
HUMAS IAIN Sorong – Perpustakaan IAIN Sorong tengah memfokuskan diri untuk mempertahankan akreditasi pada tahun 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan secara matang oleh tim perpustakaan, termasuk pembentukan kepanitiaan akreditasi serta pembagian tugas (jobdesk) yang jelas kepada setiap anggota tim.
Meski demikian, proses akreditasi tahun ini menghadirkan tantangan tersendiri. Perubahan regulasi menjadi salah satu faktor yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan tim. Namun, Kepala Unit Perpustakaan IAIN Sorong bersama tim akreditasi tetap optimistis mampu menghadapi dinamika tersebut dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Di sisi lain, Perpustakaan IAIN Sorong terus berbenah melalui transformasi menuju perpustakaan digital. Meskipun masih terdapat kendala, seperti akses internet yang dinilai belum optimal, pihak perpustakaan memastikan bahwa permasalahan tersebut akan segera diatasi dengan dukungan dari berbagai pihak terkait. Transformasi ini turut meningkatkan minat kunjungan, terutama dari kalangan mahasiswa yang kini semakin betah belajar di lingkungan perpustakaan.
Upaya peningkatan kualitas layanan juga menjadi prioritas. Perpustakaan menyediakan ruang yang nyaman, asri, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika. Lingkungan yang mendukung ini diharapkan mampu mendorong minat baca sekaligus menjadi salah satu poin penting dalam penilaian akreditasi.
Salah satu tugas besar dalam proses akreditasi adalah pembuatan video profil perpustakaan. Hal ini menjadi perhatian utama karena, menurut Kepala Perpustakaan Muhammad Satir, video profil merupakan “wajah” perpustakaan yang akan memberikan gambaran visual secara langsung kepada penilai. Selain itu, berbagai dokumen pendukung juga terus disiapkan dan dilengkapi guna memenuhi seluruh persyaratan akreditasi.
Tidak hanya mengandalkan tim internal, perpustakaan juga mendapatkan dukungan dari berbagai unit di lingkungan kampus, termasuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kepala-kepala Unit Perpustakaan IAIN Sorong terdahulu, dan Panitia Akreditasi Perpustakaan sebelumnya yang siap membantu dalam penyusunan dan pelengkapan dokumen akreditasi.


Muhammad Satir mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan perpustakaan saat ini. Ia menilai bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar dikenal sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung proses belajar mengajar serta berbagai kegiatan kampus. Kehadiran beragam aktivitas tersebut menjadikan perpustakaan lebih hidup dan memberikan nilai tambah di mata masyarakat, selama sarana dan prasarana tetap terjaga dengan baik.
Dengan berbagai persiapan dan inovasi yang terus dilakukan, Perpustakaan IAIN Sorong optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian akreditasi pada tahun 2026. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen perpustakaan sebagai pusat literasi dan pengembangan akademik yang modern, inklusif, dan berdaya saing.
Penulis : zul/humas
Editor : wi/humas