
HUMAS IAIN Sorong – Komitmen IAIN Sorong dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Papua Barat Daya kembali diwujudkan melalui kegiatan Moi dalam Kata : Seminar dan Pelatihan Bahasa serta Kearifan Lokal Papua Barat Daya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa IAIN Sorong ini berlangsung pada Jumat, 03 Juli 2026, di Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Sorong, dengan menghadirkan mahasiswa dari berbagai fakultas sebagai peserta.
Seminar dan pelatihan tersebut menjadi penyelenggaraan tahun ketiga yang digagas oleh Pusat Bahasa IAIN Sorong dalam upaya memperkenalkan serta melestarikan bahasa daerah. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan dikemas dalam bentuk perlombaan bahasa daerah, tahun ini konsepnya dikembangkan menjadi seminar yang dipadukan dengan pelatihan interaktif agar peserta dapat belajar secara langsung dan lebih mendalam.

Kepala Pusat Bahasa IAIN Sorong, Misnariah Idrus, menjelaskan bahwa perubahan konsep kegiatan dilakukan agar peserta tidak hanya mengenal bahasa daerah secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari generasi muda agar identitas budaya lokal tetap terjaga di tengah derasnya arus globalisasi.
Dalam sambutannya, Misnariah Idrus menegaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap akar bahasa daerah, khususnya Bahasa Moi sebagai salah satu bahasa asli Papua Barat Daya.
“Bahasa daerah tidak kalah penting dibandingkan bahasa asing untuk dipelajari. Di balik setiap bahasa terdapat sejarah, nilai budaya, dan identitas suatu masyarakat yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, Pusat Bahasa IAIN Sorong menghadirkan dua narasumber yang aktif memperjuangkan pelestarian Bahasa Moi, yakni Dortea Ulim, Kepala SD Negeri 35 Kabupaten Sorong, serta Tesah Yorim Bisulu, Kepala SD UPK Sion Della Kabupaten Sorong. Keduanya merupakan bagian dari Komunitas Bahasa dan Sastra Moi, sebuah komunitas yang secara konsisten mengembangkan, mendokumentasikan, serta mempromosikan Bahasa Moi melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak mengenal Bahasa Moi secara langsung melalui metode pembelajaran yang interaktif. Mereka mempelajari berbagai kosakata dasar, mulai dari sapaan sehari-hari, penyebutan angka, nama-nama warna, hingga ungkapan sederhana yang dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusiasme, karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan pengucapan dan penggunaan Bahasa Moi bersama para narasumber.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi IAIN Sorong dalam mendukung pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Melalui keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menjaga bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus menjadi wujud penghormatan terhadap identitas dan kearifan lokal Papua Barat Daya.
Melalui seminar dan pelatihan “Moi dalam Kata”, Pusat Bahasa IAIN Sorong kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang akademik yang tidak hanya mendorong penguasaan bahasa internasional, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi bahasa daerah. Diharapkan, semangat melestarikan Bahasa Moi terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga kekayaan budaya Papua Barat Daya tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas