
HUMAS IAIN Sorong — IAIN Sorong bersama mitra terkait menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Kampus IAIN Sorong pada Kamis (8/10/2026) tersebut mengangkat tema “Cerdas Finansial, Berani Berinvestasi, Teguh pada Prinsip Syariah.”
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia keuangan dan investasi, khususnya investasi yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan sekaligus mampu melihat peluang investasi secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab.
Direktur Galeri Investasi Syariah IAIN Sorong, Rokhimah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk mulai mengenal dan memahami dunia investasi. Menurutnya, Sekolah Pasar Modal Syariah dapat menjadi solusi cerdas sekaligus wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar memperoleh pengetahuan yang memadai sebelum mengambil keputusan dalam berinvestasi.
“Ini bisa menjadi awal bagi generasi muda saat ini dan menjadi solusi cerdas serta wadah untuk belajar,” ujar Rokhimah dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IAIN Sorong yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor I, Sudirman. Dalam sambutannya sekaligus saat membuka kegiatan, Sudirman menyampaikan bahwa Sekolah Pasar Modal Syariah merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.

Ia juga membagikan sedikit pengalamannya mengenai saham dan investasi kepada peserta. Menurutnya, pemahaman terhadap investasi penting dimiliki sejak dini agar generasi muda dapat mengenali berbagai instrumen investasi serta memahami manfaat dan risiko yang menyertainya. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu membangun pengetahuan finansial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Papua Barat Daya, Budi Rahman, dalam sambutannya berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi muda. Kehadiran OJK dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam konteks edukasi keuangan, peserta diperkenalkan dengan pentingnya mengenali lembaga jasa keuangan, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, serta memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara sehat. Pemahaman tersebut menjadi bekal bagi generasi muda agar lebih bijak dalam menentukan pilihan keuangan dan tidak mudah mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan risiko.
Budi Rahman juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola aset yang dimiliki dengan baik. Menurutnya, kecerdasan finansial perlu dibangun sejak usia muda agar mahasiswa mampu merencanakan dan mengelola sumber daya keuangan secara lebih bertanggung jawab.
“Kehadiran kami di sini untuk memberikan pemahaman tentang cerdas finansial, bagaimana mengelola aset yang kalian punya dengan baik,” ungkapnya.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga yang memiliki kompetensi di bidang keuangan, pasar modal, dan ekonomi syariah. Khalid Abdul Latif, Auditor IAIN Sorong, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya pemaparan materi dan diskusi bersama peserta.
Salah satu materi disampaikan oleh Keveen Paulus Matondang dari OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Pembahasan dari perspektif OJK memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai Otoritas Jasa Keuangan, peran dan fungsi OJK dalam sektor jasa keuangan, serta pentingnya literasi dan inklusi keuangan. Peserta juga diarahkan untuk mengenali berbagai layanan dan produk keuangan secara lebih cermat sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar dan dapat dipercaya.
Selanjutnya, Aini Masruroh dari DSN-MUI Institute memberikan perspektif dari sisi ekonomi dan keuangan syariah. Pembahasan diarahkan pada pentingnya memahami prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas keuangan dan investasi. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya memastikan bahwa kegiatan investasi tidak hanya mempertimbangkan aspek keuntungan, tetapi juga kesesuaian dengan prinsip syariah, termasuk menghindari unsur-unsur yang bertentangan dengan ketentuan syariah.
Dari sisi pasar modal syariah, Rosyidah dari Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia memberikan pemahaman mengenai perkembangan pasar modal syariah serta peluang investasi yang tersedia bagi masyarakat. Mahasiswa dapat mengenal lebih dekat instrumen pasar modal syariah, termasuk bagaimana pasar modal dapat menjadi salah satu pilihan dalam perencanaan keuangan apabila dilakukan dengan pengetahuan dan pertimbangan yang tepat.
Sementara itu, Lili Ardianti, Branch Manager PT Phintraco Sekuritas, memberikan perspektif praktis mengenai investasi dan aktivitas di pasar modal. Pembahasan dari sisi perusahaan sekuritas membantu mahasiswa memahami bagaimana proses investasi dapat dilakukan melalui lembaga yang menyediakan layanan perdagangan efek, sekaligus pentingnya memahami profil risiko, tujuan investasi, serta mempertimbangkan informasi sebelum menentukan pilihan investasi.

Berbagai perspektif yang disampaikan para narasumber memberikan gambaran yang lebih utuh kepada mahasiswa. Mulai dari peran regulator, prinsip syariah, perkembangan pasar modal syariah hingga aspek praktis dalam melakukan investasi, seluruh materi saling melengkapi untuk membangun pemahaman peserta mengenai pentingnya kecerdasan finansial.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak untuk mengenal investasi sebagai sebuah peluang, tetapi juga didorong untuk memahami bahwa setiap keputusan finansial membutuhkan pengetahuan, pertimbangan, dan sikap yang bertanggung jawab. Hal ini menjadi penting agar semangat berinvestasi di kalangan generasi muda tidak hanya didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan, tetapi juga didasarkan pada pemahaman terhadap risiko dan prinsip yang berlaku.
Sekolah Pasar Modal Syariah ini juga menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dengan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang keuangan dan pasar modal. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dunia investasi secara lebih dekat.
Melalui kegiatan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2026, IAIN Sorong terus mendorong mahasiswa agar memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan dan memahami investasi secara bertanggung jawab. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal dalam merencanakan masa depan secara lebih matang.
Pada akhirnya, kecerdasan finansial bukan hanya tentang bagaimana memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang kemampuan memahami risiko, mengelola sumber daya, serta menentukan pilihan keuangan secara bijaksana. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh dari kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah, sehingga mahasiswa IAIN Sorong dapat menjadi generasi muda yang semakin cerdas mengelola keuangan, berani mengambil peluang secara terukur, dan tetap teguh pada prinsip syariah.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas