PEMIRA IAIN SORONG PERKUAT SEMANGAT DEMOKRASI MAHASISWA

mahasiswa mewarnai pelaksanaan Pemilihan Raya Organisasi Mahasiswa (PEMIRA) IAIN Sorong yang berlangsung di Aula IAIN Sorong, Jumat (19/6/2026)

HUMAS IAIN Sorong – Semangat demokrasi, persatuan, dan kepemimpinan mahasiswa mewarnai pelaksanaan Pemilihan Raya Organisasi Mahasiswa (PEMIRA) IAIN Sorong yang berlangsung di Aula IAIN Sorong, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Demokrasi Kampus yang Amanah, Adil, dan Bermartabat” ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.

PEMIRA kali ini meliputi pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Sorong dan Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Sorong. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Sorong, dan Wakil Rektor II, serta mahasiswa dari berbagai program studi yang turut berpartisipasi dalam proses demokrasi kampus.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh antusias dan semangat kebersamaan terlihat di kalangan mahasiswa. Kehadiran peserta dari berbagai organisasi dan program studi menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Sorong menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi pelaku demokrasi yang cerdas, bertanggung jawab, dan memahami makna dari setiap proses yang dijalani. Menurutnya, demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang belajar menghargai perbedaan, menerima hasil bersama, serta menjaga persatuan dalam kehidupan kampus.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses yang berlangsung dalam kehidupan berorganisasi merupakan bagian dari pendidikan demokrasi yang harus dipahami oleh mahasiswa. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat belajar mengenai tanggung jawab, kepemimpinan, serta cara mengambil keputusan yang mengedepankan kepentingan bersama.

“Mahasiswa harus memahami apa yang sedang dilakukan. Semua proses yang kita jalani merupakan bagian dari demokrasi. Dalam berdemokrasi tentu ada tantangan yang harus dihadapi, tetapi itulah proses pembelajaran yang akan membentuk karakter kepemimpinan,” ujarnya.

mahasiswa mewarnai pelaksanaan Pemilihan Raya Organisasi Mahasiswa (PEMIRA) IAIN Sorong yang berlangsung di Aula IAIN Sorong, Jumat (19/6/2026)

Rektor juga mengingatkan bahwa pesta demokrasi kampus tidak boleh menjadi ruang yang memecah persaudaraan antarmahasiswa. Sebaliknya, PEMIRA harus menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan mempererat hubungan antarwarga kampus.

“Ini adalah pesta demokrasi, bukan tempat untuk bermusuhan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah bagian dari keluarga besar IAIN Sorong yang memiliki tujuan yang sama, yaitu membawa organisasi mahasiswa menjadi lebih baik,” tambahnya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa yang mengikuti kegiatan. Bagi mereka, PEMIRA bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang belajar untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara terbuka dan tertib, mahasiswa diajak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan pemimpin yang dianggap mampu membawa perubahan positif bagi organisasi kemahasiswaan.

Lebih dari sekadar pemilihan, kegiatan ini juga mencerminkan tumbuhnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan kampus. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa mahasiswa IAIN Sorong mampu menjadikan perbedaan pilihan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Pelaksanaan PEMIRA diharapkan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin mahasiswa yang amanah, visioner, dan mampu menjadi representasi aspirasi mahasiswa. Selain itu, proses demokrasi yang berlangsung juga menjadi sarana pembelajaran berharga dalam membentuk generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui PEMIRA 2026, mahasiswa IAIN Sorong kembali menunjukkan bahwa demokrasi kampus dapat berjalan dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Dari aula kampus ini lahir harapan baru, bahwa kepemimpinan mahasiswa akan terus tumbuh sebagai kekuatan positif dalam mewujudkan organisasi yang lebih maju, inklusif, dan bermartabat.

 

Penulis : war-kar/KPI4-Humas
Editor  : wi/Humas
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *