IAIN SORONG JADI TUAN RUMAH CAPACITY BUILDING KEUANGAN DAN BMN KEMENAG PAPUA BARAT

HUMAS IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan dengan menjadi tuan rumah kegiatan Capacity Building Tim Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat. Mengusung tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan dan BMN: Dari Kepatuhan Menuju Performa”, kegiatan tersebut resmi dibuka di Aula IAIN Sorong pada Rabu (5/8/2026) dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas bagi para pengelola keuangan dan BMN dari berbagai satuan kerja (satker) di bawah naungan Kementerian Agama di wilayah Papua Barat. Melalui forum ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperbarui pemahaman terkait regulasi dan tata kelola keuangan, tetapi juga memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.

Mewakili pimpinan IAIN Sorong, Kepala Bagian Umum, Layanan Akademik, dan Administrasi (ULA), Anwar Darwis, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada IAIN Sorong sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, hubungan antara IAIN Sorong dan Kantor Wilayah Kementerian Agama selama ini telah terjalin dengan erat sehingga kolaborasi dalam berbagai kegiatan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi kelembagaan.

“IAIN Sorong dan Kantor Wilayah Kementerian Agama adalah saudara yang memiliki hubungan sangat erat. Karena itu, menjadi tuan rumah kegiatan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta maupun satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Anwar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Th., M.Th., dalam arahannya menekankan bahwa pengelola keuangan dan BMN memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga akuntabilitas dan kredibilitas institusi. Menurutnya, setiap pengelola dituntut memiliki keseriusan dalam menjalankan amanah serta mampu menindaklanjuti berbagai hasil evaluasi sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas kinerja.

Ia menegaskan bahwa setiap rekomendasi hasil evaluasi harus dijadikan dasar perbaikan agar pengelolaan keuangan dan BMN tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mampu menunjukkan performa yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Barnabas juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan setiap materi yang diberikan sebagai bekal untuk diterapkan di satuan kerja masing-masing setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi dibangun melalui kontribusi setiap individu yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Setiap pekerjaan, sekecil apa pun, dan setiap bantuan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan yang kita capai bersama. Karena itu, hasil dari kegiatan ini harus benar-benar dapat diimplementasikan di tempat kerja masing-masing,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Barnabas turut menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Kementerian Agama, salah satunya keberhasilan kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bukti nyata dari keseriusan, komitmen, dan kerja sama seluruh jajaran dalam membangun tata kelola keuangan dan pengelolaan BMN yang akuntabel serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengelola keuangan dan BMN atas dedikasi serta kerja nyata yang telah diberikan selama ini. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh satuan kerja tidak cepat berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja sehingga mampu menghasilkan capaian yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan Capacity Building ini diikuti oleh perwakilan operator atau pengguna (user) dari masing-masing satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama di Papua Barat Daya. Dari IAIN Sorong, dua operator ditugaskan sebagai peserta, yakni Suprandoko Sutirsno dan Naufal Faiq Amrullah, yang akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dalam pengelolaan keuangan dan BMN.

Melalui kegiatan yang berlangsung hingga 7 Agustus 2026 ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman, peningkatan kompetensi, serta komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola keuangan dan BMN yang profesional, efektif, dan akuntabel. Dengan demikian, semangat transformasi yang diusung dalam kegiatan ini tidak hanya berhenti pada forum pelatihan, tetapi juga mampu diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari di setiap satuan kerja Kementerian Agama demi mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas.

 

Penulis : kar/Humas

Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *