IAIN SORONG TETAPKAN KUOTA 2026, PERKUAT KOMITMEN KUALITAS DAN PELAYANAN PRIMA DALAM SELEKSI MAHASISWA BARU

HUMAS IAIN Sorong – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong secara resmi mengumumkan perubahan signifikan terkait daya tampung mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026. Keputusan ini, yang tercantum dalam Perubahan atas Keputusan Rektor nomor 469 tahun 2025, menegaskan komitmen kuat institusi dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi sekaligus memastikan proses seleksi yang transparan dan melayani bagi para calon mahasiswanya.

Berdasarkan data terbaru, IAIN Sorong telah menetapkan kuota penerimaan mahasiswa baru yang terbagi dalam tiga jalur utama: Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) sebesar 30%, Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 40%, dan Jalur Mandiri 30%.

Program studi seperti Ekonomi Syariah (ES) menjadi primadona dengan kuota tertinggi mencapai 100 mahasiswa, diikuti oleh Komunikasi Penyiaran Islam dan Manajemen Bisnis Syariah yang masing-masing mencapai 50 mahasiswa. Pendidikan Agama Islam (PAI) juga memiliki daya tampung yang cukup besar, yakni 72 mahasiswa, menunjukkan variasi kuota yang disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan setiap program studi.

Ketua Admisi IAIN Sorong, Ririn Musdalifah, menegaskan bahwa proses seleksi jalur SPAN-PTKIN sepenuhnya ditentukan oleh pusat, menjamin objektivitas tanpa potensi bias dari pihak kampus.

Peran IAIN Sorong dalam jalur ini berfokus pada pemeriksaan ketat kelengkapan berkas calon mahasiswa, seperti nilai rapor dan dokumen prestasi. Komitmen ini bukan hanya sekadar retorika, terbukti dari keberhasilan kampus mengamankan penambahan kuota hingga 227 kursi dari pusat pada tahun sebelumnya, serta mempertahankan tingkat registrasi ulang yang memuaskan antara 70-80%. Bagi mahasiswa yang lulus SPAN-PTKIN, pendaftaran ulang dapat dilakukan melalui link berikut: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScZnD13KOf13eve9qXtxleanT1LWk4KbEjZGUJdYEJvC2nrNw/viewform.

Salah satu pilar utama pelayanan IAIN Sorong adalah dukungan penuh bagi calon mahasiswa, terutama yang menghadapi kendala teknis dalam proses pendaftaran. Kampus menyediakan layanan asistensi langsung, baik secara daring maupun di kampus, untuk membimbing mereka yang mungkin “gap tech” atau kesulitan mengelola persyaratan pendaftaran.

Layanan ini juga mencakup konseling awal untuk membantu siswa mengenali minat dan potensi akademik mereka, memastikan pilihan program studi yang sesuai dan prospek karier yang jelas di masa depan.

Selain itu, IAIN Sorong juga bangga dengan program studi unggulannya, Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Meskipun mungkin terdengar asing, BPI merupakan satu-satunya program studi di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, program studi ini menawarkan keunikan serta prospek kerja yang sangat luas.

Tim admisi secara aktif mempromosikan fakta bahwa lulusan BPI hampir tidak ada yang menganggur, menunjukkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan memberikan jaminan karier yang menjanjikan.

Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil di jalur SPAN-PTKIN, IAIN Sorong menyampaikan pesan inspiratif bahwa kegagalan bukanlah akhir.

Kampus ini menyediakan berbagai jalur alternatif, termasuk Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dan Jalur Mandiri, sebagai kesempatan kedua untuk bergabung.

Jadwal dan informasi pendaftaran UM-PTKIN tertera di website resmi pada link berikut: https://um.ptkin.ac.id/. Melalui strategi penjaringan kembali dan sosialisasi yang diperkuat di media sosial, IAIN Sorong terus berupaya menjangkau calon mahasiswa dari berbagai latar belakang, memastikan setiap individu memiliki peluang untuk meraih masa depan yang cerah di IAIN Sorong.

 

Penulis : nir/Humas

Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *