
HUMAS IAIN Sorong— Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sorong terus mendorong penguatan mutu dan relevansi kurikulum melalui keterlibatan dalam Rapat Kerja Tahunan Asosiasi Program Studi Pendidikan/Tadris Bahasa Inggris Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (ASPIRE) 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Transformasi Kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris: Merancang Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran yang Responsif dan Kompetitif” tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 17–19 September 2026, di UIN Sunan Ampel Surabaya dan Excotel Hotel.
Dalam kegiatan tersebut, IAIN Sorong diwakili oleh Mifahulfadlik Dabamona, Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sorong. Kehadiran perwakilan Prodi Tadris Bahasa Inggris dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen IAIN Sorong untuk terus mengikuti perkembangan pendidikan bahasa Inggris sekaligus memperkuat kualitas dan relevansi kurikulum sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Raker Tahunan ASPIRE 2026 dirangkaikan dengan The 5th International Conference on English Language Teaching (ICONELT). Forum ini menjadi ruang pertemuan bagi pengelola Program Studi Pendidikan/Tadris Bahasa Inggris dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan perspektif dalam menyelaraskan arah pengembangan kurikulum pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.
Keikutsertaan Mifahulfadlik Dabamona dalam forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperoleh berbagai informasi dan perkembangan terbaru terkait pengelolaan program studi, khususnya dalam penyusunan profil lulusan dan capaian pembelajaran. Melalui forum asosiasi, berbagai perguruan tinggi dapat bersama-sama membicarakan arah pengembangan kurikulum agar tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan partisipasi peserta dalam konferensi internasional ICONELT di UIN Sunan Ampel Surabaya. Forum internasional tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membangun jejaring dengan akademisi dan narasumber dari berbagai latar belakang.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum ASPIRE, Prof. Didin Nuruddin Hidayat, M.A. TESOL, Ph.D., kemudian prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta sesi networking bersama para narasumber mancanegara. Momentum tersebut semakin memperluas ruang komunikasi dan membuka peluang kerja sama antarlembaga maupun asosiasi.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti panel seminar bertajuk “Frameworks and Best Practices in Developing Graduate Profiles and Learning Outcomes for English Language Education Programs.” Sesi ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Eleni Petraki dari University of Canberra bersama Ketua Umum ASPIRE. Pembahasan diarahkan pada kerangka dan praktik baik dalam mengembangkan profil lulusan serta capaian pembelajaran bagi program pendidikan bahasa Inggris.
Setelah memperoleh berbagai perspektif melalui seminar, peserta melanjutkan agenda dengan rapat pleno yang secara khusus membahas penguatan kurikulum. Pembahasan pertama diarahkan pada penguatan dan pengembangan Profil Lulusan berbasis kerangka KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kompetensi yang diharapkan dimiliki lulusan dengan arah dan kebutuhan pendidikan tinggi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan pada perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta pemetaan Body of Knowledge untuk disiplin ilmu Pendidikan Bahasa Inggris. Melalui proses tersebut, peserta bersama-sama membicarakan arah pembelajaran yang diharapkan mampu menjawab perkembangan keilmuan sekaligus kebutuhan lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Rangkaian Raker ASPIRE 2026 menghasilkan kesepakatan mengenai standar profil lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PTKI secara nasional. Forum tersebut juga membahas rincian Capaian Pembelajaran Lulusan dan Body of Knowledge yang adaptif serta dokumen kerja sama atau MoU antarlembaga dan asosiasi.
Hasil dan dokumen kesepakatan dari Raker ASPIRE 2026 selanjutnya diharapkan menjadi salah satu rujukan dalam melakukan evaluasi kurikulum pada tingkat program studi. Keterlibatan asosiasi sebagai pemangku kepentingan eksternal juga menjadi bagian penting untuk memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), standar nasional, serta kebutuhan dunia kerja dan industri (IDUKA).
Bagi Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sorong, keterlibatan dalam Raker ASPIRE 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan kurikulum secara nasional, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring dengan program studi sejenis dari berbagai PTKI di Indonesia. Pengetahuan dan gagasan yang diperoleh dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sorong ke depan.
Keterlibatan Mifahulfadlik Dabamona sebagai Koordinator Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sorong dalam forum tersebut menjadi bagian dari langkah prodi untuk terus membuka diri terhadap perkembangan dan praktik baik dari berbagai perguruan tinggi. Dengan adanya pertukaran gagasan melalui ASPIRE, pengembangan program studi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tetap selaras dengan standar pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum nasional dan internasional tersebut, Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sorong menunjukkan komitmen untuk terus beradaptasi dan melakukan penguatan secara berkelanjutan. Penyelarasan profil lulusan, capaian pembelajaran, dan kurikulum diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam menghadirkan pendidikan yang semakin relevan, sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, dunia pendidikan, maupun dunia kerja.
Penulis : Admin TBI / Kar – Humas
Editor : wi/Humas