FILM PENDEK “HARAPAN AYAH” KARYA MAHASISWA KPI ANGKATAN 2022 TAMPIL DALAM FORUM FILM SORONG RUMSRAM VOL. 4

Humas IAIN Sorong– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Angkatan 2022, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, sukses membawa hasil karya film pendek “Harapan Ayah” mengikuti pemutaran dalam Forum Film Sorong Rumsram Vol. 4 yang berlangsung di Infinity Social House, pada tanggal 12 Juli 2026. Adapun film lain yang turut digarap dan diputar dalam forum tersebut berasal dari sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga rumah produksi lokal, termasuk dari Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Negeri Sorong.

Harapan Ayah merupakan film pendek bergenre drama keluarga yang diproduksi sebagai hasil Mata Kuliah Produksi Film. Film ini mengangkat kisah Amanda, seorang guru yang bekerja di perantauan dan disibukkan oleh pekerjaannya hingga tidak memiliki kesempatan untuk pulang ke kampung halaman. Suatu hari, Amanda memberikan tugas kepada murid-muridnya untuk menulis dan menceritakan sebuah cerpen. Salah satu cerpen yang dibacakan muridnya membangkitkan kenangan tentang kedua orang tuanya di kampung, sehingga menyadarkan dirinya akan pentingnya keluarga dan kasih sayang orang tua.

Penulis naskah film Harapan Ayah, Annisa Muthmainnah menjelaskan bahwa cerita tersebut terinspirasi dari kehidupan yang banyak dialami masyarakat. “Ide cerita ini muncul karena saya melihat banyak orang yang sibuk mengejar pekerjaan atau cita-cita hingga tanpa sadar jarang meluangkan waktu bersama orang tua. Melalui film ini, saya ingin mengingatkan bahwa di balik kesibukan kita, masih ada orang tua yang selalu menunggu dan mendoakan kepulangan anaknya. Saya berharap penonton bisa lebih menghargai waktu bersama keluarga, terutama dengan ayah dan ibu, sebelum terlambat,” ujarnya.

Penulis naskah film Harapan Ayah, Annisa Muthmainnah

Film Harapan Ayah lahir melalui proses kreatif yang cukup panjang. Penyusunan naskah dilakukan sejak awal perkuliahan Mata Kuliah Produksi Film dan terus mengalami pengembangan hingga akhir semester. Setelah melalui berbagai tahapan penulisan, diskusi, dan penyempurnaan, proses produksi akhirnya dimulai pada Februari 2025 dengan melibatkan mahasiswa KPI Angkatan 2022 dan Bakarya Production sebagai tim produksi.

Sutradara film Harapan Ayah, Dhea Fatmawaty Lakoro mengatakan bahwa proses penyutradaraan menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. “Kami memulai dengan memahami naskah secara menyeluruh, kemudian berdiskusi bersama seluruh tim mengenai konsep, karakter, dan alur cerita agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton. Selama proses syuting tentu ada berbagai tantangan, seperti menyesuaikan jadwal kru dan pemain serta pengambilan gambar di lokasi. Namun, berkat kerja sama dan komitmen seluruh tim, setiap kendala dapat kami lalui hingga akhirnya film ini berhasil diselesaikan dan diputar dalam Forum Film Sorong Rumsram vol.4,” tuturnya.

Sutradara film Harapan Ayah, Dhea Fatmawaty Lakoro

Dosen pengampu Mata Kuliah Produksi Film, Leonardy Markho mengapresiasi kerja keras seluruh mahasiswa yang terlibat dalam produksi film Harapan Ayah. “Menyelesaikan produksi film dari tahap perencanaan hingga selesai dalam waktu satu semester bukanlah hal yang mudah. Namun, berkat antusiasme, kerja sama, dan pembagian tugas yang baik dari seluruh tim, film Harapan Ayah berhasil diselesaikan dengan baik. Bagi saya, hal yang paling berharga dari proses ini adalah seluruh mahasiswa yang terlibat memperoleh pengalaman belajar secara langsung dalam proses produksi film, termasuk alumni KPI yang turut memberikan kontribusi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim atas kerja keras dan dedikasinya sehingga film ini dapat tujarnya. Sukses untuk setiap pilihan langkah karir yang kalian cita-citanya ” ujarnya.

Keikutsertaan film Harapan Ayah dalam pemutaran Forum Film Sorong Rumsram vol. 4 menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat serta memperoleh pengalaman dalam menampilkan hasil produksi film di ruang apresiasi publik. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi sineas muda di Sorong untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan mengembangkan kreativitas di bidang perfilman.

Dosen pengampu Mata Kuliah Produksi Film, Leonardy Markho

Melalui film Harapan Ayah, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dalam dunia perfilman dan turut mengembangkan perfilman di Kota Sorong. Selain menjadi bentuk implementasi pembelajaran di kelas, film ini juga diharapkan mampu membuka ruang apresiasi, mendorong lahirnya sineas muda, serta memberikan nilai edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.

 

Penulis : lisa/KPI
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *