
HUMAS IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, di halaman Gedung Pascasarjana IAIN Sorong. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Amanat tersebut mengajak seluruh peserta untuk kembali mengenang sejarah perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta merefleksikan peran penting santri dalam membangun masa depan bangsa.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa semangat perjuangan santri memiliki kaitan erat dengan peristiwa 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa bersejarah tersebut tidak terlepas dari peran para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk semangat perjuangan yang digelorakan melalui Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Semangat tersebut menjadi salah satu landasan historis ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Lebih lanjut, tema Hari Santri Nasional tahun ini mengandung pesan bahwa santri harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Santri tidak boleh tertinggal dalam penguasaan teknologi, tetapi harus mampu memahami dan memanfaatkannya secara bijak. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan akhlak mulia agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Santri juga diingatkan agar tidak merasa rendah diri maupun membatasi cita-cita. Dengan ilmu, ketekunan, dan semangat belajar, santri memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang, baik sebagai pendidik, ilmuwan, maupun pemimpin bangsa. Karena itu, santri didorong untuk terus mengembangkan kemampuan, terbuka terhadap kemajuan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dalam setiap langkah dan pengabdian.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjadi santri bukan sekadar menjalani proses pendidikan keagamaan, melainkan juga mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Santri diharapkan mampu menghadirkan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, masyarakat, dan negara melalui ilmu pengetahuan, keteladanan akhlak, serta semangat pengabdian.

Dalam amanat yang sama, turut disoroti kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren sebagai langkah penguatan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren. Keberadaan direktorat tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pesantren dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan IAIN Sorong menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta meneguhkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman. Melalui peringatan ini, seluruh sivitas akademika diharapkan terus mendukung lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata, melalui kesungguhan belajar, kepedulian terhadap sesama, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas