
Humas IAIN Sorong – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menyelenggarakan Seminar Sosialisasi Pendidikan Berbasis Kurikulum Inklusif bagi Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah se-Kota dan Kabupaten Sorong, pada Senin, 2 November 2026, bertempat di Gedung Aula IAIN Sorong.
Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Pendidikan Inklusif Berbasis Nilai-Nilai Islam: Sinergi Dharma Wanita Persatuan dan Akademisi dalam Mewujudkan Pendidikan yang Ramah Anak dan Berkeadilan.” Seminar tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya penyelenggaraan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah, dengan mengedepankan nilai-nilai Islam, kemanusiaan, serta prinsip keadilan bagi seluruh peserta didik.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan IAIN Sorong, Ketua DWP IAIN Sorong Dian Prameswari Ruswanti beserta jajaran pengurus, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong, para kepala Raudhatul Athfal dan Madrasah se-Kota dan Kabupaten Sorong, serta Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Sorong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DWP IAIN Sorong, Dian Prameswari Ruswanti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam mengembangkan pendidikan inklusif di lingkungan RA dan madrasah ke depannya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan seminar. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis kurikulum inklusif sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk memperoleh hak pendidikan secara adil dan setara.
Seminar ini menghadirkan dua pemateri, yakni Muhudar Wailegi, S.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, serta Dr. Amelia Aziz Daeng Matadjo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Universitas Islam Makassar (Unisma), yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Jalannya diskusi dipandu oleh Sumarsih selaku moderator.
Dalam pemaparan materi, para narasumber membahas berbagai aspek penting terkait penerapan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Pembahasan diarahkan pada upaya membangun madrasah yang ramah anak, adil, humanis, dan mampu memberikan ruang bagi setiap peserta didik tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang mereka.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, prinsip-prinsip penyelenggaraan madrasah inklusif, landasan hukum, serta berbagai regulasi dan pedoman yang menjadi acuan dalam penerapannya. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para kepala madrasah dan tenaga pendidik dalam memahami sekaligus mengembangkan praktik pendidikan yang lebih terbuka dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, DWP IAIN Sorong berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan satuan pendidikan madrasah dalam mendorong terwujudnya pendidikan inklusif. Dengan pemahaman dan komitmen bersama, madrasah diharapkan mampu menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, menghargai keberagaman, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.
Seminar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar proses penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan juga upaya membangun lingkungan yang menghargai setiap individu. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Islam, pendidikan yang ramah anak dan berkeadilan diharapkan semakin nyata diwujudkan dalam kehidupan madrasah.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas