LIMA HMPS FAKULTAS SYARIAH DAN DAKWAH IAIN SORONG RESMI DILANTIK, SIAP BERSINERGI DAN BERKOLABORASI

Proses Pelantikan dipimpin Oleh Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah

HUMAS IAIN Sorong — Sebanyak lima Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong resmi dilantik untuk masa kepengurusan periode 2026/2027. Pelantikan yang mengusung tema “Bersinergi dalam Kepemimpinan, Bergerak dalam Kolaborasi, Berkarya untuk Fakultas Syariah dan Dakwah” tersebut berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Gedung Aula Kampus IAIN Sorong dan diikuti sekitar 80 mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Yusuf Busra. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pelantikan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan momentum bagi para mahasiswa yang dipercaya sebagai pengurus untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Fakultas Syariah dan Dakwah.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta mengingatkan bahwa amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab yang perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh demi keberlangsungan organisasi dan kemajuan fakultas.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pelantikan oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Dakwah, Hasbiah. Pembacaan SK menjadi bagian penting sebelum memasuki prosesi inti pelantikan.

Prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan kemudian dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah, Surahman Amin. Setelah pembacaan naskah pelantikan, para pengurus secara resmi dinyatakan sebagai bagian dari kepengurusan HMPS Fakultas Syariah dan Dakwah periode 2026/2027.

Wakil Dekan 1 Saat Membacaan SK pengurus HMPS PRODI Fakultas Syariah dan Dakwah

Pelantikan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk pengesahan dan dokumentasi resmi atas pelantikan kepengurusan. Lima program studi yang melaksanakan pelantikan HMPS tersebut terdiri atas Program Studi Hukum Keluarga, Ekonomi Syariah, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Penyuluhan Islam, serta Manajemen Bisnis Syariah.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DEMA Fakultas Syariah dan Dakwah, Syakinah Azzahrah. Ia menyoroti keberagaman latar belakang pendidikan dari kelima program studi yang pada momentum pelantikan tersebut dipersatukan dalam satu semangat untuk membangun fakultas.

“Lima program studi yang dilantik memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, tetapi hari ini kita menjadi satu,” ujarnya.

Menurutnya, pelantikan hendaknya menjadi momentum untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan. Ia juga mengajak para pengurus untuk tidak takut belajar dan tidak menjadikan kesempurnaan sebagai batas untuk bergerak. Organisasi, menurutnya, merupakan ruang untuk menjalani proses, belajar dari pengalaman, sekaligus memberikan manfaat.

“Jangan takut untuk belajar. Bukan menjadi sempurna, tetapi kita terus mencoba menjadi lebih baik untuk menutupi kekurangan yang ada,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada mahasiswa dan lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah, Surahman Amin, dalam sambutannya mengingatkan para mahasiswa agar aktif berorganisasi tanpa melupakan tugas utama sebagai mahasiswa, yaitu menjalankan tanggung jawab akademik. Ia menegaskan bahwa organisasi seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman sosial sekaligus menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Jangan sampai organisasi membuat kita terlena di dalamnya sehingga melupakan tugas utama kalian di akademik,” pesannya.

Menurutnya, aktivitas organisasi dan akademik perlu berjalan secara seimbang sehingga pengalaman berorganisasi dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan mahasiswa. Organisasi juga dapat menjadi media pembelajaran untuk membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar menjadi pemimpin yang baik, termasuk belajar menyampaikan pendapat dengan etika dan cara yang tepat.

Ia menilai kemampuan menyampaikan pendapat secara santun dan tidak anarkis merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter seorang pemimpin. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa, baik selama berada di lingkungan kampus maupun ketika nantinya terjun ke tengah masyarakat.

Selain itu, Surahman Amin mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Kecanggihan teknologi perlu digunakan untuk mendukung kegiatan dan memberikan manfaat, bukan justru menjadi sesuatu yang membawa dampak negatif. Ia juga menekankan bahwa akhlak yang baik merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan karena dapat menjadi pengendali dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Pelantikan lima HMPS ini menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk membangun semangat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan Fakultas Syariah dan Dakwah. Perbedaan latar belakang dari setiap program studi diharapkan tidak menjadi jarak, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam menjalankan amanah organisasi.

Selamat kepada seluruh pengurus HMPS Fakultas Syariah dan Dakwah periode 2026/2027. Semoga amanah dalam menjalankan tanggung jawab, terus bertumbuh melalui proses organisasi, serta mampu menghadirkan karya dan kontribusi yang membawa manfaat bagi fakultas, kampus, dan masyarakat.

 

Penulis : kar/Humas

Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *