
Humas IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri Sorong terus memperkuat pembinaan prestasi mahasiswa melalui mekanisme seleksi yang kompetitif menjelang ajang Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) se-Indonesia Timur Tahun 2026.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah pelaksanaan GenCar Talent Show sebagai pintu awal penjaringan mahasiswa berbakat dari berbagai bidang. Melalui proses seleksi yang terbuka dan transparan, mahasiswa diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum ditetapkan sebagai delegasi resmi kampus.
Ketua tim Sudirman menyampaikan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan ke Kota Palu merupakan mahasiswa yang telah melewati tahapan seleksi berdasarkan sistem passing grade. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai standar setiap cabang lomba.
Pada cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), misalnya, nilai minimal kelulusan ditetapkan sebesar 60. Namun, hasil seleksi menunjukkan sebagian besar peserta masih berada pada kisaran nilai 20 hingga 40. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kampus untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Untuk POROS INTIM tahun ini, IAIN Sorong mengirimkan enam mahasiswa yang akan berkompetisi pada 12 cabang perlombaan yang mencakup bidang seni, riset, olahraga, dan pidato.
Beragam cabang yang diikuti menjadi cerminan komitmen kampus dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga kreativitas, kemampuan riset, olahraga, dan keterampilan komunikasi. Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kontingen IAIN Sorong di tingkat regional Indonesia Timur.
Selain menargetkan perolehan medali yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, pihak kampus menekankan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam POROS INTIM tidak semata-mata berorientasi pada prestasi.
Ajang tersebut juga dipandang sebagai ruang pembelajaran untuk membangun karakter, memperkuat mental kompetitif, sekaligus mengembangkan sikap sportif dalam setiap pertandingan maupun perlombaan.
Mahasiswa didorong untuk mampu bersaing secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai etika akademik yang menjadi identitas perguruan tinggi.
Lebih jauh, POROS INTIM dipandang sebagai momentum mempererat silaturahmi antarmahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam se-Indonesia Timur. Kampus berharap seluruh delegasi IAIN Sorong mampu menjadi duta institusi yang tidak hanya menampilkan prestasi, tetapi juga menjaga sopan santun, menghormati peserta dari daerah lain, dan membangun jejaring persahabatan yang positif. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi modal penting dalam membentuk lulusan yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu membawa nama baik IAIN Sorong di tingkat nasional.
Penulis : nir/Humas
Editor : wi/humas