
HUMAS IAIN Sorong – Komitmen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong dalam mendukung penguatan ekonomi syariah dan program Jaminan Produk Halal terus diwujudkan melalui kehadiran Halal Center IAIN Sorong. Lembaga ini hadir bukan hanya sebagai pusat layanan sertifikasi halal, tetapi juga sebagai wadah edukasi, pendampingan, riset, serta pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengembangan ekosistem halal di Papua Barat Daya.
Dalam hasil wawancara kami bersama tim Halal Center IAIN Sorong, dijelaskan bahwa keberadaan Halal Center merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang ingin memahami dan memperoleh sertifikasi halal.

“Halal Center IAIN Sorong adalah pusat layanan, edukasi, pendampingan, kajian, dan penguatan ekosistem halal yang berada di lingkungan kampus. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mendukung program Jaminan Produk Halal melalui sosialisasi, pendampingan sertifikasi halal, penguatan literasi halal, hingga pemberdayaan pelaku usaha,” ungkap tim Halal Center.
Bagi IAIN Sorong, keberadaan Halal Center memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan keilmuan berbasis ekonomi syariah, kewirausahaan halal, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, Halal Center juga menjadi ruang kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah, pendamping halal, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Sementara itu, bagi masyarakat Papua Barat Daya, Halal Center diharapkan menjadi mitra yang mudah dijangkau dalam memperoleh informasi dan pendampingan terkait sertifikasi halal. Tidak hanya membantu menyiapkan dokumen dan memahami prosedur yang berlaku, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas serta daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam menjalankan tugasnya, Halal Center IAIN Sorong didukung oleh tim yang terdiri atas ketua, sekretaris, verifikator, pengawas jaminan produk halal, Pendamping Proses Produk Halal (P3H), serta mahasiswa yang terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat.
Ketua Halal Center bertanggung jawab mengoordinasikan program kerja, membangun kemitraan, dan memastikan seluruh layanan berjalan sesuai regulasi. Sekretaris mengelola administrasi, dokumentasi, serta pelaporan kegiatan. Verifikator berperan dalam memeriksa dokumen sertifikasi halal sebelum diteruskan ke Komite Fatwa. Sementara itu, tim Pendamping Proses Produk Halal (P3H) bertugas mendampingi pelaku usaha mulai dari persiapan data hingga proses pengajuan melalui aplikasi SIHALAL.
Selain itu, terdapat pula pengawas Jaminan Produk Halal yang bertugas memastikan pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal tetap menjalankan proses produksi sesuai ketentuan syariat dan standar yang berlaku melalui pengawasan secara berkala.

Saat ini, Halal Center IAIN Sorong memiliki enam orang pengurus inti dan didukung oleh 21 Pendamping Proses Produk Halal aktif yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari penyuluh agama, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang tersebar di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Dalam pelaksanaannya, Halal Center akan menjalankan sejumlah program utama. Di antaranya sosialisasi dan edukasi Jaminan Produk Halal, pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM, pelatihan dan workshop produk halal, layanan konsultasi halal, pengabdian masyarakat berbasis halal, hingga riset dan pengembangan produk unggulan lokal yang berpotensi masuk ke dalam ekosistem industri halal.
Menurut tim Halal Center, keberadaan lembaga ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal. Saat ini, konsep halal tidak hanya dipandang dari sisi keagamaan semata, tetapi juga berkaitan dengan kualitas, kebersihan, keamanan, serta kepercayaan konsumen terhadap suatu produk.
“Produk yang telah memiliki sertifikat halal akan memiliki nilai tambah yang besar. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, produk tersebut juga memiliki peluang yang lebih luas untuk masuk ke berbagai jaringan pemasaran, baik tingkat regional, nasional, maupun global,” jelas mereka.

Di Papua Barat Daya sendiri, potensi produk lokal sangat besar, mulai dari sektor pangan, kuliner, hasil perikanan, pertanian, hingga usaha mikro dan kecil. Namun, masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan edukasi dan pendampingan agar mampu memenuhi standar sertifikasi halal yang berlaku. Di sinilah Halal Center hadir sebagai jembatan antara kebutuhan masyarakat, regulasi pemerintah, dan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan ekonomi.
Ke depan, Halal Center IAIN Sorong menargetkan diri menjadi pusat rujukan halal yang aktif, terpercaya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat pendampingan sertifikasi halal, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penelitian, inovasi, dan pengembangan ekonomi halal berbasis kampus.
Bagi mahasiswa, keberadaan Halal Center juga membuka peluang untuk terlibat langsung dalam kegiatan literasi dan pendampingan halal di masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman nyata dalam mengimplementasikan ilmu yang dimiliki melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Halal Center berharap semakin banyak UMKM lokal yang memperoleh sertifikasi halal sehingga mampu meningkatkan daya saing produk khas Papua Barat Daya. Di saat yang sama, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa produk halal merupakan bagian penting dari perlindungan konsumen dan peningkatan kualitas produk.
Melalui berbagai program yang akan dijalankan secara berkelanjutan, Halal Center IAIN Sorong optimistis dapat menjadi mitra strategis kampus, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun budaya halal, memperkuat ekonomi syariah, serta mendorong kemajuan produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : win-Kar/Halal-Humas
Editor : wi/Humas