
HUMAS IAIN Sorong – Prestasi kembali hadir dari mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong. Kali ini datang dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), di mana salah satu mahasiswanya, Muhammad Adnan, berhasil meraih Juara Harapan II dalam ajang Pecah Tawa Banteng Muda Stand-Up Comedy Competition 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa KPI IAIN Sorong mampu mengembangkan potensi di berbagai bidang. Tidak hanya unggul dalam dunia komunikasi dan media, mahasiswa juga mampu menunjukkan kreativitas dan kemampuan berbicara di depan publik melalui seni pertunjukan, salah satunya stand-up comedy.
Di balik pencapaiannya, Adnan mengaku bahwa kecintaannya terhadap dunia stand-up comedy sudah tumbuh sejak lama. Ketertarikannya pada dunia komedi membawanya bergabung dengan Komunitas Stand Up Indo Sorong, tempat ia mengasah kemampuan sekaligus belajar dari para komika lainnya.
“Saya memang dari dulu suka hal-hal yang lucu dan merasa diri saya cukup humoris. Dari situlah muncul keinginan untuk mencoba stand-up comedy hingga akhirnya bergabung dengan komunitas,” ungkap Adnan saat diwawancarai Tim Humas IAIN Sorong.
Menariknya, menurut Adnan, dunia stand-up comedy dan ilmu yang dipelajarinya di Program Studi KPI saling melengkapi. Ia merasakan bahwa banyak materi perkuliahan yang dapat diterapkan saat tampil di atas panggung, begitu pula pengalaman yang diperoleh dari stand-up comedy memberikan manfaat besar dalam proses belajarnya di kampus.
Ia menjelaskan bahwa saat tampil membawakan materi, seorang komika harus mampu membaca karakter audiens, memahami situasi, dan menyampaikan pesan dengan cara yang tepat. Kemampuan tersebut sejalan dengan ilmu komunikasi yang dipelajarinya selama kuliah di KPI. Sebaliknya, berbagai teori komunikasi yang diperoleh di ruang kelas juga membantunya menjadi lebih percaya diri dan efektif saat berinteraksi dengan penonton.
Bagi Adnan, pengalaman di luar kampus memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa. Ia meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui organisasi, komunitas, maupun berbagai aktivitas positif yang dapat memperluas wawasan dan pengalaman.
“Mahasiswa sebaiknya tidak hanya belajar di kampus. Kita juga perlu belajar dari lingkungan luar dengan tetap menjaga nilai-nilai yang baik. Dari komunitas saya belajar tentang solidaritas, saling mendukung, dan menghargai proses,” tuturnya.
Lebih jauh, Adnan mengungkapkan bahwa dunia stand-up comedy telah mengajarkannya banyak hal. Selain melatih kemampuan berbicara di depan umum, ia juga belajar menyusun materi secara sistematis, berpikir lebih rasional dengan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, serta membangun pola pikir yang kritis namun tetap positif. Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi bekal berharga yang sangat relevan dengan bidang komunikasi yang sedang ia tekuni.
Di akhir wawancara, Adnan turut memberikan pesan kepada mahasiswa IAIN Sorong agar tidak takut mengembangkan potensi diri dan berani mengambil kesempatan untuk tampil di hadapan publik. Menurutnya, rasa percaya diri akan tumbuh ketika seseorang berani mencoba dan terus belajar dari setiap pengalaman.
“Jangan takut tampil di depan banyak orang. Mungkin awalnya terasa sulit, tetapi dari situlah kita belajar, berkembang, dan menemukan kemampuan yang selama ini belum kita sadari,” pesannya.
Prestasi yang diraih Muhammad Adnan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Program Studi KPI IAIN Sorong. Keberhasilannya menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Sorong tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga didorong untuk terus mengembangkan bakat, kreativitas, dan kompetensi di berbagai bidang.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas