
Humas IAIN Sorong — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menyelenggarakan kegiatan Diskusi Sumpah Pemuda yang berlangsung di Natal Cafe KM 13, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Bersuara atau Bungkam? Menakar Keberanian dan Tanggung Jawab Pemuda di Tengah Persoalan Bangsa”.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DEMA IAIN Sorong ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan IAIN Sorong, yang terdiri atas Senat Mahasiswa (SEMA) Institusi, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas, serta seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) IAIN Sorong. Kehadiran seluruh unsur organisasi mahasiswa tersebut menjadi wujud semangat kebersamaan, solidaritas, dan kolaborasi dalam membangun tradisi intelektual di lingkungan kampus.
Diskusi ini diselenggarakan sebagai ruang intelektual bagi mahasiswa untuk merefleksikan kembali peran, keberanian, dan tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Momentum Hari Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap realitas sosial, kebangsaan, serta tantangan generasi muda di era saat ini.
Kegiatan tersebut menghadirkan Yusuf Septian Nur Effendi, S.Sos., M.Sos., dosen sekaligus akademisi IAIN Sorong yang memiliki perhatian terhadap dinamika generasi Z, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta untuk memahami pentingnya keberanian pemuda dalam menyampaikan pendapat, menyuarakan aspirasi, serta mengambil bagian dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.

Selain keberanian untuk bersuara, pemuda juga dituntut memiliki landasan pengetahuan, kepekaan sosial, serta tanggung jawab moral dan intelektual dalam setiap gagasan maupun tindakan yang disampaikan. Dengan demikian, keberanian menyampaikan pendapat harus diiringi dengan pemikiran yang kritis, argumentasi yang kuat, serta kesadaran terhadap konsekuensi dari setiap pernyataan dan tindakan.
Keterlibatan seluruh ORMAWA IAIN Sorong dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antarlembaga kemahasiswaan. Perbedaan latar belakang organisasi, pandangan, dan pemikiran bukan menjadi penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekuatan dalam memperkaya perspektif serta melahirkan gagasan yang konstruktif.
Melalui forum diskusi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa keberanian bersuara merupakan bagian dari tanggung jawab pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Sikap kritis mahasiswa perlu diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang santun, argumentatif, berbasis data, serta berorientasi pada solusi. Kebebasan berpendapat tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan kritik, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai persatuan yang diwariskan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928. Semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia perlu terus diimplementasikan dalam kehidupan mahasiswa, termasuk melalui kolaborasi lintas organisasi, penghargaan terhadap perbedaan, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, DEMA IAIN Sorong bersama seluruh ORMAWA diharapkan dapat terus membangun ruang kolaborasi yang produktif, memperkuat budaya diskusi, serta menjadikan organisasi mahasiswa sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan, pengembangan intelektualitas, dan peningkatan kepedulian sosial. Mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan Diskusi Sumpah Pemuda ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pemuda tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyampaikan kebenaran, tetapi juga tidak boleh mengabaikan tanggung jawab atas setiap suara yang disampaikan. Keberanian dan tanggung jawab harus berjalan beriringan agar suara pemuda memiliki makna, arah, serta kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemuda bukan sekadar penonton dalam perjalanan bangsa. Pemuda adalah bagian dari kekuatan perubahan yang memiliki tanggung jawab untuk berpikir kritis, bersikap bijak, menjaga persatuan, dan turut menentukan arah masa depan Indonesia. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam diri mahasiswa IAIN Sorong, sehingga mampu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan kampus maupun di tengah kehidupan masyarakat.
Penyelenggaraan Diskusi Sumpah Pemuda oleh DEMA IAIN Sorong dengan melibatkan seluruh ORMAWA ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam menghidupkan semangat kepemudaan, memperkuat persatuan, serta membangun budaya intelektual di lingkungan kampus. Melalui momentum ini, mahasiswa IAIN Sorong diharapkan menjadi generasi muda yang berani bersuara, kritis dalam berpikir, bijak dalam bertindak, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. (admin DEMA/ Humas IAIN Sorong)