar mahasiswa bisa membuka jaringan dan konektifitas, sebab sebagian besar peluang ada disana. Ia menginginkan agar para mahasiswa yg diyudisium bisa menempati pekerjaan yang layak dengan misi konsultan muda yang ia kedepankan. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa gelar yang disandang seseorang adalah amanah, dimana didalamnya terdapat kompetensi keilmuan yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh penyandang gelar tersebut. Disisi lain ia fokus pada integrasi spiritual dengan bidang keilmuan masing masing yang bisa dimanfaatkan oleh orang banyak dengan tidak fokus pada individualistis keilmuan dan amal Soleh. Ia berharap, calon alumni nantinya menjadi duta IAIN Sorong diluar kampus, baik yang bekerja di Papua barat maupun Indonesia secara umum. Lebih lanjut ia mengajak calon alumni untuk bisa berlomba lomba dalam kebaikan, dengan perencanaan dan kinerja yang lebih cepat. Wakil dekan bidang akademik dan kemahasiswaaan fakultas tarbiyah St. umrah mengungkapkan semua peserta yudisium telah melalui proses panjang dalam kegiatan akademik hingga sampai pada hari ini. Koordinator Program studi PGMI, Kharifah menitip harapan pada para calon lulusan menjadi sarjana yang bisa menegakan kalimatullah, berakhlak Karimah, beriman dan bertakwa serta mampu menjadi pengajar handal di sekolah dan dalam kehidupan. Pada waktu yang sama salah satu peserta yudisium Aswin Dwi Saputra dari prodi TBI merasa sangat senang dan menantikan hari ini tiba, ia mengharapkan setelah ini, semoga cita citanya bisa terwujud dan mendapatkan pekerjaan dengan yang baik yaitu bisa menjadi tenaga pendidik di Papua ya. Risman sebagai peserta yang ditunjuk membawakan pesan kesan dalam acara yudisium ini mengungkapkan, Meskipun telah lulus maka kita adalah tetap keluarga besar fakultas Tarbiyah, Ia berpesan pada semua peserta yudisium agar tidak pernah takut melakukan sesuatu, sebab hal itu adalah hak dan pintu sukses Sebagai informasi bahwa beberapa angkatan sebelumnya telah melakukan yudisium juga dan belum sempat mengikuti wisuda sebab terkenda pada alih status IAIN Sorong. (Rbdn)