
HUMAS IAIN Sorong — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Gedung Aula IAIN Sorong. Mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW: Merawat Moderasi, Merajut Persaudaraan dan Peradaban di Tanah Papua”, kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus merefleksikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan kampus.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini dikemas dengan nuansa berbeda melalui dialog interaktif. Selain menjadi momentum keagamaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membahas keteladanan Rasulullah SAW dari berbagai perspektif yang dekat dengan kehidupan masyarakat Papua dan generasi kampus.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Dr. Rusyaid, M.Pd.I., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat disesuaikan dengan visi dan misi IAIN Sorong serta diharapkan dapat memberikan makna yang lebih luas bagi sivitas akademika.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena panitia mencoba menghadirkan format dialog yang melibatkan tiga narasumber dengan perspektif berbeda. Ketiganya adalah Dr. H. Muhammad Huzain, S.Fil., M.S.I., Kepala Ma’had IAIN Sorong; Dr. Andi Ahriani, S.S., M.Si., Sekretaris Unit LPM IAIN Sorong; serta Dr. Sudirman, S.H., M.H.I., Wakil Rektor I IAIN Sorong. Di akhir laporannya, Dr. Rusyaid turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Rektor IAIN Sorong, Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., M.A., dalam sambutannya mengingatkan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peringatan atas kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali meneladani sifat, perilaku, perjuangan, dan ajaran beliau.
Menurut Rektor, kisah kehidupan Rasulullah SAW mengandung banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, momentum Maulid perlu menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika agar nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku.
“Maulid ini menjadi peringatan bagi kita untuk selalu meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Bagaimana kita mampu menerapkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan kita. Ini kembali mengingatkan kita kepada kehidupan Nabi dan kisah perjuangan beliau,” tutur Rektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh Alif Saputra dan Winda Andriani, kemudian pembacaan doa oleh Hasan Fur Nuhuyanan, M.Pd. Setelah laporan ketua panitia dan sambutan Rektor, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Barzanji oleh Dr. Lalu Nasrullah, M.Pd. yang kemudian diteruskan dengan Mahallul Qiyam bersama Tim Hadrah IAIN Sorong.
Memasuki acara utama, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipandu oleh Ashari, S.Sos., M.A. selaku moderator. Dialog pertama menghadirkan Dr. H. Muhammad Huzain, S.Fil., M.S.I. dengan tema “Rasulullah dan Perbedaan”. Pembahasan ini mengajak peserta memahami bagaimana Rasulullah SAW menjadi teladan dalam menghadapi perbedaan serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman. Nilai tersebut menjadi penting dalam kehidupan kampus yang mempertemukan sivitas akademika dengan berbagai latar belakang dan cara pandang.

Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Andi Ahriani, S.S., M.Si., melalui tema “Rasulullah dan Masyarakat Papua”. Materi ini menghubungkan keteladanan Rasulullah dengan realitas kehidupan masyarakat Papua yang memiliki keberagaman budaya dan sosial. Peserta diajak melihat pentingnya kepedulian, saling menghargai, dan membangun hubungan sosial yang baik sebagai bagian dari upaya merawat persaudaraan di Tanah Papua.
Selanjutnya, Dr. Sudirman, S.H., M.H.I., menyampaikan materi bertema “Rasulullah dan Generasi Kampus”. Pembahasan diarahkan pada peran mahasiswa dan generasi akademik dalam menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun karakter, integritas, keilmuan, dan kepedulian sosial. Generasi kampus diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun peradaban di Tanah Papua.
Ketiga materi tersebut saling terhubung dengan tema besar Maulid Nabi tahun ini. Pembahasan mengenai perbedaan menguatkan semangat moderasi, pembahasan tentang masyarakat Papua meneguhkan pentingnya persaudaraan, sementara pembahasan mengenai generasi kampus mengarahkan nilai keteladanan tersebut pada peran generasi muda dalam membangun masa depan dan peradaban.
Suasana dialog semakin hidup melalui sesi tanya jawab interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para narasumber sehingga pembahasan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi menjadi ruang berbagi pemikiran dan pengalaman.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, IAIN Sorong berupaya menjadikan momentum keagamaan sebagai ruang untuk memperkuat nilai keislaman, moderasi, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Semangat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dalam kehidupan sivitas akademika dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pada akhirnya, meneladani Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenang perjalanan hidup beliau, tetapi bagaimana akhlak, perjuangan, dan nilai-nilai yang beliau ajarkan dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi kekuatan untuk merawat moderasi, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama merajut peradaban di Tanah Papua.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas