HMPS MBS IAIN SORONG DORONG MAHASISWA BELAJAR BERWIRAUSAHA MELALUI PRAKTIK JUALAN

HMPS PRODI MBS IAIN Sorong

HUMAS IAIN Sorong — Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) IAIN Sorong terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori bisnis di ruang kelas, tetapi juga berani mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan mahasiswa yang mendorong mereka untuk mulai memasarkan dan menjual produk secara langsung.

Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang penting bagi mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk merasakan secara langsung proses menjalankan usaha, meskipun masih dalam skala sederhana. Melalui praktik tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dari perkuliahan sekaligus belajar menghadapi berbagai situasi yang muncul ketika berinteraksi dengan konsumen.

Koordinator Prodi MBS IAIN Sorong, Sella Nofriska Sudrimo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari proses pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan. Dalam pembelajaran tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep dan teori kewirausahaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mencoba praktik langsung berjualan.

Menurut Sella, pengalaman tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Karena itu, mahasiswa didorong agar tidak berhenti melakukan aktivitas berjualan setelah menyelesaikan tugas mata kuliah. Mereka juga diarahkan untuk tetap aktif memasarkan produk melalui saluran WhatsApp BUMM-BS yang menjadi media bersama bagi mahasiswa MBS.

HMPS PRODI MBS IAIN Sorong saat memperkenalkan daganagan mereka

Dari situ saya melihat bahwa kegiatan ini sebenarnya punya potensi yang lebih besar. Karena itu, saya kemudian mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti berjualan hanya karena tugas mata kuliahnya sudah selesai. Saya meminta mereka untuk tetap aktif dan selalu update atau mempromosikan produknya setiap hari melalui saluran WhatsApp BUMM-BS,” jelas Sella.

Saluran tersebut juga tidak dibatasi hanya bagi mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Kewirausahaan. Mahasiswa MBS yang telah memiliki usaha, mempunyai produk, maupun yang baru ingin mencoba berjualan diberikan ruang untuk ikut bergabung. Dengan demikian, BUMM-BS diharapkan dapat berkembang menjadi wadah bersama bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan pengalaman berwirausaha.

Sella menilai pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa MBS. Menurutnya, pemahaman mengenai bisnis akan menjadi lebih lengkap ketika mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengalami secara langsung proses mempromosikan produk, berkomunikasi dengan konsumen, melakukan transaksi, hingga mengevaluasi hasil penjualan.

“Kalau mahasiswa MBS hanya belajar teori bisnis tanpa pernah mencoba menjalankan bisnis secara langsung, tentu pengalaman yang mereka dapatkan belum lengkap. Jadi melalui BUMM-BS ini kami ingin memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar bisnis secara nyata,” ujarnya.

Dalam keberlanjutan kegiatan tersebut, Sella juga menekankan pentingnya pendampingan dari program studi. Ia tidak ingin aktivitas berjualan hanya berlangsung karena adanya tugas mata kuliah, kemudian berhenti setelah tugas selesai. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa MBS secara berkelanjutan.

Mahasiswa juga diarahkan untuk tidak hanya berfokus pada bagaimana produk dapat terjual. Lebih dari itu, mereka diajak untuk mempelajari proses di balik kegiatan tersebut, mulai dari membuat promosi yang menarik, membangun komunikasi dengan konsumen, memberikan pelayanan yang baik, hingga mencatat hasil transaksi dan mengevaluasi kegiatan penjualan.

Ke depan, Program Studi MBS berharap kegiatan ini dapat dikelola secara lebih baik dan terarah. BUMM-BS tidak hanya menjadi media untuk mempublikasikan produk melalui WhatsApp, tetapi dapat berkembang menjadi wadah atau laboratorium kewirausahaan mahasiswa MBS yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bisnis secara nyata.

Sella Nofriska Sudrimo KA PRODI MBS IAIN Sorong
Sella Nofriska Sudrimo KA PRODI MBS IAIN Sorong

Program studi juga berkomitmen untuk terus memberikan arahan dan melakukan evaluasi bersama mahasiswa. Setiap kendala yang muncul dapat didiskusikan bersama, sementara ide maupun produk yang memiliki potensi akan terus didorong agar dapat dikembangkan. Pendekatan tersebut menempatkan program studi sebagai pendamping mahasiswa dalam proses belajar, bukan sekadar pemberi tugas.

Lebih jauh, kegiatan ini memiliki target yang tidak hanya diukur dari jumlah produk yang terjual maupun besarnya omzet mahasiswa. Hal yang juga menjadi perhatian adalah tumbuhnya keberanian mahasiswa untuk memulai usaha serta terbentuknya keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal mereka di masa mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar membuat promosi, menyusun konten yang menarik, berkomunikasi dengan konsumen, melayani pesanan, mencatat transaksi, hingga menghitung hasil penjualan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas dapat langsung dipraktikkan melalui pengalaman sederhana tetapi nyata.

Program studi juga berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya aktif ketika mahasiswa mendapatkan tugas dari mata kuliah Kewirausahaan. Jika terus dikembangkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan usaha-usaha mahasiswa yang dapat dilanjutkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

“Jadi, target akhirnya bukan hanya produknya laku, tetapi bagaimana dari kegiatan sederhana ini mahasiswa mendapatkan pengalaman, keterampilan, keberanian, dan mental sebagai seorang entrepreneur yang tetap berpegang pada prinsip-prinsip bisnis syariah,” ungkap Sella.

Pandangan positif juga disampaikan Nurul Hidayati Alifah, mahasiswa Prodi MBS angkatan 2025 yang turut mengikuti kegiatan tersebut dengan berjualan. Baginya, pengalaman tersebut memberikan ruang untuk membangun rasa percaya diri dalam mengambil langkah awal memulai bisnis.

Menurut Nurul, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengatasi rasa malu atau ragu yang terkadang muncul ketika seseorang hendak mulai berjualan. Selain memperoleh pengalaman, aktivitas tersebut juga memberikan manfaat praktis bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tanggapan saya tentang kegiatan ini, kegiatan ini bisa membangun rasa percaya diri untuk membangun langkah awal memulai bisnis, karena biasanya ada beberapa orang yang malu untuk memulai berjualan. Sekaligus buat cari uang jajan,” tutur Nurul.

Kegiatan sederhana yang tumbuh dari proses pembelajaran tersebut pada akhirnya menjadi ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa MBS IAIN Sorong. Dari keberanian menawarkan produk hingga berinteraksi dengan konsumen, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui teori di dalam kelas.

Melalui BUMM-BS, semangat kewirausahaan diharapkan terus tumbuh menjadi bagian dari keseharian mahasiswa MBS. Langkah kecil dalam memulai usaha diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang membentuk keberanian, keterampilan, kreativitas, dan sikap mandiri mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun peluang usaha di masa depan.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *