DARI PERSATUAN HINGGA KREATIVITAS, INI HARAPAN PIMPINAN TENTANG KEMAH PRAMUKA IAIN SORONG

Dr. Muhammad Rusdi Rasyid

HUMAS IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menggelar Kemah Lomba Pramuka Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 230 peserta dari 10 sekolah tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah yang berasal dari wilayah Papua Barat Daya. Selain peserta, kegiatan ini turut melibatkan 20 peninjau, 20 pendamping, serta 10 kepala sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di lingkungan kampus IAIN Sorong dengan memperebutkan Piala Bergilir Rektor.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan Dr. Muhammad Rusdi Rasyid bertindak sebagai pemimpin upacara mewakili pimpinan IAIN Sorong. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun persatuan, memperkuat karakter, serta mendorong generasi muda agar mampu mengembangkan pengetahuan dan kreativitas untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan generasi muda dalam berbagai kegiatan positif. “Jangan jadikan perbedaan sebagai alat pemecah belah, tetapi jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu,” pesannya kepada seluruh peserta.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan menghasilkan hal-hal positif, bukan untuk menyebarkan informasi bohong maupun memicu perselisihan. Ia juga berpesan kepada panitia dan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rusdi Rasyid menjelaskan bahwa kegiatan kemah lomba ini tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan di wilayah Sorong Raya dan Papua Barat Daya. Melalui pertemuan tersebut, para peserta diharapkan dapat membangun persahabatan, mengenal satu sama lain, serta belajar menghargai perbedaan.

“Kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan itu bukan masalah. Kita bisa melakukan sesuatu dan berkarya tanpa melihat perbedaan,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya IAIN Sorong memperkuat hubungan dengan sekolah-sekolah sekaligus memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi kepada generasi muda. Berbeda dengan kegiatan sosialisasi yang biasanya dilaksanakan dengan mengunjungi sekolah, kali ini para pelajar diundang langsung ke kampus agar dapat melihat lebih dekat fasilitas, suasana akademik, serta berbagai program studi yang tersedia di IAIN Sorong.

Dr. Indria Nur, M.Pd.I
Dekan Sekaligus Salah Satu Pembina Pramuka

Pembina Pramuka IAIN Sorong, Dr. Indria Nur, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pelaksanaan kemah lomba tahun ini mengalami perluasan jangkauan. Setelah sempat tidak terlaksana sejak 2024, kegiatan tersebut kembali digelar pada 2026 dengan cakupan peserta yang diperluas hingga tingkat Provinsi Papua Barat Daya.

“Tahun ini kita memperluas wilayahnya ke Papua Barat Daya,” jelasnya.

Menurut Indria Nur, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, mengembangkan keterampilan kepramukaan, serta memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengenal IAIN Sorong secara lebih dekat. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan kampus.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirancang agar dapat diikuti oleh seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang agama. Semangat kebersamaan dan persaudaraan menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan selama kegiatan berlangsung. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan moderasi beragama yang terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Rangkaian kegiatan juga diselaraskan dengan sejumlah program Kementerian Agama, termasuk penguatan moderasi beragama dan ekoteologi. Selain perlombaan kepramukaan, panitia menghadirkan seminar nasional, pertunjukan seni budaya, serta pengenalan program studi yang disampaikan oleh masing-masing jurusan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas kepada peserta, baik dalam aspek keterampilan, wawasan pendidikan, maupun pengembangan karakter.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti beragam perlombaan yang menguji keterampilan, kreativitas, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama. Cabang lomba yang diselenggarakan meliputi yel-yel, variasi Peraturan Baris-Berbaris (LKBB), pidato, pioneering terapan dengan mengangkat unsur budaya Papua, drama pendek, pertunjukan seni budaya, memasak makanan berbahan dasar nonberas dengan menu khas Papua, serta pembuatan hasta karya dari bahan daur ulang.

Beragam perlombaan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menguasai keterampilan dasar kepramukaan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dengan mengangkat potensi dan kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, budaya Papua turut memperoleh ruang untuk diperkenalkan dan diapresiasi oleh para peserta dari berbagai sekolah.

Koordinator Dewan Juri, Junaid Welem, menjelaskan bahwa proses penilaian melibatkan unsur dari lingkungan kampus serta perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Kwartir Ranting (Kwarran). Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas penilaian sekaligus memberikan sudut pandang yang beragam dalam menilai kemampuan peserta pada setiap cabang perlombaan.

Sementara itu, Jamaludin Rumalean selaku bagian perlengkapan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan. Selain membangun hubungan persaudaraan, kemah lomba juga bertujuan melihat perkembangan aktivitas kepramukaan di masing-masing pangkalan serta mendorong para anggota agar semakin aktif berlatih dan meningkatkan keterampilan.

Menurutnya, kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk kedisiplinan, kreativitas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Karena itu, pertemuan antargugus depan melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan motivasi baru bagi para anggota untuk terus mengembangkan potensi diri.

Di balik pelaksanaan kegiatan, panitia juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan anggaran dan dinamika keterlibatan panitia. Namun, berbagai keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat panitia untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta. Dukungan dari pimpinan dan seluruh unsur kampus menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini.

Dukungan IAIN Sorong diwujudkan melalui penyediaan lokasi, gedung, area parkir, dukungan anggaran, serta keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika. Mulai dari pimpinan, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan turut mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing. Panitia juga berupaya membangun koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota agar kegiatan serupa dapat memperoleh dukungan yang lebih luas pada masa mendatang.

Indria Nur berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta saling menghargai, baik ketika meraih kemenangan maupun menerima hasil perlombaan. Ia juga menilai bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa yang terlibat sebagai panitia dalam mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan kepemimpinan.

Keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan kegiatan juga memberikan pengalaman langsung dalam mengelola sebuah agenda berskala regional. Di sisi lain, kehadiran para pelajar dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi IAIN Sorong untuk memperkenalkan program studi, fasilitas, serta berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan yang dapat menjadi pertimbangan mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Rangkaian Kemah Lomba Pramuka Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya dijadwalkan berakhir pada 1 November 2026. Penutupan akan dirangkaikan dengan upacara api unggun serta pengumuman juara umum yang berhak membawa pulang Piala Bergilir Rektor IAIN Sorong.

Melalui kegiatan ini, IAIN Sorong berharap semangat kepramukaan terus tumbuh di kalangan generasi muda, tidak hanya dalam bentuk kecakapan dan keterampilan, tetapi juga melalui sikap disiplin, kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kemah ini menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan pelajar, sekolah, dan perguruan tinggi untuk saling mengenal, belajar, serta membangun semangat kebersamaan demi masa depan generasi muda Papua Barat Daya.

 

Penulis : KPI 2025

Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *