
HUMAS IAIN Sorong – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui Program Literasi. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo, Kelurahan Klabinan, Jalan Poros Klalin 1, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta pihak sekolah dalam upaya memperkuat budaya literasi dan numerasi sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong, Indria Nur, Ketua Panitia sekaligus Koordinator Program Studi PGMI, Oki Sandra Agnesa, para dosen Fakultas Tarbiyah, mahasiswa PGMI semester VI, serta jajaran guru dan peserta didik SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo.
Mengawali kegiatan, Ketua Panitia sekaligus Koordinator Program Studi PGMI, Oki Sandra Agnes, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah membuka pintu bagi mahasiswa dan dosen PGMI untuk melaksanakan program literasi.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pelaksanaan program akademik, tetapi menjadi langkah awal membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong dengan SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menerima kami dengan sangat baik. Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong, Indria Nur, juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SD Al-Ma’arif 1 atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan Fakultas Tarbiyah.
Ia mengaku bersyukur karena pihak sekolah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan sekolah.
“Kami sangat bersyukur atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh pihak sekolah. Terima kasih karena telah menerima kami dengan baik dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berbagi, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah,” ungkapnya.
Menurut Indria Nur, pengalaman belajar di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk calon guru yang profesional. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah perlu terus diperkuat agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo, Nurudin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan IAIN Sorong kepada sekolahnya sebagai mitra pelaksanaan program.
“Kami sangat bersyukur karena IAIN Sorong kembali hadir di sekolah ini. Semoga kehadiran mahasiswa dan dosen dapat memberikan sumbangsih berupa tenaga, pemikiran, dan ilmu yang bermanfaat bagi peserta didik maupun para guru,” tuturnya.
Ia berharap mahasiswa PGMI mampu menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif sehingga dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik. Menurutnya, sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi keagamaan, kehadiran mereka juga diharapkan membawa nilai-nilai dakwah dan pembentukan karakter, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak.

Dalam kesempatan tersebut, Nurudin turut memperkenalkan sistem pembelajaran yang diterapkan di SD Al-Ma’arif 1, mulai dari strategi pembelajaran yang dipadukan dengan aktivitas yang menyenangkan hingga berbagai fasilitas yang dimiliki sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar.
Sebagai bentuk penguatan sinergi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong dan SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo, sekaligus prosesi penyerahan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) kepada pihak sekolah.
Program ini diikuti oleh 23 mahasiswa PGMI semester VI yang akan mendampingi proses pembelajaran bagi 67 siswa kelas I, II, dan III SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo.
Tidak hanya mahasiswa, kegiatan juga melibatkan tujuh dosen Fakultas Tarbiyah yang turun langsung mendampingi proses pembelajaran. Sebanyak empat dosen bertugas pada penguatan literasi baca tulis, sedangkan tiga dosen lainnya mendampingi kegiatan literasi numerasi, sehingga mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung selama menjalankan program di sekolah.
Program literasi yang diusung memiliki tiga fokus utama, yakni deteksi kemampuan literasi baca tulis dan numerasi siswa, penguatan kemampuan literasi baca tulis dan numerasi, serta pembuatan pojok literasi sebagai ruang belajar yang kaya akan sumber bacaan untuk menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan, sekaligus mengasah kemampuan mengajar dan berinteraksi langsung dengan peserta didik. Di sisi lain, sekolah memperoleh dukungan dalam memperkuat kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa.
Kolaborasi antara Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong dan SD Al-Ma’arif 1 Kampung Maibo diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan. Dengan semangat berbagi ilmu dan pengalaman, program ini tidak hanya memperkuat budaya literasi di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencetak calon guru yang profesional, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Papua Barat Daya.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas