NENTI SUGIARTI BUKTIKAN SEMANGAT BELAJAR TAK MENGENAL USIA

HUMAS IAIN Sorong– Suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sorong saat Nenti Sugiarti, mahasiswi angkatan 2023 kelas non-reguler, sukses melaksanakan Seminar Proposal Skripsi pada Kamis (18/6/2026) di Aula Tarbiyah IAIN Sorong.

Keberhasilan Nenti Sugiarti yang kini berusia 41 tahun menjadi momen istimewa yang tidak hanya membanggakan dirinya dan keluarga, tetapi juga seluruh civitas akademika Program Studi PAI IAIN Sorong. Di tengah berbagai tanggung jawab dan aktivitas kehidupan, ia mampu menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah dibatasi oleh usia.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Koordinator Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Sorong, Abd. Azis K,  yang mengaku bangga atas perjuangan dan dedikasi yang ditunjukkan oleh mahasiswinya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Nenti menjadi bukti bahwa pendidikan adalah hak semua orang dan dapat ditempuh kapan saja selama masih ada kemauan untuk belajar.

“Keberhasilan Ibu Nenti Sugiarti merupakan kebanggaan bagi kami semua. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Yang terpenting adalah kemauan, ketekunan, dan keyakinan untuk terus berkembang melalui pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abd. Azis K. menegaskan bahwa Program Studi PAI dan IAIN Sorong senantiasa memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Kampus hadir sebagai tempat belajar bagi semua kalangan, baik yang baru lulus sekolah maupun mereka yang telah lama berada di dunia kerja atau memiliki tanggung jawab keluarga.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari berbagai latar belakang usia justru menjadi kekuatan tersendiri yang memperkaya suasana akademik. Semangat yang ditunjukkan mahasiswa non-reguler seperti Nenti Sugiarti menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang menyelesaikan pendidikan dengan penuh optimisme.

Di lingkungan Program Studi PAI, setiap keberhasilan mahasiswa selalu dirasakan sebagai kebahagiaan bersama. Hubungan yang terjalin antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dibangun dalam suasana kekeluargaan yang saling mendukung dan menguatkan. Karena itu, capaian yang diraih Nenti bukan hanya menjadi keberhasilan pribadi, tetapi juga kebanggaan keluarga besar PAI IAIN Sorong.

Keberhasilan seminar proposal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa IAIN Sorong terus berkomitmen membuka akses pendidikan yang inklusif bagi masyarakat. Tidak ada batasan usia untuk belajar, selama masih ada semangat untuk mengembangkan diri dan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

 

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *