DI BALIK PROSESI SELEMPANG YUDISIUM, PESAN KEPEMIMPINAN DIREKTUR PASCASARJANA IAIN SORONG

Humas IAIN Sorong — Pelaksanaan yudisium Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menghadirkan pesan kepemimpinan yang berbeda. Di tengah prosesi yang menjadi penanda kelulusan mahasiswa, Direktur Pascasarjana IAIN Sorong, Bambang Sunatar, memilih untuk tidak menjadi pihak yang pertama kali mengenakan selempang yudisium kepada mahasiswa.

Keputusan tersebut bukan sekadar persoalan atribut dalam prosesi akademik. Bambang menjelaskan bahwa sikap tersebut merupakan bagian dari pesan kepemimpinan yang ingin dibangun di lingkungan Pascasarjana IAIN Sorong, yakni menempatkan para lulusan dan seluruh sivitas akademika sebagai bagian penting dalam proses bersama membangun institusi.

Menurut Bambang, seorang pemimpin tidak harus selalu berada di depan atau menonjolkan simbol jabatan. Kepemimpinan juga dapat diwujudkan dengan memberikan ruang kepada orang lain, membangun kebersamaan, serta berjalan bersama dalam mengembangkan Pascasarjana IAIN Sorong. Sikap tersebut sejalan dengan distingsi Pascasarjana IAIN Sorong yang mengusung konsep Kepemimpinan Transformatif.

Ketika proses yudisium berlangsung, bukan Direktur Pascasarjana yang pertama kali memakaikan selempang kepada mahasiswa, melainkan mempersilakan pimpinan lain untuk melakukannya. Hal tersebut merupakan bentuk bahwa Direktur lebih mendahulukan teman-teman dan membangun Pascasarjana dengan kebersamaan,” ujar Bambang dalam sambutannya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan akademik tidak hanya diukur dari posisi struktural, tetapi juga dari kemampuan menciptakan ruang kebersamaan, memberikan keteladanan, dan menghadirkan pelayanan yang baik.

Bambang juga mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan terbaik dengan penuh keikhlasan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan Pascasarjana IAIN Sorong.

Bagi para lulusan, pesan tersebut menjadi bagian penting dari momentum yudisium. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga membawa nama baik almamater ketika kembali ke tengah masyarakat.

Karena itu, semangat kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan, kebersamaan, dan pelayanan diharapkan dapat terus dibawa dan diwujudkan oleh para lulusan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

 

Penulis : Nir/ Humas 
Editor : WI/ Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *