
Humas IAIN Sorong – Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Syahrul, Lc., M.A., menjadi pembicara dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaboratif yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi keagamaan di kawasan timur Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di Kampung Maibo, Kabupaten Sorong.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yaitu STAKN Mesias Sorong, STAKPN Sentani Jayapura, IAKN Manado, Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, serta IAIN Sorong. Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama.
Mewakili IAIN Sorong, Syahrul menyampaikan materi bertajuk “Membangun Budaya Toleransi, Perdamaian, dan Harmoni dalam Masyarakat Multikultural.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat Papua Barat Daya yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama.
Dalam pemaparannya, Syahrul menegaskan bahwa toleransi merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan di tengah kemajemukan. Menurutnya, perbedaan harus dipandang sebagai kekuatan bersama yang memperkaya kehidupan bermasyarakat, bukan sebagai sumber perpecahan.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis sebagai agen moderasi beragama. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai perdamaian dan memperkuat harmoni sosial, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat keberagaman tinggi seperti Papua Barat Daya.
Untuk memberikan gambaran nyata tentang pentingnya toleransi, Syahrul turut membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan magister di Yogyakarta. Ia menceritakan bahwa persahabatannya dengan rekan-rekan yang berasal dari berbagai latar belakang agama, seperti Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha, tetap terjalin hingga saat ini.

“Saya kalau ke Jakarta dan Bapak Pendeta Darwin Darmawan ada waktu luang, saya biasanya menyempatkan diri bermalam di rumahnya. Mas Darwin adalah teman baik saya saat menempuh studi S2 di Yogyakarta. Sekarang beliau menjabat sebagai Sekretaris Umum GKI,” ungkap Syahrul.
Pengalaman tersebut menjadi ilustrasi bahwa nilai toleransi tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam hubungan persahabatan yang tulus dan saling menghormati di tengah perbedaan.
Kegiatan PkM Kolaboratif ini menjadi wujud nyata sinergi antarperguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara lintas institusi dan lintas wilayah. Kehadiran dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kerja sama akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kampung Maibo.
Melalui forum ini, para peserta turut berdiskusi mengenai berbagai strategi untuk memperkuat harmoni sosial secara berkelanjutan. Dengan demikian, semangat toleransi, perdamaian, dan moderasi beragama diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar atau diskusi, melainkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat multikultural di Kabupaten Sorong.
Penulis : admin LPPM
Editor : wi/humas