
Humas IAIN Sorong – Moderasi beragama di Tanah Papua perlu dibangun dengan mempertemukan nilai agama, adat, kebangsaan, dan keadilan. Hal itu disampaikan Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dalam kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama bagi Tenaga Kependidikan, Dosen, dan Mahasiswa IAIN Sorong, Rabu (7/10/2026) di Aula Utama IAIN Sorong. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Adat dan Agama: Penguatan Ekosistem Moderasi Beragama di Tanah Papua.”
Masnun Tahir menjelaskan, moderasi beragama bukan berarti mengubah atau memoderasi ajaran agama, melainkan membangun cara memahami dan menjalankan agama secara adil, proporsional, dan tidak ekstrem. Moderasi tetap memberi ruang bagi seseorang untuk teguh pada keyakinannya, sekaligus menghormati perbedaan. Dalam konteks Papua, pendekatan tersebut perlu memperhatikan kehidupan masyarakat yang dibentuk oleh keberagaman agama, suku, adat, dan tradisi.
Menurut Masnun, adat dan agama tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua hal yang berseberangan. Adat dapat menjadi ruang ekspresi nilai yang hidup di tengah masyarakat, sementara agama memberikan orientasi moral dan spiritual. Karena itu, tradisi perlu dihormati sekaligus dikaji secara kritis agar tetap relevan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perkembangan kehidupan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai modal sosial dan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun perdamaian. Kampus, kata Masnun, dapat berperan sebagai laboratorium moderasi melalui pembelajaran, dialog, tata kelola yang adil, serta pengabdian yang melibatkan masyarakat. Moderasi tidak berhenti pada toleransi, tetapi perlu berkembang menjadi dialog dan kolaborasi lintas perbedaan.
Masnun menegaskan bahwa moderasi beragama harus berjalan bersama keadilan sosial. Moderasi bukan upaya menyeragamkan masyarakat, melainkan kemampuan untuk hidup bersama dalam perbedaan secara adil, bermartabat, dan saling menghormati. Dalam konteks Papua, sinergi adat, agama, kebangsaan, pendidikan, dan keadilan menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan bersama yang damai dan inklusif.
Penulis :Nir / Humas
Editor : WI/ Humas