PESONA GERAK NUSANTARA, MAHASISWA PGMI IAIN SORONG TAMPILKAN KEKAYAAN BUDAYA INDONESIA

Pentas Tari Mahasiswa bertajuk “Pesona Gerak Nusantara”

HUMAS IAIN Sorong – Semangat melestarikan budaya Indonesia terus ditanamkan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sorong. Melalui Pentas Tari Mahasiswa bertajuk “Pesona Gerak Nusantara”, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan seni yang mereka pelajari di ruang kuliah, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga warisan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Seni Budaya dan Keterampilan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengapresiasi sekaligus mempraktikkan berbagai bentuk seni budaya Indonesia. Melalui pentas tersebut, mahasiswa PGMI menampilkan beragam tarian nusantara yang sarat nilai budaya, kreativitas, dan semangat persatuan.

Peserta Pentas Tari Mahasiswa bertajuk “Pesona Gerak Nusantara”

Dosen pengampu Mata Kuliah Seni Budaya dan Keterampilan, Riska Latifatul Husna, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta, apresiasi, dan kepedulian mahasiswa terhadap kekayaan budaya Indonesia, khususnya seni tari daerah.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori seni budaya di dalam kelas. Mereka juga perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya Indonesia melalui karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam setiap gerakan. Kami ingin mereka menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa sekaligus mampu menjadi agen pelestari budaya di lingkungan masyarakat dan sekolah nantinya,” ujar Riska.

Peserta Pentas Tari Mahasiswa bertajuk “Pesona Gerak Nusantara”

Persiapan pentas dilakukan secara serius selama kurang lebih satu bulan. Setiap kelompok mahasiswa terlebih dahulu memilih tarian yang akan ditampilkan, kemudian melakukan kajian terhadap sejarah, makna, karakteristik, dan nilai budaya yang terkandung dalam tarian tersebut.

Setelah itu, mahasiswa menjalani latihan rutin untuk menguasai gerakan, ekspresi, pola lantai, irama, serta membangun kekompakan antarpenari. Tidak hanya fokus pada koreografi, mereka juga mempersiapkan kostum, properti, dan berbagai unsur pendukung lainnya agar mampu menampilkan identitas budaya daerah secara maksimal.

Dalam pentas kali ini, mahasiswa menampilkan beberapa karya tari yang mewakili keberagaman budaya Indonesia. Kelompok pertama membawakan tarian bertema “Nusantara”, kelompok kedua menampilkan Tari Kreasi Baru, sementara kelompok ketiga membawakan Tari Zapin Melayu yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya Melayu yang kaya akan nilai religius dan kebersamaan.

Melalui berbagai penampilan tersebut, mahasiswa ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan menjadi identitas bangsa yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Setiap tarian yang ditampilkan mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, rasa syukur, penghormatan terhadap tradisi, semangat persatuan, serta kearifan lokal yang hingga kini masih relevan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dosen dan Peserta Pentas Tari Mahasiswa bertajuk “Pesona Gerak Nusantara”

Riska Latifatul Husna menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi PGMI dalam mempersiapkan calon guru yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan seni dan kreativitas yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.

“Sebagai calon guru SD/MI, mahasiswa harus memiliki kemampuan yang beragam. Mereka nantinya tidak hanya mengajar mata pelajaran di kelas, tetapi juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah seperti pentas seni, peringatan hari besar, dan pembinaan bakat siswa. Karena itu, kemampuan seni menjadi bekal penting yang harus dimiliki,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Mata Kuliah Seni Budaya dan Keterampilan tidak hanya berfokus pada seni tari. Sebelumnya, mahasiswa juga telah mempelajari berbagai cabang seni lainnya, seperti seni rupa melalui kegiatan membatik, membuat gambar ilustrasi, dan boneka, serta seni musik dan berbagai keterampilan kerajinan tangan.

Melalui pengalaman belajar yang beragam tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pendidik yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di masa depan.

Pentas “Pesona Gerak Nusantara” tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya bangsa. Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa budaya Indonesia merupakan identitas yang harus terus dirawat dan diwariskan.

Melalui semangat belajar, berkarya, dan melestarikan budaya, mahasiswa PGMI IAIN Sorong menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kekayaan budaya Nusantara agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi-generasi yang akan datang.

Penulis : kar/Humas
Editor  : wi/Humas

 

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *