
Humas IAIN Sorong – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sorong, Irfan Cahyadi, kembali menorehkan prestasi di bidang seni pertunjukan setelah berhasil meraih Juara II pada lomba stand-up comedy dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Kompetisi yang digelar di Café Selagi Dingin, Kota Sorong, itu diikuti 14 peserta dengan mengangkat tema toleransi, radikalisme, dan persatuan Indonesia. Bagi Irfan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa komedi bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menyampaikan gagasan dan pesan sosial kepada masyarakat.
Ketertarikannya terhadap dunia stand-up comedy bermula pada 2019 sebagai penonton. Namun, baru pada 2022, tepat sebelum memasuki bangku kuliah di IAIN Sorong, ia memutuskan terjun langsung menjadi komika.

Keinginannya sederhana, yakni memiliki kemampuan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, stand-up comedy menjadi ruang untuk mengasah kemampuan bercerita, menyampaikan aspirasi, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sejak mulai mengikuti kompetisi pada 2024, Irfan telah mengoleksi sejumlah prestasi. Ia pernah meraih Juara III pada kompetisi yang diselenggarakan dalam ajang politik daerah, kemudian Juara I pada perlombaan tingkat kampus, Juara I pada kompetisi tingkat kabupaten, hingga terbaru Juara II pada peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Pengalaman tampil di berbagai panggung, termasuk menghadapi penonton yang sempat menolak penampilannya, justru membentuk mental dan rasa percaya diri yang kini menjadi modal penting dalam setiap penampilan.

Bagi Irfan, manfaat stand-up comedy tidak hanya dirasakan di atas panggung, tetapi juga dalam kehidupan akademik. Kemampuan berpikir kritis, menyusun alur cerita, hingga berbicara di depan publik berkembang melalui proses latihan sebagai komika.
Ia mengaku lebih percaya diri saat melakukan presentasi di kelas karena terbiasa berinteraksi langsung dengan audiens. Sebaliknya, ilmu yang diperoleh selama kuliah juga memperkaya materi komedinya, termasuk dengan memasukkan nilai-nilai keislaman dan pesan moral agar setiap penampilan tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga memberikan makna.
Di tengah aktivitas sebagai mahasiswa, Irfan mengaku tidak mengalami kesulitan membagi waktu antara kuliah dan dunia stand-up comedy. Baginya, pendidikan tetap menjadi prioritas utama, sementara latihan maupun penampilan komedi dilakukan sesuai jadwal yang tidak mengganggu kegiatan akademik. Ia menilai keduanya dapat berjalan beriringan selama mampu mengelola waktu dan menempatkan tanggung jawab pada porsinya masing-masing.
Ke depan, Irfan bercita-cita membawa nama Sorong ke panggung stand-up comedy tingkat nasional, bahkan tampil di televisi. Menurutnya, hingga kini belum banyak komika asal Sorong yang mampu menembus kompetisi nasional. Ia pun mengajak mahasiswa IAIN Sorong untuk berani mengembangkan potensi diri tanpa takut gagal.
“Cobalah berbagai bidang dan jangan takut mencoba. Ketika kita berani mencoba, kita akan mengetahui sejauh mana kemampuan yang kita miliki. Gagal adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” ujarnya.
Penulis : nir/Humas
Editor : wi/Humas