MA’HAD PUTRI IAIN SORONG PERKUAT KEBERSAMAAN MELALUI PEMBIASAAN IBADAH DAN DISIPLIN ASRAMA

HUMAS IAIN Sorong – Suasana kekeluargaan terasa kuat di Ma’had Putri IAIN Sorong yang menjadi salah satu pusat pembinaan karakter bagi mahasiswi. Di bawah bimbingan pembina Hartinah, berbagai kegiatan rutin terus dijalankan sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan asrama.

Hartinah menjelaskan bahwa kegiatan di Ma’had Putri saat ini difokuskan pada pembiasaan ibadah harian, seperti salat berjamaah Subuh, Magrib, Isya, disertai dengan program baca tulis Al-Qur’an. Seluruh kegiatan ini dijalankan secara konsisten sebagai bentuk penguatan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an sesuai arahan pimpinan kampus.

“Harapannya, mahasiswi bisa lebih terbiasa dan semakin baik dalam membaca Al-Qur’an, karena ini menjadi fondasi penting dalam pembinaan di ma’had,” ungkapnya.

Untuk menjaga kebersamaan dan keteraturan, pengelolaan kegiatan dilakukan secara berkelompok. Hartinah juga melibatkan  delapan tujuh mudirah yang dipercaya untuk membantu mengoordinasikan teman-temannya di setiap kelompok. Sistem ini tidak hanya membantu kelancaran kegiatan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan saling peduli antar penghuni ma’had.

“Dengan sistem kelompok ini, kami ingin semua bisa saling mengingatkan dan saling mendukung, sehingga suasana di ma’had tetap terasa seperti keluarga,” tambahnya.

Menariknya, Ma’had Putri juga menjadi ruang kebersamaan bagi mahasiswi dengan latar belakang berbeda, termasuk non-muslim. Mereka tetap mengikuti pola pembinaan yang ada dengan penyesuaian kegiatan sesuai keyakinan masing-masing, namun tetap dalam suasana kebersamaan dan saling menghargai.

Selain kegiatan ibadah, kehidupan sehari-hari di ma’had juga diatur dengan pola yang terstruktur namun tetap memperhatikan kenyamanan bersama. Pengaturan jam masuk dan keluar asrama diterapkan, dengan ketentuan pintu gerbang ditutup pada pukul 21.30 WIT sebagai bentuk kedisiplinan bersama.

Penggunaan fasilitas pun diatur agar lingkungan tetap bersih dan nyaman. Mahasiswi diarahkan untuk menggunakan fasilitas sesuai tempatnya, seperti mencuci peralatan makan di tempat yang telah disediakan serta tidak memasak di dalam kamar.

Hartina juga menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan pihak kampus yang terus membantu keberlangsungan kegiatan di Ma’had Putri, termasuk dalam perawatan fasilitas asrama. Menurutnya, meskipun terdapat beberapa kendala teknis, perhatian dari kampus tetap berjalan dengan baik.

Lebih dari sekadar tempat tinggal, Hartinah berharap Ma’had Putri dapat menjadi ruang tumbuh bersama yang membentuk karakter dan akhlak mahasiswi. Nilai-nilai agama yang ditanamkan diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

“Di sini kami bukan hanya membina kedisiplinan, tapi juga kebersamaan. Harapannya, mahasiswi bisa membawa nilai-nilai ini ke mana pun mereka pergi,” tutupnya.

 

Penulis : zul/Humas

Editor  : wi/Humas

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *